Breaking News
Memuat breaking news...

KONI Aceh Ambil Alih Pra PORA Voli, Digelar September Di Jantho

Redaksi
Redaksi
Selasa, 11 Agustus 2026 - 9.18 PM WIB
KONI Aceh Ambil Alih Pra PORA Voli, Digelar September Di Jantho
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada.id): KONI Aceh mengambil alih pelaksanaan kualifikasi cabang olahraga (cabor) bola voli menuju PORA XV Aceh Jaya atau Pra PORA 2026 setelah agenda tersebut berulang kali tertunda akibat persoalan internal Pengprov PBVSI Aceh.

Untuk memastikan atlet bola voli Aceh tetap memiliki kesempatan tampil di Pra PORA hingga PORA Aceh Jaya, KONI Aceh membentuk kepanitiaan yang melibatkan para pegiat voli di Banda Aceh dan sekitarnya, mulai dari pemilik klub, pelatih, motor pelaksana turnamen hingga wasit.

Pra PORA bola voli dijadwalkan berlangsung 7–11 September 2026 di Hall Utama Jantho Sport City (JSC), Kota Jantho, Aceh Besar.

Sebelumnya, Pra PORA Voli telah beberapa kali dijadwalkan, namun tidak kunjung terlaksana karena persoalan internal di tubuh Pengprov PBVSI Aceh. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah kepengurusan Pengkab/Pengkot PBVSI yang telah habis masa tugasnya.

Bahkan, beberapa Pengkab yang telah melaksanakan musyawarah kabupaten (Muskab) disebut belum memperoleh surat keputusan (SK) kepengurusan baru. Kondisi itu membuat pembinaan bola voli di sejumlah daerah mengalami stagnasi.

Dampaknya, belasan atlet bahkan memilih pindah ke daerah lain dengan harapan tetap dapat tampil pada Pra PORA hingga PORA.

KONI Aceh sebelumnya telah melayangkan surat dan beberapa kali melakukan pertemuan dengan Pengprov PBVSI Aceh untuk mencari solusi. Namun, upaya tersebut belum membuahkan penyelesaian sehingga KONI Aceh akhirnya mengambil alih pelaksanaan Pra PORA Voli.

“Kita mengambil alih ini semata-mata untuk menyelamatkan cabor sekaligus atlet bola voli di Aceh, sehingga cita-cita mereka untuk dapat tampil di ajang Pra PORA dan PORA Aceh Jaya atas nama daerah mereka bisa terwujud,” kata Ketua Pengarah sekaligus Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husein.

Wakil Ketua Panitia Pengarah, H Musa Bintang (foto), mengatakan kepanitiaan untuk pelaksanaan Pra PORA kini telah terbentuk lengkap. Panitia juga telah meninjau langsung lokasi pertandingan dan memastikan fasilitas Hall Utama JSC masih sangat layak digunakan.

“Lapangan itu sendiri dibangun tahun 2018 saat PORA di Kota Jantho, Aceh Besar,” kata Musa, Senin (10/8/2026) malam.

Panitia juga telah melakukan audiensi dengan Bupati Aceh Besar Muharram Idris bersama Sekda Bahrul Jamil serta Kapolres Aceh Besar AKBP Khairul Ichsan. Ketiganya menyambut baik pelaksanaan Pra PORA Voli di Kota Jantho.

Selain menjadi ajang kompetisi, perhelatan tersebut dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan.

Musa mengatakan panitia juga telah berkoordinasi dengan jajaran KONI kabupaten/kota di Aceh untuk memastikan atlet yang tampil mendapatkan rekomendasi dari daerah masing-masing.

“Hanya atlet yang mendapat rekomendasi dari KONI daerah yang diterima menjadi peserta Pra PORA, karena ini menyangkut dengan regulasi pembiayaan terhadap atlet dan ofisial yang diberangkatkan dari daerah,” ujarnya.

Hingga saat ini, 20 kabupaten/kota di Aceh telah menyatakan ikut serta. Sementara Aceh Jaya sebagai tuan rumah PORA XV akan mendapatkan wildcard.

Musa yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi Pengprov PBVSI Aceh menegaskan, kepanitiaan yang dibentuk KONI Aceh saat ini hanya bertugas mengantarkan cabor bola voli menuju PORA XV Aceh Jaya.

Setelah Pra PORA selesai dan daerah-daerah yang lolos menuju PORA Aceh Jaya telah ditentukan, kewenangan koordinasi untuk persiapan PORA akan kembali kepada Pengprov PBVSI Aceh.

Namun, jika persoalan internal Pengprov PBVSI Aceh tidak kunjung terselesaikan, KONI Aceh berpeluang kembali mengambil langkah serupa untuk memastikan pembentukan dan pembinaan skuad bola voli Aceh menuju ajang nasional.

Hal itu dimungkinkan karena KONI Aceh memiliki kewenangan dalam pembentukan tim atau kontingen Aceh menuju Pra PON hingga PON XXI/2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), apabila cabor bola voli Aceh berhasil lolos dari tahapan kualifikasi. (id64)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement