Korban Longsor Sanehen Rosita Inen Edi Meninggal di RSUDZA Banda Aceh


TAKENGON (Waspada.id): Rosita (Ita) Inen Edi, korban longsor Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Jumat (6/11) sekitar pukul 01.20 WIB dini hari.
Rosita mengalami luka berat pada kaki kanan dan kiri saat peristiwa longsor tanggal 13 September lalu. Ia kemudian dibawa ke RSUDZA bersama keponakannya untuk menjalani perawatan selama hampir dua bulan.
Sastri Dalila, sepupu almarhumah dari keluarga besar Empun Piah‑Rebiah (EPR), mengonfirmasi kabar duka tersebut melalui pesan WhatsApp Jumat pagi.
"Almarhumah Ita merupakan salah satu korban longsor di Sanehen, Kecamatan Silih Nara. Ia mengalami luka berat pada kaki kanan dan kiri lalu dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh bersama keponakannya," ujar Sastri.
Sepupu lainnya, Masniar atau Ipak Inen Fahrizi yang berada di rumah duka, menyampaikan jenazah Rosita telah tiba di Silih Nara dan berada di rumah anak keduanya bernama Ati di Sagi Indah Wih Bakong.
"Insyaallah jenazah akan disalatkan selepas Salat Jumat di Masjid Sanehen, lalu dikebumikan di Sanehen," ungkap Masniar.
Rosita merupakan anak sulung dari lima bersaudara pasangan Aman Ita dan Fatimah. Ia meninggalkan lima orang anak yakni Edi, Ati, Samiah, Ramlandi, Sahlandi, serta delapan orang cucu.
Sebagaimana diketahui, longsor menerjang Kampung Sanehen pada 13 September lalu. Peristiwa itu semula menyebabkan Nazila (9) meninggal dunia dan 13 orang lainnya luka‑luka. Satu unit rumah milik Aliyah (74) tertimbun material longsor saat sedang berlangsung arisan keluarga yang dihadiri kerabat dari Kampung Paya Reje dan Kampung Bintang.
Kini Rosita menyusul meninggal setelah berjuang selama hampir dua bulan menjalani perawatan akibat luka yang diderita pada tragedi tersebut.
Keluarga besar Empun Piah‑Rebiah merasa sangat berduka atas kepergian Rosita. Masyarakat berdoa agar almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Sumber informasi: Yusradi Usman Al‑Gayoni dan keterangan keluarga besar Empun Piah‑Rebiah (EPR).(id86)
Berita Terkait












































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda