Lebih 75 Kali Donor Darah Sukarela, Pembina Ruman Aceh Menerima PenghargaanLebih 75 Kali Donor Darah Sukarela, Pembina Ruman Aceh Menerima Penghargaan

BANDA ACEH (Waspada.id): Pembina Lembaga Pendidikan dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh menerima piagam penghargaan 75 kali donor darah sukarela.
Piagam tersebut diserahkan oleh Kepala UDD (Unit Donor Darah) PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Banda Aceh, dr. Mutia Abdullah, M.K.M., di kantor PMI Banda Aceh, Jumat (14/08/2026).
"Terima kasih kepada pendonor sukarela kita, bapak Ahmad Arif, yang rutin mendonorkan darahnya. Terima kasih sudah menjadi pahlawan sejati dan menjadi inspirasi dalam kemanusiaan", ujar dr. Mutia.
Dalam obrolan singkat usai menyerahkan piagam tersebut, dr. Mutia menuturkan bahwa permintaan darah saat ini mencapai 7.000 kantong per bulan, sedangkan ketersediaan berada pada angka 5.000 kantong.
"Semoga lebih banyak lagi pahlawan kemanusian, para pendonor darah sukarela yang berbagi untuk kehidupan. Salam semangat kemerdekaan", kata dr. Mutia.
Sementara itu, Ahmad Arif, Pembina Ruman Aceh mengatakan, bahwa dirinya, tanpa terasa, telah memasuki tahun ke 14 berdonor darah sukarela. Terakhir kali pada Rabu (11/8/2026) malam kemarin untuk kali ke 78.
"Alhamdulillah, masih Allah izinkan berbagi tetes darah buat yang sedang membutuhkan. Insya Allah akan terus dilanjutkan hingga akhir hayat. Terima kasih kepada PMI atas apresiasinya", kata Arif.
Bagi Arif, ada tiga hal yang menjadi pendorong. Pertama, berdonor darah secara sukarela merupakan ikhtiar sederhana dalam merawat sang raga, sebelum sang raga memaksa untuk merawatnya.
Kedua, menjadi semacam early warning system atau sistem pencegahan dan atau peringatan dini terhadap kondisi raga. Selama masih bisa berdonor itu artinya "dalaman" raga masih sehat pula.
Ketiga, motivasi religi seperti termaktub dalam Al Qur'an bahwa siapa saja yang membunuh satu jiwa, maka dia seperti telah membunuh seluruh manusia. Sebaliknya, bila menghidupkan (menyelamatkan) satu jiwa, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan semua manusia.
"Kita tidak pernah tahu bagaimana akan berakhir, juga tidak pernah tahu dalam kondisi apa nanti menutup hayat. Yang kita tahu adalah memaksimalkan kebermanfaatan kepada sesama, di mana pun berada", ungkap Arif tersenyum.
Oleh karena Arif memiliki golongan darah AB plus yang unik atau limited edition, sempat beberapa tahun, Arif mengkhususkan donor darah sukarelanya kepada anak dengan thalasemia asal Lamtamot, Aceh Besar.
"Kebaikan piagam penghargaan ini saya niatkan secara khusus untuk almarhumah ibunda tercinta yang wafat pada 24 Juli lalu di kampung halaman kami, Aceh Tenggara. Untukmu ibu, al Fatihah", pungkas Arif dengan mata berkaca-kaca.(id66)
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda