Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Lampu Jalan ke P. Lombang Sergai Mati, Rawan Kejahatan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 6 November 2026 - 4.03 PM WIB
Lampu Jalan ke P. Lombang Sergai Mati, Rawan Kejahatan
Suasana siang dan malam pada foto dua dimensi memperlihatkan jalan gelap tanpa penerangan. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

TEBINGTINGGI (Waspada.id): Lampu penerang jalan lintasan perbatasan Tebingtinggi-Serdang Bedagai, mulai Simpang Takari, Kel. Lalang, Kec. Rambutan hingga ke Desa Paya Lombang, Kec. Tebingtinggi sepanjang sekira 1,5 Km, sebagian besar mati. Akibatnya, masyarakat yang melintas di jalan yang seluruhnya berada di areal kebun sawit Perkebunan Rambutan PTPN III rawan terhadap kejahatan.

Pantauan Waspada.id, Kamis (5/11), sebagian besar lampu penerang jalan di lintasan jalan itu dalam keadaan rusak sehingga membutuhkan perbaikan terhadap peralatan lampu jalan itu. Informasi yang diterima, sebelumnya PLN telah memasang lampu tenaga surya, namun ternyata kebanyakan hilang karena pencurian. PLN akhirnya mengganti dengan lampu kabel yang kini banyak rusak.

Seorang warga, Kel. Mekar Sentosa, Bambang Saragih, 35, menyatakan bahwa rusaknya lampu jalan lintasan Desa Paya Lombang sudah berlangsung beberapa bulan belakangan ini. Meski keadaan itu sudah dilaporkan kepada instansi terkait, mulai dari PLN, kecamatan hingga OPD terkait. "Udah beberapa kali kita laporkan tapi belum ada realisasinya," keluh Bambang yang juga aktifis pemuda Parpol ini. Ada sekitar 30an tiang lampu yang tak berfungsi di sepanjang jalan itu, mulai jalan batas sampai gapura desa.

Ditambahkan warga Tebingtinggi itu, jalan lintas PayaLombang sejak lama di kenal sebagai lintasan rawan kejahatan, namun belakangan mulai aman karena jalannya bagus dan ada lampu penerang. "Kita khawatir jika keadaan lintasannya gelap, kejahatan akan marak kembali," jelas Bambang.

Selain itu, akses jalan ini banyak digunakan warga kedua daerah untuk distribusi hasil pertanian, perladangan dan industri rumahan. "Banyak yang sudah melintasi jalan ini sejak dini hari hingga Subuh," imbuh Bambang.

Terkait itu, Pemkab Sergai sendiri memiliki anggaran untuk lampu penerang jalan mencapai Rp6,68 miliar pada APBD TA 2026 untuk 174 titik. Pelaksanaan proyek ini menjadi sorotan di Sergai. Namun belum diketahui apakah dari titik-titik penerangan jalan yang ada sudah termasuk jalan lintas Paya Lombang. (Lik)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement