Breaking News
Memuat breaking news...

KSSK Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Redaksi
Redaksi
Selasa, 28 Juli 2026 - 8.30 AM WIB
KSSK Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Pjs Gubernur BI Destry Damayanti (tengah), Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu (kanan) dan Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung kebijakan pemerintah. Komitmen tersebut disampaikan usai rapat yang dipimpin Presiden RI di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Rapat dihadiri Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, serta Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.

Usai pertemuan, Destry menegaskan penguatan koordinasi menjadi fokus utama KSSK agar kebijakan masing-masing otoritas dapat berjalan selaras dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Intinya adalah ke depan bagaimana KSSK terus, di dalam KSSK-nya juga terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama, khususnya terkait dengan kebijakan-kebijakan di mana masing-masing kita ada kebijakan yang bisa, harus, kita koordinasikan," ucap Destry kepada awak media.

Menurutnya, seluruh anggota KSSK akan terus memperkuat sinergi, baik Bank Indonesia, OJK, LPS, maupun Kementerian Keuangan, guna memastikan kebijakan yang diambil saling mendukung.

"Intinya tadi seperti itu, peningkatan dari masing-masing, dari Bank Indonesia apa yang bisa dilakukan, dari OJK, dari LPS, dan kemudian juga dari Kementerian Keuangan," ucap Destry.

Di bidang moneter, Destry menegaskan Bank Indonesia tetap memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, BI akan terus aktif berada di pasar melalui berbagai instrumen kebijakan.

"Kami juga akan terus berada di pasar, baik dengan melalui intervensi di spot, DNDF (domestic non-deliverable forward), ataupun NDF (non-deliverable forward). Dan juga tentunya di satu sisi juga kebijakan kami yang bersifat untuk pro-growth akan kami teruskan melalui kebijakan makroprudensial kami," kata Destry.

Selain menjaga stabilitas pasar keuangan, BI juga akan melanjutkan kebijakan yang bertujuan menarik aliran modal asing ke Indonesia. Salah satunya melalui insentif berupa penurunan biaya hedging sebagaimana diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Juli lalu.

Destry memastikan seluruh jajaran Bank Indonesia tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai mandat yang diberikan, termasuk menjaga kesinambungan kebijakan di tengah dinamika ekonomi global.

"Jadi kami berlima dengan ADG (anggota dewan gubernur) yang lain akan terus komitmen dan terus melanjutkan keberlangsungan tugas kami sesuai dengan amanah yang telah dimandatkan kepada kami di Bank Indonesia," tutur Destry.

Melalui penguatan koordinasi KSSK yang dipimpin langsung Presiden RI, pemerintah berharap stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga sehingga mampu mempertahankan kepercayaan pasar, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Rep)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement