LPPM Unimed Dampingi Pelatih NPC Medan Susun Program Latihan Mental Atlet Disabilitas Melalui Unification Program Training

MEDAN (Waspada.id): Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unimed melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa Pendampingan Penyusunan Program Latihan Mental untuk Atlet Disabilitas melalui Unification Program Training kepada para pelatih National Paralympic Committee (NPC) Medan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Unimed dalam memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembinaan olahraga disabilitas, khususnya dalam aspek kesiapan mental atlet menghadapi pertandingan.
Pendampingan dilaksanakan dengan memberikan pemahaman serta model-model latihan yang dapat diterapkan para pelatih dalam proses pembinaan atlet NPC Medan.
Kegiatan PKM diketuai Doris Apriani Ritonga, S.Psi., M.A., dengan anggota tim Arguby Silwan, S.Pd., M.Pd., Andes Martua, M.Pd., dan Manotar, M.Pd. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan sejumlah mahasiswa olahraga UNIMED yang turut membantu proses pendampingan dan pelaksanaan program.
Dalam kegiatan tersebut, para pelatih mendapatkan materi mengenai berbagai model latihan yang dapat mendukung peningkatan kondisi fisik sekaligus kesiapan mental atlet. Pendampingan juga diarahkan agar para pelatih mampu menyusun program latihan yang lebih terarah, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan atlet disabilitas.
Salah satu narasumber dalam kegiatan ini adalah Hardodi Sihombing, S.Pd., M.Pd., yang merupakan instruktur nasional. Kehadirannya memberikan penguatan terhadap materi pelatihan, khususnya terkait penerapan program latihan yang dapat menunjang performa atlet dalam menghadapi pertandingan.
Selain itu, Master Reni Oiho turut memberikan materi mengenai latihan unifikasi dan relaksasi. Materi tersebut memperkenalkan berbagai bentuk latihan yang dapat membantu atlet mengelola ketegangan, meningkatkan konsentrasi, membangun kesiapan psikologis, serta mempersiapkan diri secara mental sebelum menghadapi pertandingan.
Ketua tim PKM, Doris Apriani Ritonga, S.Psi., M.A., menyampaikan aspek mental merupakan salah satu komponen penting dalam pencapaian prestasi atlet. Menurutnya, kemampuan fisik yang baik perlu diimbangi dengan kesiapan mental agar atlet mampu tampil optimal ketika berada dalam situasi kompetisi.
“Kami berharap melalui kegiatan pendampingan ini, para pelatih NPC Medan dapat memperoleh model-model latihan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pembinaan atlet, khususnya latihan yang berkaitan dengan kesiapan mental, relaksasi, konsentrasi, dan pengelolaan tekanan saat pertandingan,” ujar Doris.
Doris juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor Universitas Negeri Medan dan LPPM UNIMED yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada tim untuk melaksanakan kegiatan PKM tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unimed dan LPPM Unimed yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan pengabdian ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelatih dan atlet NPC Medan serta ikut mendukung peningkatan prestasi olahraga disabilitas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua NPC Medan, Alan Sastra Ginting, S.Pd., menyambut positif pelaksanaan kegiatan pendampingan yang diberikan oleh tim PKM FIK Unimed. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan bagi para pelatih, terutama dalam mengembangkan aspek mental atlet.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Unimed. Pendampingan seperti ini sangat bermanfaat bagi para pelatih NPC Medan karena tidak hanya memberikan pengetahuan tentang latihan fisik, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai bagaimana mempersiapkan mental atlet sebelum bertanding. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga pembinaan atlet disabilitas di Medan semakin baik dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujar Alan.
Melalui kegiatan ini, LPPM Unimed bersama FIK Unimed menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat di bidang olahraga. Program pendampingan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para pelatih NPC Medan dalam proses pembinaan atlet.
Dengan adanya Unification Program Training, diharapkan para pelatih semakin memiliki kemampuan dalam mengintegrasikan latihan fisik dan mental sehingga atlet disabilitas NPC Medan dapat memiliki kesiapan yang lebih optimal, baik secara fisik maupun psikologis, dalam menghadapi berbagai kompetisi di masa mendatang.(wsp.id)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda