Breaking News
Memuat breaking news...

Lahan Pertanian Tidak Terdampak Buruk Erupsi Sinabung

Redaksi
Redaksi
Jumat, 4 September 2026 - 10.18 AM WIB
Lahan Pertanian Tidak   Terdampak Buruk Erupsi Sinabung
Petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengamani tanaman hortikultura yang terkena abu dari erupsi Gubung Sinabung. Waspada.Id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.Id): Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut, memastikan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, tidak berdampak buruk pada lahan pertanian. Sejumlah areal komoditas pangan dan hortikultura yang terdampak akibat abu vulkanik, tidak mengalami kerusakan parah. Bahkan lahan pertanian yang terdampak, kini sudah sudah mulai pulih.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Fariz Haholongan Hutagalung, kepada wartawan, Jumat (4/9). Dia merespon pertanyaan terkait dengan dampak erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada Senin (31/8) lalu terhadap lahan pertanian di Kabupaten Karo.

Fariz Halolongan Hutagalung mengakui, abu akibat erupsi Gubung Sinabung, juga mengenai lahan pertanian. Katanya, berdasarkan data, luas areal pertanian di Kabupaten Karo yang terdampak erupsi, mencapai 1.832 Hektar.

Namun, menurut Fariz, areal pertanian yang terkena dampak akibat abu vulkanik, tidak mengaIami kerusakan parah. Dia bilang, sampai saat ini, seluas 1.677 hektar dari luas total lahan pertanian di Kabupaten Karo sudah mulai pulih.

"Untuk komoditas pangan dan hortikultura, sejauh masih aman dan tidak mengalami kerusakan. Abu vulkanik tidak sampai merusak, apalagi menyebabkan gagal panen," katanya.

Untuk membantu para petani di Karo, menurut Fariz, pihaknya juga telah memberikan bantuan. Diantaranya mist blower, untuk membantu pembersihan abu vulkanik yang mengenai tanaman warga. Kemudian, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) juga terus melakukan pemantauan di lapangan, terhadap aktivitas pertanian.

"POPT terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karo dan penyuluh, terkait dengan data yang terkena bencana erupsi Gunung Sinabung, termasuk kerusakan pada tanaman," ucap Fariz.

Kemudian, kata Fariz, pihaknya juga masih tersus berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemkab Karo untuk memantau perkembangan aktivitas pertanian.

Selanjutnya, disampaikan Fariz, sampai saat ini, petugas juga terus aktif melakukan pemantauan di Posko – Posko yang sudah dibangun. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah, untuk mengantisipasi bila mana erupsi susulan terjadi. "Tapi, tentu, kita berharap erupsi Gunung Sinabung berhenti dan aktivitas pertanian dapat berjalan dengan sebaiknya, " ucap dia. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement