Breaking News
Memuat breaking news...

Langkah Nyata dari Desa Ajinembah: Tekan Stunting Lewat Pengelolaan Sampah dan Jamban Sehat

Redaksi
Redaksi
Senin, 10 Agustus 2026 - 10.33 AM WIB
Langkah Nyata dari Desa Ajinembah: Tekan Stunting Lewat Pengelolaan Sampah dan Jamban Sehat
Tim pengabdian masyarakat dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Medan menggelar program pemberdayaan di Desa Ajinembah, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KARO (Waspada.id): Masalah stunting pada balita tidak hanya bersumber dari kurangnya asupan gizi, tetapi juga berkaitan erat dengan sanitasi dan kebersihan lingkungan tempat tinggal. Merespons tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Medan menggelar program pemberdayaan di Desa Ajinembah, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.

Melalui kegiatan ini, warga diajak untuk mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme serta membangun jamban sehat secara gotong-royong demi mewujudkan lingkungan yang higienis dan bebas risiko penyakit.

Tantangan Sanitasi di Pedesaan

Laju pertumbuhan penduduk serta pola konsumsi masyarakat saat ini memicu peningkatan volume sampah, baik plastik maupun organik. Di sisi lain, praktik buang air besar sembarangan (BABS) dan keterbatasan fasilitas sanitasi yang layak di kawasan pedesaan masih menjadi persoalan serius.

Kondisi lingkungan yang tercemar limbah dapur dan kotoran manusia berpotensi memicu penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan infeksi cacing. Dalam jangka panjang, gangguan kesehatan yang berulang pada balita dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan memicu kejadian stunting.

Mengolah Limbah Dapur Menjadi Eco-Enzyme

Untuk menekan jumlah limbah organik rumah tangga, tim pengmas Poltekkes Kemenkes Medan melatih warga—terutama kelompok ibu rumah tangga dan kader posyandu—membuat eco-enzyme.

Proses pembuatan dilakukan dengan memanfaatkan sisa sayur dan kulit buah segar yang dicampur dengan gula merah dan air, lalu difermentasi selama tiga bulan dalam wadah kedap udara.

Cairan eco-enzyme yang dihasilkan memiliki beragam fungsi praktis untuk kebutuhan sehari-hari, antara lain: Pembersih lantai dan pembersih perabot rumah tangga yang ramah lingkungan; Pupuk organik cair untuk tanaman; Pestisida alami untuk kebun warga.

Pembangunan Jamban Sehat Berbasis Partisipasi Warga

Selain edukasi sampah, program ini merealisasikan pembangunan contoh jamban sehat berbasis partisipasi masyarakat. Bekerja sama dengan Pemuda Karang Taruna dan perangkat Desa Ajinembah, pembangunan dilakukan secara gotong-royong di rumah warga yang terpilih melalui musyawarah.

Fasilitas sanitasi ini dirancang memenuhi syarat kesehatan standar: Memiliki tangki resapan kedap air agar tidak mencemari sumber air minum; Dilengkapi ventilasi udara dan pencahayaan yang cukup; Konstruksi fisik yang rapat dan mudah dibersihkan.

Melalui pendekatan edukatif-teknis ini, masyarakat tidak sekadar menjadi penerima bantuan, tetapi juga mempelajari keterampilan teknis konstruksi dan pemeliharaan jamban sehat.

Evaluasi pelaksanaan kegiatan menunjukkan dampak positif pada perubahan perilaku warga Desa Ajinembah. Sebelum adanya intervensi, 100% responden sebenarnya sudah memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang baik mengenai kebersihan. Namun, seluruhnya (100%) belum menerapkan tindakan pengelolaan sampah dan sanitasi yang benar dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah mengikuti rangkaian pelatihan, simulasi, dan pendampingan:

Sebanyak 81,1% warga berhasil mengadopsi tindakan hidup bersih dan sehat.

Terjadi peningkatan keterampilan mandiri dalam mengolah limbah organik dan merawat sanitasi rumah tangga.


Menjaga Keberlanjutan Program

Keberhasilan program ini diharapkan tidak berhenti pada masa pelatihan saja. Kepala Desa Ajinembah beserta tokoh masyarakat berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan aksi gotong-royong ini melalui pembentukan kader lingkungan dan komite sanitasi desa.

Langkah selanjutnya adalah mengintegrasikan program pengelolaan sampah dan sanitasi ini ke dalam perencanaan pembangunan desa (RPJMDes). Dengan sinergi antara pemerintah desa, akademisi, dan masyarakat, Desa Ajinembah optimistis dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta bebas dari ancaman stunting. (Rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement