Breaking News
Memuat breaking news...

Ledakan Gudang Penyimpanan Bahan Peledak Renggut Nyawa 45 Orang

Redaksi
Redaksi
Senin, 1 Juni 2026 - 11.23 AM WIB
Ledakan Gudang Penyimpanan Bahan Peledak Renggut Nyawa 45 Orang
Ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

NAMHKAN, Myanmar (Waspada.id): Ledakan terjadi di sebuah bangunan yang diduga menyimpan bahan peledak untuk pertambangan di Kota Namhkan, Myanmar pada Minggu (31/5/2026). Akibatnya, 45 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 70 orang lainnya luka-luka.

Secara geografis, Kota Namhkam berada di lokasi strategis sekitar 3 kilometer di selatan perbatasan China. Wilayah ini berada di bawah kendali penuh Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA), salah satu kelompok bersenjata etnis yang aktif bertempur melawan rezim militer Myanmar.

Dikutip dari CNN, seorang petugas penyelamat yang bergegas ke lokasi ledakan mengatakan, 45 jenazah, termasuk enam anak-anak, telah ditemukan pada Minggu malam dan dibawa untuk dikremasi.

Petugas penyelamat, yang berbicara dengan syarat anonim karena alasan keamanan, mengatakan bahwa 74 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit setempat.

Seorang petugas penyelamat lainnya di Namhkam menuturkan, lebih dari 100 rumah di dekat lokasi ledakan rusak.

Media Myanmar, termasuk kantor berita daring Shwe Phee Myay di Negara Bagian Shan, melaporkan jumlah korban tewas berkisar antara 50 hingga 55 orang.

Mereka menerbitkan foto dan video yang menunjukkan asap dari ledakan serta bangunan dan puing-puing yang rusak sesaat setelah ledakan. Stasiun televisi pemerintah China, CCTV melaporkan, ledakan tersebut menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka, dengan banyak rumah penduduk yang mengalami kerusakan parah, tetapi tidak memberikan angka pasti.

Dipicu bahan peledak gelignit Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, titik ledakan berasal dari gudang penyimpanan berskala besar yang menampung bahan peledak untuk industri pertambangan.

Melalui pernyataan resmi di saluran Telegram, pihak TNLA mengakui bahwa komoditas yang meledak tersebut adalah gelignit.

Bahan peledak itu disimpan oleh departemen ekonomi kelompok TNLA untuk keperluan penggalian batu dan pertambangan di wilayah kekuasaan mereka.

Gelignit banyak digunakan dalam pertambangan dan peledakan batuan, tetapi bisa menjadi sangat tidak stabil seiring waktu dan jika disimpan dengan tidak benar.

Pihak berwenang setempat saat ini sedang memberikan bantuan, perawatan medis, dan bantuan pemukiman kembali kepada warga yang terdampak.

Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang adalah anggota dari aliansi pemberontak Tiga Persaudaraan. Kelompok itu telah menguasai wilayah Namhkam sejak aliansi dan sekutunya melancarkan serangan besar-besaran terhadap militer di Myanmar timur laut pada akhir 2023.

Anggota aliansi dan kelompok bersenjata etnis lainnya telah lama memperjuangkan otonomi yang lebih besar. TNLA menandatangani gencatan senjata dengan militer Myanmar setelah pembicaraan yang dimediasi China pada Oktober tahun lalu, tetapi hubungan tetap tegang.

Myanmar telah dilanda kekacauan sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021, yang memicu penentangan rakyat secara luas.

Setelah demonstrasi damai ditumpas dengan kekerasan mematikan, banyak penentang pemerintahan militer mengangkat senjata, dan sebagian besar wilayah negara itu kini terlibat dalam konflik.(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement