LSM dan Aktivis Dukung Pembenahan Dua Balai Benih Ikan di Madina, Siap Kawal Anggaran


PANYABUNGAN (Waspada.id): Langkah Bupati Mandailing Natal mengusulkan pembenahan dua Balai Benih Ikan (BBI) di wilayahnya mendapatkan dukungan kuat dari elemen masyarakat sipil.
Ketua LSM Merpati Putih Tabagsel Khairunnisyah dan Aktivis Sosial Hukum Sumut Lianuddin Pulungan, SH, menilai rencana tersebut sangat tepat dan mendesak agar dianggarkan dalam APBD Perubahan 2026 maupun tahun anggaran 2027.
Dua unit BBI yang menjadi prioritas untuk diperbaiki adalah BBI Saba Jambu dan BBI Tanjung Mompang di Kecamatan Panyabungan Utara. Khairunnisyah yang dikonfirmasi melalui sambungan seluler dari Medan, Rabu pagi (2/9), menyatakan apresiasinya atas perhatian pimpinan daerah terhadap fasilitas tersebut.

Menurut Khairunnisyah, keterlambatan penanganan BBI selama ini menyebabkan daerah terus "menonton" pasokan ikan masuk dari luar wilayah, seperti ikan mas dari Sumatera Barat. Ketika Bupati bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan meninjau lokasi Saba Jambu, hal itu menjadi momentum yang tepat untuk mengakhiri ketergantungan tersebut.
Sementara itu, Lianuddin Pulungan, SH, menyambut baik wacana tersebut sekaligus menyayangkan fakta bahwa selama ini kedua BBI justru terus menyedot anggaran setiap tahun namun kurang berfungsi maksimal akibat kurangnya keseriusan penanganan dari pemerintah daerah dan DPRD.

Ia menekankan potensi wilayah yang sebenarnya sangat memadai untuk pengembangan benih ikan dan berharap program ini tidak langsung dikaitkan dengan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lianuddin menegaskan kesiapannya mengawal kebijakan tersebut hingga ke tahap pendanaan.
“Kami dukung penuh langkah Bupati. Jika APBD Perubahan 2026 belum mencukupi, maka APBD 2027 wajib dialokasikan. Jika Pemda dan DPRD tidak menyahuti hal ini, kami bersiap melakukan demonstrasi berjilid-jilid,” tegas Lianuddin dari Panyabungan.(id100)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda