Lingkungan Bersih dan Terta Rapi, Desa Suka Raya Curi Perhatian Dewan Juri Desa Sehat Deliserdang


PANCUR BATU (Waspada.id): Lingkungan bersih dan perumahan warga Desa Suka Raya, Kecamatan Pancur Batu yang terta rapi curi perhatian Dewan Juri Desa Sehat dari Forum Kabupaten Deliserdang Sehat, Kamis (29/10/26).
Begitu juga hasil kerajinan UMKM yang sudah mampu menembus jaringan ritel modern Aflmart didaerah itu. Ada kulit patin, keripik, opak, berbagai macam kue basah dengan citarasa yang cukup enak, dan produk kerajinan lain yang menjadi adalah Desa Suka Raya yang berpenduduk 3.339 jiwa dari 1.256 KK.
Selain kerajinan UMKM, kader PKK daerah itu juga berhasil membuat Taman PKK yang menghasilkan berbagai sayuran. Ada kangkung, daun ubi, terong ungu, cabai merah, cabai caplak dan asam belimbing wuluh. Sedangkan tanaman obat keluarga (Toga), tak luput menjadi perhatian.
Di Desa Suka Raya juga terdapat budidaya penjualan bibit ikan nila dengan ratusan kolam yang mampu merekrut sekira 60 tenaga kerja warga setempat.
Kepala Desa Suka Raya, Faisal Amry ST, dalam ekspose nya memaparkan sudah menerbitkan beberapa surat keputusan kepala desa diantaranya Surat Keputusan (SK) Pembentukan Kader Penghijauaan, SK Kader Lingkungan Bersih dan Sehat, SK Pembentukan Tim Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STM), dan SK Pembentukan Tim Pengelola Sampah Desa.
Faisal mengatakan, upaya mewujudkan lingkungan sehat dilakukan melalui kegiatan edukasi dan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas pendidikan, di antaranya TK Suka Raya dan TK Al-Hikmah. Dalam kegiatan tersebut, ia bersama bidan desa dan perwakilan Puskesmas Gunung Tinggi memberikan pengarahan kepada anak-anak, guru, dan kepala sekolah mengenai cara mencuci tangan yang baik dan benar.
Menurutnya, edukasi sejak usia dini menjadi langkah penting untuk membangun kebiasaan hidup bersih, sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan di lingkungan sekolah.

Dewan Juri Tim C Desa Sehat Deliserdang bersama Pemerintah Desa Suka Raya di lokasi Taman PKK Desa Suka Raya, pada penilaian desa sehat, Kamis (29/10/26). Waspada.id/Ist
“Dengan adanya aksi cepat tanggap dari pemerintah, tentu itu akan mengurangi risiko-risiko yang terjadi. Kalau kita sehat dan menerapkan pola hidup sehat, alhamdulillah, kita pun bisa menjaga kesehatan,” sebut Faisal.
Selain edukasi kesehatan, Pemerintah Desa Suka Raya juga menaruh perhatian pada ketersediaan air bersih yang layak dikonsumsi masyarakat. Faisal menyebutkan, desa tersebut telah memiliki pengelolaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air minum warga.
Ia menegaskan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian pemerintah desa karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kehidupan masyarakat.
Di bidang pelayanan kesehatan, Desa Suka Raya memiliki puskesmas pembantu (Pustu) yang mendukung kegiatan pelayanan dari Puskesmas Gunung Tinggi. Kegiatan kesehatan masyarakat juga didukung para kader posyandu yang aktif menjalankan pelayanan di tingkat desa.
Faisal menyebutkan, terdapat lima posyandu yang aktif di Desa Suka Raya, menyesuaikan dengan wilayah desa yang terdiri atas lima dusun. Keberadaan posyandu tersebut tidak terlepas dari peran aktif para kader PKK yang membantu pelaksanaan berbagai kegiatan kesehatan masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa pelayanan persalinan di desa tersedia melalui tenaga yang memiliki keahlian sesuai bidangnya. Kemudahan akses terhadap pelayanan kesehatan diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.
Manfaatkan Media Sosial untuk Respons Cepat
Dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemerintah Desa Suka Raya menggabungkan komunikasi langsung dengan warga dan pemanfaatan media sosial. Dikatakannya, kedua saluran komunikasi tersebut perlu berjalan beriringan agar informasi program pemerintah desa dapat tersampaikan secara luas.
Pemerintah Desa Sukaraya memanfaatkan sejumlah platform digital, seperti Facebook, YouTube, TikTok, dan Instagram, untuk memublikasikan kegiatan serta menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Faisal menilai, media sosial juga dapat menjadi sarana untuk merespons kebutuhan dan laporan warga secara lebih cepat, termasuk melalui komunikasi WhatsApp dan Facebook.
Si Tangkas Olah Sampah Organik Menjadi Pupuk
Salah satu inovasi yang dikembangkan Pemerintah Desa Suka Raya dalam mendukung desa sehat ialah Si Tangkas, singkatan dari Solusi Inovatif Tong Komposter Atasi Sampah.
Program ini bertujuan mengurangi persoalan sampah melalui pemilahan menjadi tiga kategori, yakni sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik kemudian diolah menggunakan tong komposter yang ditempatkan di Taman PKK Desa Sukaraya.
Melalui metode tersebut, sampah organik dibiarkan mengalami proses penguraian hingga menjadi pupuk alami. Pupuk yang dihasilkan selanjutnya dimanfaatkan untuk merawat tanaman di taman PKK.
Faisal menambahkan, pengolahan sampah menjadi pupuk merupakan bentuk pemanfaatan limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna dan tidak seluruhnya berakhir sebagai sampah yang dibuang.
Ia berharap, inovasi tersebut dapat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Melalui penguatan layanan kesehatan, penyediaan air bersih, komunikasi digital, dan inovasi pengelolaan sampah, Pemerintah Desa Suka Raya berupaya mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

Camat Pancur Baru diwakili Kasi PMD, Aldifa Br Kataren menjelaskan, pemilihan Desa Suka Raya sebagai salah satu perwakilan Kecamatan Pancur Batu, karena desa ini memiliki banyak keuanggulan bukan saja dibidang kesehatan lingkungan, tapi juga keunggulan lainnya.
Setelah Kades Suka Makmur menyampaikan ekspose, dilanjutkan tanyajawab dari Dewan Juri Tim C yang terdiri dari Eko Sapriadi, Rinaldi Samosir, juri, Marta Arizona, dan
Roy Antonius Tarigan perwakilan Dinas Kesehatan Deliserdang.
Tim juri juga melakukan verifikasi lapangan bersama kepala desa, Ketua TP. PKK Desa Suka Makmur, Agustina Sri Lestari, para keder, perangkat desa dan para kepala dusun.
Selain mengunjungi kerajinan UMKM, dewan juri juga mengujungi Taman PKK yang terdapat berbagai macam sayuran dan cabai, serta pembibitan ikan nila dan ikan patin.
Terlihat hadir Kepala Puskesmas Gunung Tinggi, dr. Frans DG. Sihombing, tokoh masyarakat, tokoh agama, para kader PKK, dan Posyandu.

Dari Desa Suka Makmur, dewan juri melanjutkan penilaian ke Desa Tuntungan I, Kecamatan Pancur Batu. Kedatangan tim disebut Sekcam Pancur Batu, M. Fadly Fadillah, S. STP, Kades Surya Darma Sembiring, Ketua TP Cut Eta Humaira, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat para kepala dusun, kader PKK dan kades Posyandu.
Setelah melakukan ekspose, dewan juri juga melakukan verifikasi lapangan. (Id.28)
Berita Terkait










































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda