Lolos Verifikasi, Voli Pidie Siap Bertarung


SIGLI ( Waspada.id): Perjuangan Pidie menuju PORA Aceh Jaya 2026 kini memasuki babak baru. Sebanyak 12 pemain telah melewati gerbang verifikasi dan bersiap mengubah ambisi menjadi perjuangan di lapangan, menghadapi kerasnya persaingan Pra PORA Aceh 2026.
“Alhamdulillah, sebanyak 12 pemain Cabor voli Pidie lulus verifikasi,” kata Manager Tim Pidie, Marzuki, kepada wartawan, Minggu (30/8/2026).
Kepastian tersebut diperoleh setelah pelaksanaan Technical Meeting (TM) Pra PORA Aceh 2026 yang berlangsung di Kantor KONI Aceh.
Dari hasil TM tersebut, Tim Bola Voli Indoor Putra Pidie tergabung dalam Grup C. Pidie akan bersaing dengan tiga daerah lainnya, yakni Aceh Selatan, Aceh Tengah dan Aceh Utara.
Persaingan di Grup C dipastikan tidak mudah. Setiap tim membawa ambisi yang sama untuk merebut hasil terbaik dan mengamankan tiket menuju PORA Aceh Jaya 2026.
Marzuki menjelaskan, pertandingan bola voli indoor dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 11 September 2026. Sementara itu, untuk nomor voli outdoor, Technical Meeting dijadwalkan pada 10 September 2026.
Menghadapi persaingan tersebut, Tim Voli Pidie diasuh pelatih kepala Taufik dan didampingi asisten pelatih Andika. Keduanya diharapkan mampu memaksimalkan persiapan tim, baik dari sisi teknik, fisik maupun mental pemain.
Menurut Marzuki, target tim tidak hanya sekadar tampil dalam Pra PORA. Lebih jauh, skuad Pidie membidik tiket untuk tampil pada PORA Aceh Jaya 2026.
“Kami berharap dukungan semua pihak. Selain memenangkan pertandingan, target kami harus lolos ke Aceh Jaya,” katanya.
Dukungan masyarakat Pidie dinilai menjadi energi tambahan bagi para pemain yang akan membawa nama daerah dalam persaingan tersebut. Dengan persiapan yang ada, seluruh pemain diharapkan mampu menjaga kekompakan dan tampil maksimal sejak pertandingan pertama.
Pantang Pulang Sebelum Berjuang
Perjalanan menuju kemenangan tidak selalu dibentangkan dengan jalan yang lapang. Kadang ia hadir melalui keringat, kelelahan, kekalahan dan perjuangan yang panjang. Namun, dari sanalah mental seorang atlet ditempa.
Bagi para pemain Pidie, jersey yang dikenakan bukan sekadar pakaian pertandingan. Di dalamnya ada nama daerah, harapan masyarakat dan kebanggaan yang harus diperjuangkan.
“Lapangan adalah tempat kaki berpijak, tetapi semangatlah yang menggerakkan langkah. Bola boleh jatuh, napas boleh tersengal, namun tekad jangan pernah tumbang. Sebab kemenangan tidak selalu lahir dari mereka yang paling kuat, tetapi sering kali datang kepada mereka yang paling teguh bertahan.” Marzuki.
Lanjut dia, Ibarat pepatah, sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Ketika langkah sudah dimulai, setiap pemain harus berani menuntaskan perjuangan hingga peluit terakhir berbunyi.
Bola yang melambung tinggi menjadi simbol harapan. Setiap servis adalah ikhtiar, setiap blok adalah keteguhan, dan setiap smash adalah keberanian untuk menjemput kemenangan.
Sementara itu, Ketua KONI Pidie, Muhammad, meminta 12 pemain yang telah disiapkan agar memberikan kemampuan terbaik dalam setiap pertandingan.
Menurutnya, Pra PORA menjadi momentum penting bagi atlet untuk membuktikan kemampuan sekaligus memperjuangkan tiket menuju PORA Aceh Jaya.
“12 pemain yang sudah disiapkan harus berjuang maksimal. Target kami tentu lolos ke PORA Aceh Jaya,” imbuhnya.
Kini, 12 pemain Pidie tinggal menunggu waktu untuk turun ke lapangan. Di tengah ketatnya persaingan Grup C, setiap servis, blok dan smash akan menjadi bagian dari perjuangan panjang Pidie untuk menggapai tiket PORA Aceh Jaya 2026.
Sebab bagi seorang pejuang, kalah bukanlah alasan untuk berhenti. Selama peluit terakhir belum berbunyi, harapan masih menyala dan perjuangan belum selesai. Bawa nama Pidie di dada, letakkan keberanian di setiap langkah, dan berjuanglah hingga titik keringat terakhir. (Id69)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda