Breaking News
Memuat breaking news...

Lebaran Yatim 1448 H, Bantuan Rp23,5 Miliar Disalurkan bagi Anak Yatim dan Difabel

Redaksi
Redaksi
Jumat, 26 Juni 2026 - 9.55 AM WIB
Lebaran Yatim 1448 H, Bantuan Rp23,5 Miliar Disalurkan bagi Anak Yatim dan Difabel
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Kementerian Agama (Kemenag) bersama berbagai mitra filantropi menghimpun sekaligus menyalurkan bantuan senilai Rp23,55 miliar kepada anak yatim dan penyandang disabilitas dalam rangka Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah. Program yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (25/6/2026), menjadi wujud kolaborasi pemerintah dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), perbankan syariah, serta berbagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS).

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan peringatan 10 Muharam harus dimaknai sebagai momentum menghadirkan kepedulian nyata bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Menurutnya, semangat utama yang perlu diwujudkan adalah membebaskan anak yatim dan kelompok rentan dari berbagai kesulitan hidup.

"Mari kita jadikan 10 Muharam ini sebagai hari pembebasan bagi kelompok anak yatim dan kelompok yang membutuhkan perhatian. Kita bebaskan mereka dari berbagai kesulitan hidup, kegalauan, dan penderitaan yang mereka alami," ujar Menag.

Nasaruddin menegaskan kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas tidak boleh berhenti pada pemberian santunan semata. Upaya yang lebih penting adalah membuka akses pendidikan, pengembangan potensi, serta memperluas ruang partisipasi mereka dalam kehidupan sosial.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Lebaran Yatim sebagai tradisi sosial yang terus tumbuh di Indonesia. Menurutnya, peringatan 10 Muharam dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas sekaligus memperluas manfaat bagi kelompok rentan.

"Kalau kita menjadi orang yang lapang dada, maka seluruh dendam akan terkubur, seluruh sakit hati akan terobati, dan berbagai persoalan dapat diselesaikan. Itulah makna lebaran yang sesungguhnya," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan santunan, melainkan membangun ekosistem apresiasi dan pemberdayaan bagi anak yatim serta penyandang disabilitas.

Menurutnya, pendekatan tahun ini menempatkan anak-anak sebagai subjek kegiatan. Mereka diberi kesempatan belajar, menampilkan bakat, mengembangkan keterampilan, hingga memamerkan hasil karya kepada masyarakat.

"Kami ingin menghadirkan ruang yang lebih luas bagi anak yatim dan penyandang disabilitas untuk mengekspresikan potensi terbaik mereka. Mereka bukan sekadar penerima manfaat, tetapi bagian penting dari pembangunan sosial keagamaan," ujar Abu.

Untuk mendukung tujuan tersebut, kegiatan dikemas dalam lima zona festival, yakni Zona Tumbuh sebagai ruang edukasi, Zona Berdaya untuk pengembangan kapasitas dan keterampilan, Barokah Market sebagai etalase produk pemberdayaan, Zona Ekspresi untuk kreativitas dan seni, serta Zona Cahaya yang menjadi arena pelelangan karya anak-anak binaan.

Abu menyebut kegiatan ini melibatkan 14 lembaga di tingkat pusat dengan kehadiran 395 anak yatim dan 55 penyandang disabilitas. Program juga dilaksanakan secara nasional melalui 34 Kantor Wilayah Kementerian Agama dan ratusan kantor Kemenag kabupaten/kota.

Kolaborasi diperkuat melalui dukungan lembaga zakat, lembaga wakaf, perbankan syariah, dunia usaha, dan organisasi filantropi yang berkontribusi dalam penyaluran bantuan, pemberdayaan, hingga dukungan pembiayaan di berbagai daerah.

"Kekuatan utama program ini adalah kolaborasi. Ketika pemerintah, lembaga zakat, lembaga wakaf, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama, manfaat yang dirasakan anak-anak menjadi jauh lebih besar," tuturnya.

Selain menghadirkan talkshow inspiratif bertajuk "Suara Anak untuk Negeri" dan berbagai pertunjukan talenta, rangkaian acara juga ditutup dengan program "Lelang Cahaya" yang melelang karya anak-anak binaan serta pemberian apresiasi kepada talenta dan lembaga pendukung terbaik.

Berdasarkan data panitia, program kolaborasi Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H telah menjangkau 50.113 anak yatim dan 2.488 penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. Total bantuan yang berhasil dihimpun dan disalurkan mencapai Rp23.554.782.009.

Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan nilai pendistribusian bantuan terbesar, yakni Rp7.575.980.800. Sementara Rumah Zakat tercatat sebagai lembaga dengan kontribusi penyaluran bantuan terbesar dalam program kolaborasi tersebut.

Abu Rokhmad menegaskan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, lembaga wakaf, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperluas manfaat bagi anak yatim dan penyandang disabilitas.

"Kolaborasi ini membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi gerakan bersama yang berdampak luas. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh anak-anak yatim dan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia," tandasnya.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement