Lima Mahasiswa Thailand Dalami Bahasa Arab di FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan


P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Lima mahasiswa asal Thailand yang kuliah di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan memilih untuk mendalami bahasa Arab guna memahami Al-Qur’an secara utuh.
Kelima mahasiswa tersebut adalah Saifuddin Chekho, Nurru Dahami, Nurhafleen Arlee, Nurfahana Muda-Asae, dan Waenurida Hayitayeh. Mereka berasal dari komunitas Muslim di Thailand Selatan yang memiliki semangat kuat mempelajari bahasa Arab sebagai bekal memahami sumber utama ajaran Islam.
Bagi mereka, bahasa Arab bukan sekadar mata kuliah atau keterampilan berkomunikasi. Penguasaan bahasa Al-Qur’an dipandang sebagai pintu masuk untuk memahami kandungan ayat, mendalami ajaran agama, sekaligus memperkuat kapasitas mereka dalam menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat.
Keputusan kelima mahasiswa asal Thailand tersebut memilih UIN Syahada Padangsidimpuan sebagai tempat menimba ilmu bahasa Arab merupakan satu bukti bahwa internasionalisasi pendidikan Islam di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan semakin menunjukkan perkembangan nyata.
Lima mahasiswa asal Thailand memilih Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebagai tempat memperdalam bahasa Arab, dengan satu tujuan besar, yakni memahami Al-Qur’an secara lebih utuh dan membawa ilmu tersebut untuk dikembangkan di tanah air mereka.
Dalam proses pembelajaran, kelima mahasiswa asal Thailand itu bukan hanya berupaya menguasai tata bahasa dan pelafalan, tetapi juga ingin mendalami makna serta konteks penggunaan bahasa Arab dalam kehidupan keagamaan.
Untuk memberikan bimbingan kepada kelima mahasiswa itu, pihak kampus menunjuk H. Syamsul Bahri Rangkuti, Lc., MA, dosen FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan yang telah memiliki rekam jejak pendidikan internasional sebagai dosen pembimbing.
Berdasarkan data yang ada, H. Syamsul Bahri Rangkuti, Lc., MA, merupakan alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan S1 di International University of Africa, Khartoum, Sudan, serta S2 di University of Sinnar, Sudan.
Ia juga pernah memperoleh Beasiswa S1 melalui kerja sama Kementerian Agama RI dengan International University of Africa, Sudan, dan Beasiswa S2 LPDP Kementerian Keuangan RI.
Pengalaman pendidikan tersebut menjadi modal penting dalam membimbing mahasiswa, khususnya dalam mengintegrasikan penguasaan bahasa Arab dengan nilai-nilai tarbiyah, akhlak, dan komunikasi keagamaan.
Menurut Syamsul Bahri, kelima mahasiswa asal Thailand itu memiliki tekad kuat untuk membawa pulang pengetahuan yang diperoleh selama belajar di Padangsidimpuan.
"Bagi mereka, bahasa Arab bukan sekadar mata pelajaran, melainkan kunci untuk membuka pintu pemahaman Al-Qur’an. Mereka datang ke sini dengan misi agar setelah pulang ke Thailand dapat menjadi penyebar ilmu yang berakhlak mulia," ujarnya.

FTIK Perkuat Jembatan Pendidikan Islam Antarnegara
Kehadiran mahasiswa internasional tersebut mendapat sambutan positif dari Dekan FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum. Menurutnya, kepercayaan mahasiswa asal Thailand untuk belajar di UIN Syahada menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pendidikan Islam lintas negara.
Ia berharap pengalaman akademik dan pembinaan karakter yang diperoleh selama berada di Padangsidimpuan dapat menjadi bekal berharga bagi kelima mahasiswa ketika kembali ke negara asal.
"Kami menyambut bahagia kehadiran mahasiswa asal Thailand di FTIK UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Kami berharap mereka menyerap nilai tarbiyah yang luhur selama belajar di sini, sehingga setelah pulang ke tanah air menjadi duta ilmu sekaligus duta perdamaian," tutur Hamka.
Kehadiran lima mahasiswa tersebut juga membawa pesan strategis bahwa pendidikan Islam tidak dibatasi oleh wilayah geografis dan kewarganegaraan. Perguruan tinggi Islam memiliki peluang besar menjadi ruang pertemuan ilmu, budaya, dan persaudaraan umat lintas negara.
Lebih dari sekadar proses transfer pengetahuan, pembelajaran bahasa Arab di FTIK menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia Muslim yang diharapkan mampu memahami ajaran agama secara mendalam, mengedepankan akhlak, serta menyebarkan nilai Islam yang damai dan mencerahkan.
Dengan bekal ilmu yang diperoleh di UIN Syahada, ujar Dr. Hamka, kelima mahasiswa asal Thailand itu diharapkan kembali ke tengah masyarakat sebagai generasi yang tidak hanya mampu membaca bahasa Al-Qur’an, tetapi juga memahami pesan-pesannya dan mengamalkannya dalam kehidupan. (id46)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda