Breaking News
Memuat breaking news...

Kunjungan Pemprov Sumut ke China Tindak Lanjut Minat dan Keseriusan Investor, Tanpa Gunakan APBD

Redaksi
Redaksi
Kamis, 15 Oktober 2026 - 2.03 PM WIB
Kunjungan Pemprov Sumut ke China Tindak Lanjut Minat dan Keseriusan Investor, Tanpa Gunakan APBD
Delegasi Xiamen bertemu Gubernur Sumut beberapa waktu lalu. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya memperluas peluang investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan kawasan industri, dan penciptaan lapangan kerja.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menindaklanjuti ketertarikan dan keseriusan calon investor asal China terhadap rencana pengembangan Kawasan Industri Strategis Sumut (KISS) di Tanjung Kasau melalui kunjungan kerja ke Xiamen, China.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumatera Utara, Dr. Dikky Anugerah, S.Sos, MSP, Kamis (15/10/2026) menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilaksanakan atas undangan Tianyuan Group sebagai kelanjutan dari komunikasi dan penjajakan investasi yang telah berlangsung sebelumnya.

Sebelum kunjungan ke Xiamen, rombongan Tianyuan Group telah datang langsung ke Sumatera Utara, melakukan pertemuan dengan jajaran Pemprov Sumut, serta meninjau lokasi rencana pengembangan kawasan industri di Tanjung Kasau.

Menurut penjelasan Dikky, kunjungan balasan tersebut merupakan bagian dari upaya memperdalam pembahasan mengenai potensi kerja sama, kapasitas calon investor, kebutuhan infrastruktur, dukungan teknologi, serta tahapan yang diperlukan untuk merealisasikan investasi.

Langkah tersebut juga menjadi kesempatan bagi Pemprov Sumut untuk memperoleh gambaran lebih menyeluruh mengenai kemampuan dan pengalaman calon mitra investasi sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Di tengah persaingan antardaerah dalam menarik investasi, komunikasi aktif dengan calon investor menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan potensi daerah dan menindaklanjuti peluang kerja sama yang memiliki prospek ekonomi.

Diikuti Empat Pejabat Sesuai Tugas dan Fungsi

Kunjungan kerja ke Xiamen, China 14 sampai 19 Oktober itu diikuti empat pejabat Pemprov Sumut, yakni Kepala Bapperida, Dr. Dikky Anugerah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral, Dedi JP Harahap, S. STP, MSP, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Nurbaiti Harahap, S.Sos, MAP serta Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bapperida Sumatera Utara, Sry Puspa Sari.

Keikutsertaan para pejabat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pembahasan yang mencakup aspek perencanaan pembangunan, pengembangan industri, pelayanan investasi, dan penguatan perekonomian daerah serta merupakan bagian dari tim yang terlibat langsung dalam proses perancangan pembangunan KISS di Tanjung Kasau.

Keterlibatan perangkat daerah terkait diharapkan membuat pembahasan dengan calon investor berlangsung lebih terarah, terutama dalam mengidentifikasi kesiapan kawasan, kebutuhan pembangunan infrastruktur, peluang pengembangan industri, serta mekanisme kerja sama yang memungkinkan untuk ditindaklanjuti.

Kantongi Izin Pemerintah Pusat dan Tidak Membebani APBD

Dikky menjelaskan bahwa perjalanan dinas luar negeri tersebut telah melalui mekanisme administrasi dan memperoleh izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Ia juga menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara. Pembiayaan perjalanan dibebankan kepada Tianyuan Group selaku pihak pengundang.

Kunjungan kerja tersebut juga tidak serta-merta menjadi dasar pemberian persetujuan investasi maupun perlakuan khusus kepada pihak tertentu. Pemprov Sumut menempatkan transparansi dan akuntabilitas sebagai prinsip penting dalam proses penjajakan investasi. Setiap rencana kerja sama tetap harus mengikuti kajian, prosedur, dan ketentuan perizinan yang berlaku.

Investasi Dibutuhkan untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Pengembangan KISS di Tanjung Kasau merupakan salah satu peluang untuk memperluas kegiatan industri dan memperkuat struktur perekonomian Sumatera Utara.

Apabila investasi dapat direalisasikan, pengembangan kawasan industri tersebut diharapkan mampu menarik kegiatan usaha baru, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, serta membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk terlibat dalam rantai pasok industri.

Selain itu, pertumbuhan kegiatan industri berpotensi menggerakkan sektor perdagangan, transportasi, logistik, jasa, dan berbagai aktivitas ekonomi pendukung lainnya.

Dalam konteks tersebut, komunikasi langsung dengan calon investor menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkenalkan potensi ekonomi Sumatera Utara sekaligus menilai kesesuaian rencana investasi dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Penjajakan investasi juga diperlukan untuk memastikan bahwa peluang kerja sama tidak berhenti pada penyampaian minat, tetapi dapat diarahkan menuju pembahasan teknis, kajian kelayakan, dan langkah realisasi yang terukur.

Akademisi USU: Investasi Merupakan Strategi Pembiayaan Alternatif Pembangunan

Dari perspektif ekonomi pembangunan, penguatan investasi daerah memiliki arti penting di tengah keterbatasan ruang fiskal pemerintah.

Dr. Wahyu Ario Pratomo, S.E., M.Ec., Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU), menyoroti pentingnya kreativitas dan inovasi pemerintah daerah dalam memperluas sumber pembiayaan pembangunan.

Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional yang mendorong daerah semakin mandiri, mampu mengoptimalkan potensi ekonominya, serta tidak hanya bergantung pada APBD dalam menggerakkan pembangunan.

Dalam kerangka itu, kerja sama investasi dengan sektor swasta, termasuk investor asing, dapat menjadi bagian dari strategi pembiayaan alternatif (alternative financing) untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Investasi produktif memungkinkan berkembangnya kegiatan ekonomi dan pembangunan kawasan industri dengan dukungan modal, teknologi, serta pengalaman usaha dari sektor swasta.

Dengan demikian, peran investasi tidak sebatas menambah aliran modal ke daerah, tetapi juga berpotensi memperkuat kapasitas produksi, menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan daya saing ekonomi.

Meski demikian, kerja sama investasi tetap memerlukan perencanaan yang matang, kepastian hukum, kajian kelayakan, dan pengelolaan risiko agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Iklim Investasi Kondusif Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Penguatan investasi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga dunia usaha, perguruan tinggi, media massa, dan kelompok masyarakat.

Iklim investasi yang kondusif dibangun melalui kepastian hukum, transparansi kebijakan, pelayanan publik yang baik, stabilitas sosial, serta komunikasi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam hal ini, media massa dan masyarakat memiliki peran strategis untuk memberikan informasi yang akurat, melakukan pengawasan, dan mendorong tata kelola investasi yang sehat.

Kritik serta pengawasan publik merupakan bagian penting dari proses pembangunan. Pengawasan yang objektif dan berbasis fakta dapat berjalan seiring dengan upaya menciptakan kepastian bagi calon investor.

Kondisi tersebut diperlukan agar Sumatera Utara dapat menjadi tujuan investasi yang kompetitif sekaligus memastikan setiap kegiatan usaha menghormati ketentuan hukum, kepentingan masyarakat, dan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Realisasi Investasi Jadi Ukuran Keberhasilan

Pemprov Sumut menempatkan realisasi investasi dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sebagai tujuan utama dari proses penjajakan dengan Tianyuan Group.

Karena itu, tindak lanjut kunjungan ke Xiamen perlu diarahkan pada pembahasan yang lebih konkret mengenai kelayakan pengembangan kawasan, kebutuhan infrastruktur, kesiapan investasi, serta peluang pelibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal.

Setiap rencana investasi tetap harus melalui tahapan kajian dan perizinan sesuai peraturan perundang-undangan.

Keberhasilan penjajakan tidak cukup diukur dari jumlah pertemuan atau besarnya minat awal calon investor, melainkan dari realisasi penanaman modal, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri, serta dampak nyata terhadap perekonomian daerah.

Melalui komunikasi yang berkelanjutan dengan Tianyuan Group dan calon investor lainnya, Pemprov Sumut berharap pengembangan KISS di Tanjung Kasau dapat bergerak menuju tahapan yang lebih konkret.

Kunjungan kerja ke Xiamen menjadi bagian dari langkah aktif pemerintah daerah dalam menindaklanjuti peluang investasi yang telah dibangun sebelumnya. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian pembangunan, memperluas sumber pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.(id96)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement