Breaking News
Memuat breaking news...

KSTI 2026, Bahlil Ajak Perguruan Tinggi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Redaksi
Redaksi
Minggu, 28 Juni 2026 - 10.59 AM WIB
KSTI 2026, Bahlil Ajak Perguruan Tinggi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengajak kalangan perguruan tinggi untuk berperan aktif mendukung penguatan ketahanan energi nasional melalui dialog, pemikiran, dan inovasi. Menurutnya, keterlibatan sivitas akademika menjadi penting dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis di sektor energi dan sumber daya mineral.

Ajakan tersebut disampaikan Bahlil saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (27/6). Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut dihadiri sekitar 2.600 peserta yang terdiri atas rektor, dekan, guru besar, dan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia.

"Hari ini saya merasa berbahagia bisa melakukan dialog terbuka dengan rektor, profesor, dekan, kaum-kaum intelektual. Saya senang karena kita sedang melakukan diskusi terhadap kebijakan negara di sektor ESDM oleh orang-orang yang luar biasa," ujar Bahlil.

Dalam paparannya, Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan peningkatan produksi migas, tingginya kebutuhan energi nasional, serta ketergantungan terhadap impor sejumlah komoditas energi. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah terus mendorong peningkatan lifting migas, penguatan bauran energi nasional, pengamanan cadangan energi, pengembangan energi alternatif, serta hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional.

Sarasehan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang menjadi ruang dialog antara pemerintah dan sivitas akademika dalam membahas berbagai tantangan serta strategi penguatan ketahanan energi nasional. Forum tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung percepatan agenda strategis nasional.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa berbagai agenda penguatan ketahanan energi nasional memerlukan dukungan riset, inovasi, dan sumber daya manusia unggul yang dihasilkan perguruan tinggi. Menurutnya, keterlibatan para akademisi dan peneliti menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan teknologi serta menghasilkan solusi yang berdampak bagi pembangunan nasional.

Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan industri diharapkan semakin memperkuat pengembangan talenta, riset, dan inovasi yang mendukung ketahanan energi nasional serta mewujudkan Indonesia yang maju berbasis sains dan teknologi.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement