Breaking News
Memuat breaking news...

Lembah Sunyi, Rahim Cahaya: Dataqu Imam Syafi’i Menyemai Hafiz Peradaban

Redaksi
Redaksi
Rabu, 5 Agustus 2026 - 6.17 PM WIB
Lembah Sunyi, Rahim Cahaya: Dataqu Imam Syafi’i Menyemai Hafiz Peradaban
Pimpinan Dayah Dataqu Imam Syafi’i, Ustadz Abdul Halim, Lc.,LL.M. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Di lembah yang sunyi itu, cahaya seolah tumbuh dari tanah. Kabut pagi menggantung di antara pepohonan, sementara gema murattal mengalun pelan hingga kaki bukit. Di sinilah, di Lembah Tgk di Mon Lhok, Dusun Blang Raya, Gampong Cot Girek, sebuah rahim peradaban bekerja dalam diam—melahirkan para penjaga kalam Allah, para hafiz yang kelak menjadi lentera moral bagi Aceh dan dunia.

Geografi bukan sekadar bentang alam; ia adalah ruang yang membentuk jiwa. Cot Girek, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, yang dulu dikenal sebagai daerah pelintasan tenang, kini menjelma menjadi episentrum spiritual baru. Melalui keberadaan Dayah Tahfidzul Qur’an (Dataqu) Imam Syafi’i, lembah ini menjadi saksi bagaimana kesunyian menumbuhkan cahaya.

Kini, di Lembah Tgk di Mon Lhok, tumbuh sebuah gerakan sunyi—gerakan yang melahirkan penjaga kalam Allah sekaligus benteng moral generasi Aceh. “Sebelumnya, Dataqu Imam Syafi’i berada di pusat Kota Lhokseumawe, tepatnya di lingkungan Islamic Centre. Sekarang kita sudah pindah ke lokasi baru milik kita sendiri, yaitu di Lembah Tgk di Mon Lhok, Cot Girek, Kandang,” ujar Pimpinan Dataqu Imam Syafi’i, Ustadz Abdul Halim, Lc.,LL.M, kepada Waspada.id, Rabu (5/8/2026) sore.

Dayah Tahfidzul Qur’an (Dataqu) Imam Syafi’i berdiri di tengah lanskap hijau itu, bukan sekadar fasilitas keagamaan, melainkan jawaban konkret atas disrupsi moral yang melanda anak muda. Di era digital yang riuh, lembah ini menawarkan antitesis: ruang isolasi positif, teduh, dan asri. Atmosfer alami yang menenangkan memberi santri kesempatan menata hafalan demi hafalan, jauh dari bising distraksi kota.

Namun, kekuatan dayah ini tidak berhenti pada spiritualitas menara gading. Para pengajar kompeten meruntuhkan dikotomi lama antara ilmu agama dan ilmu umum. Santri Dataqu bukan hanya penghafal Al-Qur’an, tetapi juga penembus perguruan tinggi negeri lewat jalur SNBP, bahkan kader ulama internasional yang melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir. Pendidikan terintegrasi ini menegaskan: hafiz masa kini wajib menguasai sains, teknologi, dan nalar kritis.

Salah seorang santri Dayah Dataqu Imam Syafi’i foto bersama ibunya di halaman dayah tersebut.Waspada.id/Maimun Asnawi

“Kami juga sudah memiliki asrama di Mesir, lengkap dengan pengasuh. Jadi, kalau ada anak-anak kita yang melanjutkan pendidikan ke Al-Azhar, bisa langsung ditampung di asrama Dataqu Imam Syafi’i di Mesir,” tambah Ustadz Halim.

Secara sosiologis, eksistensi dayah ini menciptakan multiplier effect bagi masyarakat Cot Girek dan Lhokseumawe. Gemuruh murattal di sepertiga malam, syiar Islam yang hidup, serta akhlak santri yang terbentuk menjadi energi komunal. Warga sekitar ikut terinspirasi menjaga nilai syariat. Cot Girek kini bukan sekadar nama administratif, melainkan kawasan pencetak intelektual Qur’ani.

Selain itu, kehadiran Dayah Dataqu di lembah ini turut menggerakkan perekonomian masyarakat. Para pedagang di lintasan jalan Tgk di Mon Lhok merasakan berkah, karena orang tua santri lebih memilih membeli jajanan dari mereka.

Menjaga kelangsungan Dayah Dataqu Imam Syafi’i adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan harus bersinergi mendukung infrastruktur dan fasilitas pendidikan di lembah ini. Sebab, investasi pada dayah tahfiz adalah investasi jangka panjang untuk memutus mata rantai dekadensi moral.

Lembah Tgk di Mon Lhok telah memberi ruang paling damai. Dari sunyinya, lahir cahaya. Tugas kita adalah memastikan bahwa dari rahim lembah itu akan terus lahir hafiz berkarakter pemimpin—siap menerangi Aceh, bahkan dunia, dengan sinar Al-Qur’an.

Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement