Breaking News
Memuat breaking news...

LSM dan Korwasis Desak Kapolda Sumut Ungkap Kasus Penambang Meninggal di PETI Batas Tapsel–Madina

Redaksi
Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026 - 8.00 AM WIB
LSM dan Korwasis Desak Kapolda Sumut Ungkap Kasus Penambang Meninggal di PETI Batas Tapsel–Madina
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANABARI (Waspada.id): LSM Genta Madina dan Pembina Korwasis mendesak Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., segera mengungkap kasus meninggalnya seorang penambang di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kawasan Panabari, perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.

Korban berinisial Rijal, warga Desa Pintu Padang Jae, Kecamatan Siabu. Kabar kematiannya beredar luas di media sosial dalam rentang Minggu (9/8) hingga Rabu (12/8).

Sekretaris LSM Genta Madina, Chandra Siregar, menyampaikan informasi itu berasal dari teman sekaligus rekan kerja korban, Syawaluddin, warga Desa Hutabaringin. Syawaluddin mengaku turut mengantar jenazah Rijal dimakamkan di Jorong Air Balam, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, pada Minggu (9/8).

"Istri korban, Leni Marlina, awalnya diberitahu suaminya sakit di Padangsidimpuan. Namun informasi kemudian menyebutkan Rijal diduga tertimpa longsoran material di lokasi tambang," ujar Chandra, Rabu (12/8) malam.

Ia juga menyampaikan dugaan keluarga belum melapor ke polisi, diduga karena adanya tekanan dari oknum pengusaha tambang. Biaya pemakaman disebut telah disepakati dengan pihak pemilik alat berat.

Secara terpisah, Pembina Korwasis Madina, Todung Mulya Lubis, mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum. Jika benar korban tewas akibat longsor di lokasi PETI, perlu penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian dan pihak yang bertanggung jawab.

"Jangan sampai kasus ini berlalu begitu saja tanpa kejelasan. Aparat tidak hanya menindak aktivitas PETI, tetapi juga mengungkap aspek keselamatan kerja dan dugaan kelalaian," tegas Todung.

Pihaknya mendorong aparat segera melakukan verifikasi dan pemeriksaan terhadap pemilik alat berat, rekan kerja, serta pihak lain yang mengetahui kejadian. Korwasis menegaskan tidak bermaksud mendahului proses hukum, namun menuntut transparansi demi kepastian bagi keluarga korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi dan penyebab pasti kematian.(id100)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement