LPPM USU Dan UGN Uji Varietas Padi di Lahan Sawah Bekas Banjir Tapsel


TAPSEL (Waspada.id): Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Graha Nusantara (UGN) bersama Universitas Sumatera Utara (USU) mengembangkan demplot padi di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Hal ini sebagai bagian dari upaya mengembalikan produktivitas lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi pada 2025.
Program tersebut dilakukan menyusul perubahan kondisi lahan sawah akibat material pasir yang terbawa banjir. Ketebalan material yang menutupi permukaan lahan mencapai sekitar 79 hingga 100 sentimeter sehingga menyulitkan petani kembali menerapkan pola budidaya seperti sebelum bencana.
Syafiruddin bersama Situ Meutia Sari dan Wendi dari tim UGM dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026), mengatakan kondisi lahan pascabencana membutuhkan perlakuan dan pendekatan budidaya yang berbeda.

Menurutnya, demplot tersebut menjadi lahan percontohan untuk menguji kemampuan tanaman padi tumbuh pada kondisi aktual lahan yang telah mengalami perubahan karakteristik akibat material banjir.
“Padi Gamagora yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan padi Gogo IPB 9 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan varietas yang dipandang memiliki potensi untuk diuji sebagai alternatif pada kondisi lahan pertanian di Desa Aek Ngadol,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Tim LPPM UGN bersama mahasiswa terlebih dahulu melakukan persiapan pada lahan terdampak. Salah satu perlakuan yang diterapkan yakni membuat bedengan yang dilengkapi lapisan plastik untuk membantu menahan air agar tidak langsung meresap ke lapisan tanah berpasir.
Tim LPPM UGN juga melibatkan tiga mahasiswa, Shaleh, Sandi dan Ibrahim, yang turun langsung ke lokasi untuk mempersiapkan sekaligus melaksanakan kegiatan demplot dan mengamati perkembangan tanaman.

Pengembangan demplot tersebut merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan dalam membantu masyarakat Desa Aek Ngadol yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kegiatan juga melibatkan hasil KKL UGN di Kecamatan Angkola Timur, dosen dan mahasiswa, serta pendampingan kepada masyarakat.
LPPM UGN menyatakan pendampingan akan terus dilakukan sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung proses pemulihan masyarakat dan lahan pertanian pascabencana.
“Pengabdian tidak berhenti ketika bencana berakhir. Kehadiran perguruan tinggi justru menjadi semakin penting dalam mendampingi masyarakat untuk bangkit, menemukan solusi, dan membangun kembali sumber kehidupannya,” ujar Syafiruddin.(Id45)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda