Breaking News
Memuat breaking news...

Laba Indosat Melonjak 37,2%, Pendapatan AI Cloud Tembus US$50 Juta

Redaksi
Redaksi
Kamis, 29 Oktober 2026 - 2.14 PM WIB
Laba Indosat Melonjak 37,2%, Pendapatan AI Cloud Tembus US$50 Juta
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Di tengah percepatan transformasi digital, perusahaan telekomunikasi ini membukukan pertumbuhan pendapatan dua digit dan peningkatan laba bersih, sekaligus memperluas bisnis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pendapatan Indosat hingga kuartal III-2026 tumbuh 11% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp45,8 triliun. EBITDA mencapai Rp21,1 triliun, sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 37,2% menjadi Rp4,9 triliun.

Kinerja tersebut memperkuat fondasi keuangan Indosat untuk mengembangkan sumber pertumbuhan baru di luar bisnis konektivitas, terutama infrastruktur dan solusi AI. Perusahaan tetap mengandalkan bisnis inti telekomunikasi sebagai penopang utama transformasi menuju perusahaan teknologi berbasis AI atau AI TechCo.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha mengatakan, kekuatan bisnis telekomunikasi menjadi modal utama perusahaan dalam mempercepat ekspansi teknologi sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya. Investasi kami di bidang AI kini mulai menunjukkan kontribusi bisnis yang nyata," ujar Vikram Sinha, Kamis (29/10).

"Kami juga terus membangun kapabilitas untuk menjawab tingginya kebutuhan akan infrastruktur dan solusi AI, baik di Indonesia maupun di kancah global. Pada akhirnya, tujuan kami tetap sama, yaitu memberdayakan Indonesia. Kami ingin memastikan teknologi semakin mudah diakses, sekaligus mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan maupun perekonomian secara luas,” sambungnya.

Bisnis Telekomunikasi Tetap Jadi Mesin Pertumbuhan

Di tengah ekspansi AI, bisnis inti telekomunikasi masih menjadi penggerak utama kinerja Indosat. Perusahaan memanfaatkan strategi AI hyper-personalization berbasis data untuk menghadirkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan, meningkatkan monetisasi, serta menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Strategi tersebut turut mendorong peningkatan rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan sebesar 16,5% secara tahunan menjadi Rp46.000.

Pada saat yang sama, trafik data meningkat 16% menjadi 14.829 petabyte. Pertumbuhan ini didukung pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memahami perilaku pelanggan, investasi berkelanjutan dalam kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan kapabilitas jaringan 5G.

Peningkatan trafik data dan ARPU menjadi indikator penting bagi Indosat dalam mengoptimalkan bisnis konektivitas sekaligus memperkuat kemampuan finansial untuk mendanai investasi teknologi baru.

Pendapatan AI Cloud Capai US$50 Juta

Selain memperkuat bisnis telekomunikasi, Indosat mulai mengembangkan AI sebagai sumber pendapatan baru. Salah satu pencapaiannya terlihat dari bisnis Solusi Indosat AI Cloud yang mencatatkan pendapatan US$50 juta selama sembilan bulan pertama 2026.

Angka tersebut melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai US$28 juta. Indosat memperkirakan pendapatan bisnis AI Cloud dapat mencapai US$100 juta pada akhir 2026, seiring meningkatnya permintaan terhadap komputasi AI dan layanan cloud.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan upaya perusahaan mengubah investasi infrastruktur dan teknologi menjadi peluang bisnis yang menghasilkan pendapatan. Dengan demikian, AI tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan layanan, tetapi juga diposisikan sebagai mesin pertumbuhan baru di samping bisnis telekomunikasi.

Indosat pun mengembangkan ekosistem AI terintegrasi atau full-stack AI yang mencakup konektivitas, jaringan fiber optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.

Pengembangan ekosistem tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha terhadap infrastruktur dan solusi AI, baik di pasar domestik maupun global.

Bangun Infrastruktur AI Berkapasitas Besar

Untuk mendukung strategi tersebut, Indosat memanfaatkan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer milik RAIA Grid sebagai tulang punggung konektivitas yang menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai kebutuhan implementasi AI.

Perusahaan juga mengembangkan infrastruktur AI generasi berikutnya melalui Zankore by Indosat. Inisiatif ini memiliki ambisi jangka panjang untuk mencapai kapasitas infrastruktur AI hingga 1 gigawatt (GW).

Kombinasi jaringan fiber, infrastruktur komputasi, dan layanan AI diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengakses serta mengimplementasikan teknologi tersebut sesuai kebutuhan bisnisnya.

Indosat juga memperluas akses terhadap teknologi AI melalui Indosat Intelligence Suite, solusi yang diluncurkan melalui kemitraan strategis dengan F5.

Layanan tersebut memberikan akses terkelola kepada pelanggan korporasi terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi. Solusi ini dirancang untuk membantu perusahaan mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, serta memperluas adopsi teknologi secara lebih terukur.

Keterlibatan perusahaan teknologi global sebagai pelanggan juga menjadi bagian dari upaya Indosat memperluas pasar komersial bagi solusi AI yang dikembangkannya.

Melalui strategi tersebut, Indosat berupaya memadukan kekuatan bisnis telekomunikasi dengan pengembangan ekosistem AI untuk menciptakan sumber pendapatan baru dan menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung transformasi digital pelaku usaha di Indonesia serta memperkuat posisi nasional dalam persaingan ekonomi digital regional dan global. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement