KONI Aceh Serahkan Tali Asih Atlet Dan Pelatih Di Asian Games

JAKARTA (Waspada.id): KONI Aceh memberikan dukungan kepada insan olahraga Aceh yang memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games ke-20 di Nagoya, Jepang. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk tali asih berupa uang saku tambahan kepada dua atlet menembak dan seorang pelatih wushu.
Dua atlet menembak binaan KONI Aceh yang menerima tali asih tersebut adalah Derli Amelia Putri dan Sulthanul Aulia Makruf. Keduanya akan memperkuat Indonesia pada cabang olahraga menembak di Asian Games Nagoya.
Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri atau Pon Yaya, mengatakan pemberian uang saku tambahan tersebut merupakan bentuk dukungan moril Pemerintah Aceh melalui KONI Aceh kepada atlet dan pelatih yang membawa nama Indonesia di ajang internasional.
“Alhamdulillah, kita telah serahkan uang saku tambahan untuk insan olahraga Aceh yang menjadi duta olahraga Indonesia di ajang Asian Games ke-20, sebagai bentuk dukungan moril dari Pemerintah Aceh melalui KONI Aceh,” kata Pon Yaya, Rabu (16/9/2026).
Derli dan Sulthanul akan tampil pada nomor 10 meter air pistol putra dan putri. Derli juga dijadwalkan turun pada nomor 25 meter air pistol putri.
Pon Yaya meminta kedua atlet tampil maksimal dan membawa nama Aceh serta Indonesia di pentas internasional.
“Rakyat Aceh berharap dan mendoakan kalian untuk meraih yang terbaik di Nagoya Jepang, demi mengharumkan nama negara serta secara khusus, Provinsi Aceh di pentas internasional,” ujarnya.
Menurut Pon Yaya, Derli dan Sulthanul juga menjadi bagian penting dalam persiapan Aceh menghadapi PON 2028 di NTB/NTT. Keduanya dinilai memiliki pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan, termasuk PON, SEA Games, dan kejuaraan internasional di Taipei.
“Keduanya juga modal besar kita menatap PON 2028 di NTB/NTT, dengan target paling tidak empat emas, karena mereka bisa tampil pada beberapa nomor di ajang cabor menembak,” kata Pon Yaya yang diamini Ketua Harian Pengprov Perbakin Aceh, Tarmizi.
Penyerahan tali asih kepada kedua atlet turut disaksikan Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husen, dan Ketua Harian Pengprov Perbakin Aceh, Tarmizi. Kegiatan tersebut dirangkai dengan jamuan makan siang sebagai bentuk apresiasi KONI Aceh.
Pelatih Wushu Juga Dapat Dukungan
Dukungan serupa diberikan kepada Victor, pelatih Timnas Wushu Indonesia di Asian Games ke-20 yang berasal dari Aceh. Dana tali asih diserahkan Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husen.
Victor merupakan mantan atlet wushu Aceh yang memiliki pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan wushu di Indonesia. Di Asian Games Nagoya, ia menjadi salah satu pelatih yang mendampingi 11 atlet wushu Indonesia.
Victor mengatakan Indonesia memiliki peluang meraih medali emas, terutama pada nomor seni. Sementara pada nomor sanda, peluang juga terbuka pada salah satu kelas putri.
“Kita menghadapi hegemoni Cina dan Korea yang begitu kuat di Wushu, namun peluang lebih besar ada di kelas seni,” kata Victor.
Kennedi berharap pengalaman Victor di tingkat internasional dapat terus berkembang dan memberikan dampak bagi pembinaan wushu Aceh. “Kita ingin agar prestasi wushu Aceh terus meningkat di masa mendatang,” kata Kennedi.
Ia menyebut pengalaman pelatih dengan jam terbang internasional menjadi modal bagi wushu Aceh dalam menghadapi agenda PON mendatang. Pada PON Aceh-Sumut, skuad wushu Aceh meraih tiga medali perak.
KONI Aceh juga mengingatkan para atlet dan pelatih untuk menjaga kesehatan serta pola makan selama menjalani Asian Games. Pon Yaya turut mengingatkan para atlet asal Aceh untuk tetap berdoa dan menjalankan kewajiban agama.
Asian Games ke-20 di Nagoya, Jepang, dijadwalkan dibuka secara resmi pada 19 September 2026. Rombongan atlet Indonesia menuju Jepang berangkat secara bertahap, mulai 16 hingga 20 September 2026, termasuk tim menembak yang dijadwalkan berangkat pada 20 September. (id64)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda