Lima Tahun Tak Berfungsi, Sawah Lintasan D.I. Krueng Pase Panen, Petani Apresiasi Pemda dan BWS Sumatera I


LHOKSUKON (Waspada.id) : Sebagian lahan sawah di area Daerah Irigasi (D.I.) Krueng Pase, Aceh Utara, mulai memasuki masa panen, setelah lima tahun tidak berfungsi. Tokoh warga Meurah Mulia menyampaikan apresiasi kepada Pemda dan BWS Sumatera I yang berhasil menyelesaikan bendung, serta membersihkan endapan lumpur pada jaringan irigasi.
Imum Mukim Tunong, Kecamatan Meurah Mulia, Fauzan T. Iskandar, Sabtu (5/9) menjelaskan, aktivitas pertanian di kawasan Daerah Irigasi (D.I.) Krueng Pase, Aceh Utara, telah bangkit kembali. Para petani akhirnya bisa melakukan panen raya, setelah lebih dari lima tahun lahannya terlantarkan akibat rusaknya bendungan utama.
Sebagian lahan dari 4.000 hektare lebih luas sawah di area sayap kiri D.I. Krueng Pase kini sudah mulai memanen padinya. Pemulihan ekonomi dan geliat sektor pertanian di kawasan ini berhasil terwujud, seiring tuntasnya perbaikan struktur bendungan di Meurah Mulia yang mengembalikan suplai aliran air irigasi ke persawahan warga.
Sebelumnya, selain kerusakan bendungan, jaringan irigasi D.I. Krueng Pase juga tertimbun sedimen karena tidak difungsikan. Sehingga setelah pembangunan bendung selesai pada awal 2026, suplai air masih terganggu karena saluran primer dan sekunder perlu dinormalisasi. Namun melalui kegiatan revitalisasi jaringan irigasi, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I berhasil membersihka saluran untuk menyuplai air ke sawah warga.

"Setelah lima tahun tidak dapat beraktivitas di sawah, kami mengapresiasi upaya normalisasi saluran yang akan menyuplai air ke areal persawahan," ujar Fauzan.
Perjuangan Panjang BWS Sumatera I
Imum Mukim Tunong, Kecamatan Meurah Mulia, Fauzan T. Iskandar, merupakan salah satu tokoh masyarakat yang paling gencar berkomunikasi dengan pihak pemerintah daerah dan BWS Sumatera I untuk penyelesaian masalah bendung dan saluran D.I. Krueng Pase.
Ia menjelaskan, Tanggal 27 Februari 2026, Bendung D.I. Krueng Pase selesai dikerjakan. Petani telah menunggu momen tersebut, karena tidak mendapatkan suplai air irigasi akibat kerusakan merchu bendunga, pada Tanggal 20 Desember 2020. Bendung itu berada di Gampong (desa) Leubok Tuwe, Kemukiman Tunong, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara.
"Ucapan terimakasih terutama kepada pemerintah pusat yang telah mengucurkan anggaran besar untuk menanggulangi fisik bangunan D.I. Krueng Pase yang mengairi sawah 8.992 ha di sembilan kecamatan," ungkap FauzanT. Iskandar.
Setelah D.I. Krueng Pase normal kembali, ia mengharapkan area sawah yang belum masuk dalam skema jaringan D.I. Krueng Pase, agar dapat dibantu pembangunan salurannya. "Masih ada sawah yang memanfaatkan saluran sekunder manual, karena tidak masuk dalam skema jaringan irigasi, semoga ke depan dapat masuk dalam skema," harap Imum Mukim Tunong, Kecamatan Meurah Mulia, Fauzan T. Iskandar.(id71)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda