Breaking News
Memuat breaking news...

Lima Tahun Tergenang Air di Kala Hujan, Jalan Komplek Sidimpuan Baru  Direhab Pakai TKD Tambahan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 28 Oktober 2026 - 10.48 AM WIB
Lima Tahun Tergenang Air di Kala Hujan, Jalan Komplek Sidimpuan Baru  Direhab Pakai TKD Tambahan
Seorang warga saat melintasi jalan di Komplek Sidimpuan Baru, Jalan Tandang Mulia Harahap, Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Senin (26/10/2026). (Dok Tim Media Satgas PRR)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

PADANGSIDIMPUAN (Waspada.id): Kondisi rusak dan tergenang air saat hujan telah dialami warga Komplek Perumahan Sidimpuan Baru di Kota Padangsidimpuan selama sekitar lima tahun. Kini, harapan warga perumahan yang terletak di Jalan Tandang Mulia Harahap, Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan itu terjawab: rehabilitasi jalan mulai dikerjakan bersumber dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan Tahun 2026.
Saat peninjauan lokasi, Senin (26/10/2026), alat berat jenis grader terlihat aktif meratakan material timbunan di sepanjang jalan kompleks perumahan tersebut. Pekerjaan diarahkan agar jalan kembali berfungsi dengan baik dan aman dilalui warga.
Rehabilitasi jalan ini dilaksanakan oleh CV Namboruk dengan anggaran sebesar Rp1.964.160.000 dari TKD Tambahan Tahun 2026. TKD Tambahan adalah alokasi dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di luar alokasi reguler. Tujuannya untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah. Dana tersebut digunakan mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana atau untuk mendukung penanganan kebutuhan mendesak lainnya.
Rehabilitasi jalan di Kompleks Sidimpuan baru mencakup penyiapan dan pemadatan lapisan fondasi setebal 15 sentimeter, dilanjutkan dengan pengaspalan menggunakan campuran panas (hotmix) setebal 5 sentimeter. Jalan yang direhabilitasi sepanjang 1.300 meter, tersebar di 14 titik dengan lebar 3–4 meter. Pengerjaan dimulai awal Oktober 2026 dan ditargetkan rampung pada 12 Desember 2026.
“Saat ini kami sedang melaksanakan penimbunan lapisan fondasi setebal rata-rata 15 sentimeter. Jalan yang kami kerjakan terbagi di 14 titik dengan total panjang 1.300 meter; ada yang lebarnya 3 meter dan ada yang 4 meter, disesuaikan dengan kondisi di lokasi. Pekerjaan sudah berjalan sekitar dua minggu, dimulai dengan mobilisasi alat berat dan pengangkutan material dari gudang. Setelah pemadatan selesai, akan dilanjutkan dengan pengaspalan, dan kami menargetkan seluruh pekerjaan selesai dalam dua hingga tiga minggu ke depan,” ujar Borkas Ritonga, 30, Pelaksana Kegiatan CV Namboruk.
“Kendala utamanya adalah cuaca hujan. Apalagi akhir-akhir ini hujan cukup sering turun. Saat hujan, lokasi menjadi becek dan kami terkendala mengangkut material dari gudang ke lokasi. Meski begitu, kami tetap berupaya menjaga target penyelesaian yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Sementara Addi Mawardi Harahap, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Padangsidimpuan, menjelaskan kegiatan ini merupakan satu dari delapan lokasi yang didanai TKD Tambahan 2026 di lingkungan Bidang Bina Marga, dengan total anggaran sekitar Rp7 miliar.
“Dengan adanya dana TKD ini kami bisa mempergunakannya untuk membangun infrastruktur di Kota Padangsidimpuan. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, kementerian dan lembaga yang terkait, dan juga kepada pemerintah provinsi,” ujarnya.
Warga setempat, Muhammad Irfan Siregar, 43, menyambut baik dimulainya perbaikan tersebut. Selama lima tahun terakhir, jalan tersebut kerap tergenang air setinggi mata kaki saat hujan deras, bahkan sepeda motor tak dapat melintas ketika banjir besar. Kondisi ini sempat viral di media sosial.
“Kalau musim hujan, di sekitaran kita ini tergenang air sampai ke mata kaki. Bahkan kalau banjir besar, sepeda motor enggak bisa lewat. Sekarang kami sangat berterima kasih dan senang jalan ini mulai diperbaiki. Harapannya, warga juga ikut menjaga, misalnya gotong royong mengatasi genangan air ke depannya. Semoga hasilnya baik dan bermanfaat. Kami juga berharap ke depannya pemerintah memperhatikan ketersediaan tiang listrik hingga ke ujung kompleks,” ungkap Irfan.
TKD Tambahan & Rencana Induk Pascabencana
Rehabilitasi jalan di Sidimpuan Baru adalah bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Kota Padangsidimpuan. Melalui TKD Tambahan Tahun 2026, pemerintah kota mengelola alokasi senilai Rp111 miliar sesuai Rencana Induk (Renduk) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Renduk mengarahkan pemulihan 2026–2028 dengan empat sasaran utama:

1. Memulihkan akses kritis lebih dahulu agar jalur transportasi kembali berfungsi.

2. Melakukan rekonstruksi permanen dengan penguatan struktur jalan dan jembatan.

3. Menstabilkan lereng serta menyesuaikan trase jalan pada segmen rawan bencana.

4. Memperkuat prasarana keselamatan jalan agar mobilitas dan distribusi berjalan lancar
Berdasarkan laporan Satgas PRR per 22 Oktober 2026, pemulihan akses jalan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera terus berjalan. Jalan nasional di Aceh (46 ruas), Sumatera Utara (30 ruas), dan Sumatera Barat (31 ruas) telah berfungsi kembali. Di tingkat jalan daerah, dari 2.421 ruas terdampak, 2.291 ruas atau 94,6 persen sudah fungsional. Sumut mencatat capaian tertinggi dengan 98,53 persen (607 dari 616 ruas), diikuti Aceh sekitar 94 persen, dan Sumatera Barat 83,23 persen.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR, Tito Karnavian, menjelaskan proses pemulihan di Sumatera masih dihadapkan tantangan cuaca dan sedimentasi sungai yang memperberat risiko banjir susulan. Dari 137 sungai yang dinormalisasi di tiga provinsi, pendangkalan mengurangi kapasitas tampung air.
“Begitu sedimennya tinggi, ada curah hujan tinggi, dia meluber menjadi banjir. Artinya ada terus bencana susulan, dan kami sedang bekerja mengatasinya,” ujar Tito. Pemerintah terus mempercepat penanganan sungai terdampak sedimen agar kerusakan infrastruktur tidak berulang.
Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe, menegaskan pemulihan pascabencana membutuhkan sinergi antar-pihak. Alokasi TKD Tambahan telah disebar ke berbagai sektor prioritas: PU mendapat Rp21,39 miliar, Perumahan dan Permukiman Rp12,70 miliar, Pendidikan Rp5,26 miliar, serta Kesehatan Rp7,38 miliar, di samping sektor lainnya.
Rehabilitasi jalan di Sidimpuan Baru menjadi bukti nyata kehadiran negara menjawab kebutuhan masyarakat. Sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan infrastruktur, tetapi juga mendorong masyarakat kembali beraktivitas dengan lebih aman dan mendukung kebangkitan daerah secara berkelanjutan.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement