Listrik Sering Padam, Petani Nagan Raya Khawatir Gabah Tak Tertangani Optimal

NAGAN RAYA (Waspada.id): Gangguan listrik yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Nagan Raya mulai dikeluhkan petani karena berdampak terhadap aktivitas pengolahan gabah, terutama ketika kondisi cuaca hujan.
Sejumlah petani mengaku kesulitan melakukan proses pengolahan dan pengeringan padi di kilang ketika pasokan listrik mengalami pemadaman.
Hal ini dinilai dapat menghambat aktivitas petani sekaligus mengganggu kelancaran rantai pengolahan hasil pertanian,” kata Petani Seunagan Timur, Rustam, Senin (14/9).
Ia menjelaskan, pemadaman listrik menjadi salah satu kendala yang mereka hadapi, terlebih ketika hujan turun. “Gara-gara listrik sering padam, gabah kami menjadi terkendala untuk diproses di kilang. Kondisinya semakin sulit ketika hujan, karena padi membutuhkan penanganan dan pengeringan agar kualitasnya tetap terjaga,” ujar Rustam.
Kendala listrik bukan hanya menyangkut kenyamanan masyarakat, akan tetapi juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi petani. Jika proses pengolahan gabah tersendat, petani dikhawatirkan ikut menanggung kerugian karena hasil panen membutuhkan penanganan tepat waktu.
“Ketahanan pangan jangan sampai terganggu,” tegas Rustam. Dia berharap persoalan pasokan listrik di wilayah pedesaan dapat menjadi perhatian serius. Maka dalam hal ini, petani membutuhkan dukungan infrastruktur dasar yang stabil agar proses produksi hingga pengolahan hasil pertanian dapat berjalan dengan baik.
“Kalau listrik sering padam, bukan hanya rumah tangga yang terganggu. Aktivitas petani dan kilang padi juga ikut terkena dampaknya. Kita berharap ada solusi agar persoalan ini tidak terus berulang,” imbuhnya.
Sementara itu, Humas Direktur CV Kilang Padi Riski Perkasa, Mursalin, membenarkan bahwa pemadaman listrik yang terjadi selama ini menimbulkan sejumlah kendala dalam aktivitas kilang. “Selama sering terjadi pemadaman listrik, banyak pekerjaan kami yang mengalami kendala. Aktivitas di kilang tentu sangat bergantung pada ketersediaan listrik,” ujar Mursalin.
Ia menilai kelancaran pengolahan gabah memiliki hubungan erat dengan upaya mendukung ketahanan pangan. Karena itu, kestabilan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting agar aktivitas pengolahan hasil pertanian dapat berjalan secara optimal. “Petani berharap ada solusi, bukan sekadar keluhan,” katanya.
Masyarakat berharap gangguan listrik yang terjadi di berbagai wilayah Nagan Raya dapat segera ditangani secara serius dan transparan. Petani maupun pelaku usaha penggilingan padi membutuhkan kepastian agar kegiatan mereka tidak terus terganggu, kata Mursalin.
“Apalagi di tengah upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan, dukungan terhadap infrastruktur dasar seperti listrik menjadi hal yang tidak kalah penting,” tutup Mursalin. (id83)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda