Malaria Knowlesi Jadi Tantangan Baru dalam Eliminasi Malaria di Aceh


BANDA ACEH (Waspada.id): Munculnya kasus malaria knowlesi di sejumlah wilayah menjadi tantangan baru bagi Provinsi Aceh dalam mempertahankan capaian eliminasi malaria.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Dinas Kesehatan Aceh memperkuat koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam upaya penanggulangan penyakit tersebut.
Upaya ini dibahas dalam kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Malaria Knowlesi melalui Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor yang berlangsung di Ayani Hotel, Banda Aceh, 29–31 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM., M.Kes., pada Jumat (30/10).
Dalam sambutannya, Ferdiyus mengatakan, Aceh telah menunjukkan kemajuan dalam pengendalian malaria di Aceh. "Capaian Annual Parasite Incidence (API) atau Jumlah penderita malaria per Jumlah penduduk masih tetap berada di bawah target nasional dan sebagian besar kabupaten/kota berhasil mempertahankan status rendah kasus malaria. Jumlah daerah yang memperoleh sertifikat eliminasi malaria juga sudah 23 Kabupaten/Kota di Aceh menunggu sertifikasi Tingkat Provinsi Aceh secara nasional", sebut Ferdiyus.
Namun, meningkatnya kasus malaria knowlesi menjadi hampir 80% kasus malaria di dominasi oleh Jenis Plasmodium Knowlesi menjadi peringatan bahwa upaya pengendalian malaria tidak boleh mengendur di Aceh.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM., M.Kes. foto bersama dengan peserta Sosialisasi Penanggulangan Malaria Knowlesi melalui Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor usai pembukaan di Ayani Hotel, Banda Aceh. Foto direkam Jumat (30/10). (Waspada.id/Ist)
Malaria Knowlesi saat ini menjadi perhatian khusus karena kasusnya semakin banyak dilaporkan di berbagai wilayah Indonesia termasuk di provinsi Aceh. Malaria Knowlesi sebelumnya dikenal sebagai penyakit yang menginfeksi kera ekor panjang (Macaca Fascicularis), namun saat ini telah diketahui dapat menginfeksi manusia melalui siklus penularan yang melibatkan nyamuk sebagai vektor.
"Malaria knowlesi memiliki karakteristik berbeda karena melibatkan siklus penularan yang berkaitan dengan manusia, nyamuk sebagai vektor, dan satwa liar, khususnya kera ekor panjang. Kondisi ini membuat penanggulangannya membutuhkan pendekatan yang lebih luas dan tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan", tegas Ferdiyus.
Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Malaria knowlesi menjadi tantangan baru dalam upaya eliminasi malaria karena melibatkan faktor lingkungan, satwa liar, vektor, dan aktivitas manusia yang saling berkaitan.
Ferdiyus menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor kesehatan, lingkungan hidup, kehutanan, peternakan, akademisi, pertambangan, pemerintah daerah, serta mitra pembangunan untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian malaria knowlesi.
Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai karakteristik penyakit, faktor risiko penularan, serta langkah-langkah pencegahan dan pengendaliannya.
Penguatan kerja sama lintas sektor ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan surveilans, mempercepat deteksi dini kasus, dan meningkatkan efektivitas respons penanggulangan.
Ferdiyus berharap kolaborasi yang dibangun melalui pertemuan tersebut dapat menghasilkan komitmen bersama dan langkah nyata agar capaian eliminasi malaria di Aceh tetap terjaga secara berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Lintas Sektor di Provinsi Aceh (Kesdam IM, Biddokkes Polda Aceh, Bappeda, DPMG, DLHK, BPBA, Diskominsa, Dinas ESDM, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, BKSDA Kementerian Kehutanan, dan Kemenag), Peserta Dinas Kesehatan Aceh, serta 10 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota terpilih beserta lintas sektor (Bappeda, DLHK, Dinas Pertanian Perkebunan, Dinas Pariwisata, ESDM) serta ikut menghadirkan narasumber dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh serta Narasumber dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh. (id65)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda