Breaking News
Memuat breaking news...

Lom Lom Suwondo: Pemkab Deliserdang Buka Ruang Evaluasi dan Gagasan Generasi Muda

Redaksi
Redaksi
Jumat, 28 Agustus 2026 - 6.06 PM WIB
Lom Lom Suwondo: Pemkab Deliserdang Buka Ruang Evaluasi dan Gagasan Generasi Muda
Wabup Lom Lom Suwondo, menghadiri musyawarah pemuda untuk pembangunan Kabupaten Deliserdang di Aula Cendana, Kantor Bupati Lubukpakam, Jumat (28/8/26).(Waspada.id/syahril)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LUBUKPAKAM (Waspada.id): Wakil Bupati (Wabup) Deliserdang Lom Lom Suwondo, SS menegaskan, Pemkab Deliserdang membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda, mahasiswa, akademisi, organisasi masyarakat dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan gagasan, serta mengevaluasi arah pembangunan daerah.

"Pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemikiran pemerintah. Partisipasi aktif mahasiswa, pemuda dan kelompok masyarakat diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, " kata Lom Lom saat menghadiri Musyawarah Pemuda untuk Pembangunan Kabupaten Deliserdang di Aula Cendana, Kantor Bupati, Lubukpakam, Jumat (28/8/26).

Lom Lom mengatakan, musyawarah tersebut menjadi momentum untuk menyatukan pemikiran berbagai elemen masyarakat dalam melihat tantangan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kepemudaan.

“Pembangunan tidak akan terjadi tanpa partisipasi pemikiran dari kelompok-kelompok muda, kaum mahasiswa dan para pejuang pemuda yang ada di Deliserdang,” tutur Lom Lom.

Ia menyebutkan, selama sekitar satu setengah tahun kepemimpinannya bersama Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan, pemerintah daerah telah mencatat sejumlah capaian pembangunan berdasarkan indikator statistik.

Ia mencontohkan tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2025 yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah indikator ketenagakerjaan dan kemiskinan juga menunjukkan perkembangan positif.

“Ini adalah kerja-kerja yang telah kita lakukan bersama seluruh OPD. Dari asisten sampai kepala dinas sudah bekerja maksimal,” paparnya.

Meski demikian, tambahnya, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah menutup diri terhadap kritik dan evaluasi. Sebaliknya, masukan dari masyarakat, khususnya generasi muda, diperlukan untuk memastikan arah pembangunan tetap sesuai kebutuhan daerah.

“Apakah arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Deliserdang sudah sesuai dengan para pemuda? Apakah sesuai dengan pemikiran para akademisi? Apakah sesuai dengan keinginan masyarakat? Ini perlu kita dengarkan dari semua pihak,” sebutnya.

Ia juga mengatakan musyawarah pemuda untuk pembangunan bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang pertukaran gagasan mengenai masa depan Deliserdang.

“Ini musyawarah pikiran pembangunan. Pemerintah Kabupaten Deliserdang memberikan ruang kepada mahasiswa, pelajar dan pemuda untuk memahami apa yang sudah dilakukan pemerintah sekaligus memberikan evaluasi,” tuturnya.

Lom Lom juga meminta peserta tidak hanya memberikan dukungan terhadap program pemerintah, tetapi menyampaikan kritik dan gagasan yang konstruktif.

“Jangan hanya memberikan dukungan, tetapi berikan juga masukan-masukan. Sehingga nantinya kita bergerak bersama,” pintanya.

Sementara itu, Plh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Deliserdang, Anwar Sadat Siregar, selaku ketua panitia menjelaskan, pelaksanaan musyawarah tersebut dilandasi sejumlah regulasi dan kebutuhan untuk menggali aspirasi pemuda secara lebih mendalam.

Ia menyebutkan, salah satu latar belakang kegiatan adanya aspirasi komunitas pemuda saat dialog refleksi satu setengah tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang. Para pemuda meminta pemerintah memfasilitasi forum khusus untuk memberikan masukan terhadap perencanaan pembangunan.

Menurut Anwar, selama ini proses Musrenbang dinilai masih cenderung bersifat sektoral, sehingga diperlukan ruang khusus yang mempertemukan berbagai kelompok kepemudaan dan organisasi masyarakat.

Anwar menambahkan, berdasarkan data Kesbangpol, terdapat sekitar 358 organisasi kemasyarakatan (ormas), 210 yayasan atau LSM dan 40 kelompok tani yang terdaftar. Keberadaan organisasi-organisasi tersebut dinilai menjadi potensi besar untuk menggali aspirasi masyarakat secara lebih luas.

“Semua organisasi yang mendaftar sendiri di Kesbangpol ini perlu bertatap muka dan juga memberikan aspirasi agar semua bisa kita tampung apa saja ide-idenya,” ungkapnya.

Forum kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari tiga narasumber yang berasal dari latar belakang berbeda.

Narasumber pertama berasal dari akademisi FISIP USU, Dr. Fernanda Putra Adela, yang diharapkan memberikan analisis sosial politik terkait kepemudaan dan pembangunan di Kabupaten Deliserdang.

Narasumber kedua adalah Kristian Redison Simarmata dari Perhimpunan Suluh Muda Indonesia, lembaga yang bergerak di bidang riset, pemberdayaan dan pembangunan wilayah.

Sedangkan narasumber ketiga adalah Lisbon Situmorang ketua PWI Deliserdang yang dihadirkan untuk memberikan pandangan, serta aspirasi dari perspektif organisasi dan masyarakat.

Aspirasi yang disampaikan peserta akan dicatat dan dihimpun oleh tim notulensi yang melibatkan unsur terkait, untuk selanjutnya menjadi bahan dalam penyusunan rencana kerja pemerintah daerah.

Anwar berharap hasil musyawarah dapat dituangkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk rencana kerja dan rancangan kerja pemerintah daerah untuk periode pembangunan berikutnya.

“Mudah-mudahan, aspirasi yang dihasilkan pada hari ini bisa tertuang dalam Renja ataupun RKPD sampai pada periode pembangunan 2027,” harapnya.

Turut dihadiri kegiatan tersebut para asisten, staf ahli, unsur Forkopimda, kepala OPD, kabag, tokoh agama,toko masyarakat, media, ormas, dan pejabat lainya.(id.28/syahril)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement