Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Konselor Nancy Marduli Apresiasi Pembangunan Perguruan Buddhis Purnama Pelita Harapan Pantai Labu

Redaksi
Redaksi
Jumat, 6 November 2026 - 7.51 PM WIB
Konselor Nancy Marduli Apresiasi Pembangunan Perguruan Buddhis Purnama Pelita Harapan Pantai Labu
Konselor sekaligus pengajar Dharma Buddhis, Nancy Marduli, mengapresiasi pembangunan Perguruan Buddhis Purnama Pelita Harapan di Desa Paluh Sibaji, Jumat (6/11/26). Waspada.id/Idris Lubis
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

PANTAI LABU (Waspada.id): Konselor sekaligus pengajar Dharma Buddhis, Nancy Marduli, S.Sn, C.Ht, dari kota Jakarta mengapresiasi pembangunan Perguruan Buddhis Purnama Pelita Harapan di Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang.

Ia menilai, pembangunan sekolah tersebut merupakan sebuah langkah luar biasa dalam mempersiapkan sarana pendidikan bagi generasi masa depan.

Apresiasi itu disampaikan Nancy saat berkunjung langsung untuk melihat progres pembangunan sekolah tersebut, Jumat (6/11/26).

Dalam kunjungan itu, Nancy didampingi Romo Subbato dan disambut Ketua Yayasan Purnama Satya Dharma Pantai Labu, Bunhui Awi, pengurus yayasan, Lao Shi Kim Han, serta pengurus Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Cabang Pantai Labu.

Saat diwawancarai, Nancy mengaku terkesan melihat pembangunan sekolah yang berada di kawasan yang bukan perkotaan. Terlebih, berdasarkan penjelasan pengurus, lokasi pembangunan tersebut sebelumnya merupakan kawasan rawa, bukan tanah padat.

"Saya begitu sampai ke tempat ini merasa sangat bahagia. Ini benar-benar bisa dibilang sebuah keajaiban. Apalagi, setelah mendengar cerita dari pengurus bahwa lokasi pembangunan ini bukan tanah padat, melainkan rawa. Itu luar biasa," ungkapnya.

Konselor Nancy Marduli Apresiasi Pembangunan Perguruan Buddhis Purnama Pelita Harapan Pantai Labu

Menurut Nancy, pembangunan sekolah tersebut patut mendapat dukungan bersama karena nantinya akan menjadi sarana pendidikan untuk membentuk dan mendidik anak-anak sebagai generasi penerus.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk saling mendukung dan membantu agar pembangunan sekolah dapat berjalan dengan baik serta menjadi tempat pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga berpesan kepada pengurus yayasan dan panitia pembangunan agar senantiasa menjaga kekompakan dan kebersamaan, terutama ketika menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan pembangunan.

"Pada awalnya mungkin mudah untuk bekerja sama karena memiliki motivasi yang sama. Namun, ketika sudah berjalan dan menghadapi perjuangan, kekompakan harus tetap dijaga. Jika ada perbedaan pendapat, hendaknya diselesaikan secara damai, tenang, dan dengan pikiran terbuka," pesannya.

Nancy juga mengajak para donatur yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan untuk datang langsung melihat kondisi pembangunan sekolah tersebut.

Dikatakannya, dengan melihat secara langsung, para donatur dapat mengetahui bahwa bantuan yang diberikan benar-benar digunakan untuk sesuatu yang nyata dan memiliki manfaat jangka panjang.

"Kalau para donatur datang langsung, mereka akan melihat bahwa ini nyata. Mereka yang memiliki hati besar dan berkenan menyisihkan sebagian rezekinya bisa merasakan bahwa apa yang dibagikan benar-benar luar biasa manfaatnya bagi tempat ini, masyarakat, dan anak-anak di masa depan," ujarnya.

Ia berharap Perguruan Buddhis Purnama Pelita Harapan dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang memberikan manfaat bagi umat Buddha dan masyarakat luas, sekaligus menjadi tempat pembinaan pendidikan, etika, serta nilai-nilai Dharma bagi generasi muda.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi pengurus yayasan dan panitia pembangunan untuk terus melanjutkan pembangunan sekolah yang diharapkan menjadi sarana pendidikan Buddhis bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Pantai Labu dan sekitarnya.(id.28/Idris Lubis)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement