Lapisan Tanah di Ujung Jembatan Sei Meran Amblas, Kendaraan Roda Empat Tak Dapat Melintas


LANGKAT (Waspada.id): Struktur tanah di ujung jembatan penghubung antara Desa Sei Meran, Kec. Pangkalansusu dengan Lingk X, Kel. Bukit Kubu, Kec. Besitang, kembali amblas akibat dilanda hujan deras yang terjadi, Minggu (11/10).
Amblasnya struktur tanah di ujung jembatan membuat armada angkutan barang, khusunya truk-truk yang mengangkut hasil perkebunan berupa tandan buah segar kelapa sawit praktis tidak dapat melintas.
Pantauan waspada.id, di ujung jembatan tampak lubang besar menganga dengan deameter mencapai kurang lebih 1 meter. Lapisan tanah bercampur batu longsor ke tebing jurang yang kedalamannya mencapai belasan meter dari permukaan jembatan.
Jembatan sepanjang 20 meter ini sebelumnya sempat terputus akibat longsor ketika terjadi bencana geologis banjir bandang pada 26 November 2025 lalu. Lapisan permukaan aspal di ujungan jembatan amblas akibat tergerus air hujan.
Terjangan arus banjir yang sangat deras ketika itu memaksa konstruksi tanah di kedua ujung jembatan mengalami longsor. Kondisi ini menyebabkan hubungan kedua kecamatan pun terputus. Pasca banjir, jembatan ini total tidak dapat dilintasi.
Untuk menyambung 'urat nadi' transfortasi yang terputus akibat peristiwa bencana ini, Kades Sei Meran, Taufiq Tarigan, berinisiatif memasang material batang pohon kelapa di ujung jembatan agar akses jalan dapat kembali dilalui.
Sebagai catatan, jembatan ini dibangun oleh kolonial Belanda untuk konektifitas jalur kereta api trayek Besitang - Pangkalansusu. Memasuki era kemerdekaan, angkutan massal kereta api tenaga uap masih tetap beroperasi.
Namun, pada akhir tahun 1970-an, kereta api berhenti beroperasi. Karena akses jembatan dianggap vital bagi masyarakat, pihak Pemkab Langkat pada tahun 2000-an merehabilitasi jembatan ini dengan membangun lantai cor beton dan memasang pagar pengaman.
Kini, kondisi jembatan sudah sangat ringkih dan beresiko tinggi untuk dilintasi kenderaan angkutan berat. Tidak hanya lantai di ujung jembatan, tapi pagar beton sebagai pengaman kini telah keropos. Kondisi ini tentunya sangat membahayakan.
Permasalahan ini sudah pernah dilaporkan ke pihak kecamatan, bahkan Dinas PUPR Langkat, namun sampai kini belum mendapat perhatian yang serius. Masyarakat mendesak Pemkab Langkat agar segera memperbaiki infrastruktur jembatan sebelum korban berjatuhan. (id24)



















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda