Breaking News
Memuat breaking news...

Kuliner Tradisional Aceh Singkil Masuk Nominasi Resep Menu Nusantara BPS RI

Redaksi
Redaksi
Kamis, 6 Agustus 2026 - 5.35 PM WIB
Kuliner Tradisional Aceh Singkil Masuk Nominasi Resep Menu Nusantara BPS RI
Ketua MAA H Zakirun Pohan bersama Kepala BPS Subhan, serta Ketua DWP Maulidariah dan anggota bidang Putroe Phang MAA, saat menunjukkan hasil masakan kuliner tradisional nditak matah dan ndelabakh manuk. WASPADA/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SINGKIL (Waspada.id): Dua jenis kuliner tradisional Kabupaten Aceh Singkil, nditak matah dan ndelabakh manuk, berhasil masuk dalam nominasi nasional BPS RI, setelah melalui tahapan penilaian di BPS Provinsi Aceh.

Cita rasa khas Kuliner tradisional Kabupaten Aceh Singkil ini akhirnya terpilih mewakili Provinsi Aceh, dalam ajang perlombaan sajian makanan tradisional, yang akan masuk dalam buku “Resep Menu Nusantara” yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) RI di Jakarta.

Keberhasilan ini diraih setelah cita rasa dan keunikan kedua hidangan tersebut diperkenalkan secara meluas melalui program pelestarian budaya lokal Aceh Singkil.

Di samping itu, BPS Aceh Singkil bersama Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil juga telah melaksanakan demonstrasi memasak kuliner tradisional nditak matah dan ndelabakh manuk di Kantor BPS setempat.

Terkait nominasi kategori kuliner tradisional tersebut, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil, H Zakirun Pohan SAg MM saat dikonfirmasi Waspada.id mengungkapkan, bahwa keberhasilan tersebut diperoleh usai proses pembinaan dan pendampingan berkelanjutan yang dilakukan MAA bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Singkil.

Zakirun menjelaskan, kedua makanan tradisional itu sebelumnya telah dipromosikan dalam berbagai agenda sosialisasi. Salah satunya melalui kegiatan demonstrasi memasak yang diselenggarakan atas kerja sama MAA Aceh Singkil dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPS Kabupaten Aceh Singkil pada pertengahan Juli 2026.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak mengenali langsung tata cara dan proses pembuatan nditak matah serta ndelabakh manuk.

Kuliner warisan leluhur yang telah berakar kuat dalam tradisi masyarakat Aceh Singkil yang telah bersiap-siap melaju ke panggung nasional.

"Kedua kuliner tersebut tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga mengandung nilai budaya yang sudah melekat sejak turun-temurun," tutur Zakirun.

Secara adat, hidangan unik ini kerap disajikan dalam prosesi peletakan tiang pertama pembangunan rumah.

Selain mengandung nilai sakral, masyarakat setempat juga memercayai khasiat kesehatan dari kuliner ini, salah satunya membantu memperlancar produksi air susu ibu (ASI) bagi ibu yang baru melahirkan.

Sebagai langkah perlindungan hukum dan pelestarian aset budaya daerah ini, nditak matah dan ndelabakh manuk ini juga telah terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Kabupaten Aceh Singkil, pungkas Zakirun.

Ketua Darma Wanita Perempuan (DWP) BPS Aceh Singkil Maulidariah, SPd, MPd, saat dikonfirmasi Waspada.id di Kantor BPS setempat, Kamis (6/8/2026) menyampaikan ucapan terimakasih bimbingan Putro Phang MAA Aceh Singkil yang telah membimbing mendemonstrasikan makanan tradisional khas Aceh Singkil.

Disebutkannya makanan tradisional Aceh Singkil, nditak matah dan ndelabakh manuk, berhasil masuk nominasi dalam penilaian BPS RI.

Dari 23 kabupaten kota di Aceh hanya 5 menu yang diusulkan BPS Aceh dalam nominasi ini.

Untuk menu utama yang masuk nominasi ini yakni, urutan satu Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk dari Aceh Singkil.

Urutan kedua, Nasi Kulah dan Keumamah dari Aceh Timur.

Kemudian kategori snack, yakni Lompong Sagu dari Subulussalam, dan Memek (kudapan khas Pulau Simeulue).

Sementara untuk kategori minuman yang masuk nominasi, Sirup Manggrove Nipah dari Langsa.

Selanjutnya 5 kategori yang masuk nominasi kategori kuliner tradisional Provinsi Aceh ini, akan dibukukan oleh BPS RI, sebagai salah satu resep menu nusantara.

Pengusulan 2 jenis kuliner ini sebelumnya juga sudah berdasarkan kajian dan telah mengikuti ketentuan dan syarat dari BPS RI.

Penilaian kuliner yang diikutsertakan ini yakni yang berbahan lokal dan mudah didapat, citarasa dan keunikannya.

Kemudian telah melewati proses validasi nilai gizi oleh Dinas Kesehatan dan ahli gizi. Maka dipilih sajian nditak matah dan ndelabakh manuk serta minuman khas godekh sagu.

“Kita berharap kuliner tradisional Aceh Singkil ini bisa meraih nominasi 1 dalam resep menu nusantara mewakili Provinsi Aceh,” pungkas Maulidariah. (id.81).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement