Manajer Chicken Crush Akui Kesalahan Anggota Terkait Biaya Es Teh Rp5.000


MEDAN (Waspada.id): Manajemen outlet Chicken Crush di Jalan Karya Cilincing Nomor 31A, Medan, mengakui adanya kesalahan anggota di lapangan terkait penarikan biaya Rp5.000 untuk es teh yang disebut gratis dalam paket pembelian ayam geprek. Manajer outlet, Senun, menyatakan telah menegur anggota yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak terulang.
Peristiwa tersebut dialami seorang konsumen bernama Irvan pada Kamis (29/10/2026). Ia mengaku dikenakan biaya tambahan Rp5.000 untuk es teh, meskipun berdasarkan informasi promo yang diterimanya, minuman tersebut seharusnya gratis dalam pembelian paket ayam geprek.
Irvan menyimpan struk transaksi sebagai bukti pembayaran. Ia kemudian mempertanyakan kesesuaian biaya yang dikenakan dengan informasi promo yang berlaku di outlet tersebut.
Merasa belum mendapatkan penjelasan yang memadai, Irvan menghubungi akun bisnis resmi Chicken Crush sekitar pukul 12.23 WIB untuk meminta klarifikasi. Namun, menurutnya, jawaban yang diterima hanya menyebutkan bahwa persoalan tersebut sedang dalam proses verifikasi tanpa memberikan penjelasan rinci mengenai penarikan biaya es teh.
Irvan kemudian meminta konfirmasi langsung kepada manajemen outlet terkait transaksi tersebut. Dalam keterangannya, Senun selaku manajer mengakui adanya kesalahan yang dilakukan anggotanya.
“Iya, saya sudah mengakui anggota saya salah, Bang, dan saya sudah menegur anggota saya agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Senun.
Pengakuan tersebut menjadi dasar bagi konsumen untuk meminta kejelasan mengenai pelaksanaan promo dan biaya yang dikenakan. Meski demikian, kesesuaian transaksi dengan ketentuan promo perlu dipastikan berdasarkan bukti pembayaran serta informasi promo yang berlaku saat pembelian.
Pemerhati konsumen, Ridwan Nasution, SH, menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan nominal Rp5.000, tetapi juga menyangkut transparansi informasi dan kepercayaan konsumen terhadap pelaku usaha.
“Ini bukan soal Rp5.000-nya. Konsumen berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai harga dan promo yang berlaku. Jika es teh memang termasuk gratis dalam paket pembelian, seharusnya tidak ada biaya tambahan yang dibebankan tanpa penjelasan,” kata Ridwan.
Ia mengapresiasi keterbukaan manajer yang mengakui kesalahan anggota di lapangan. Namun, menurutnya, manajemen perlu melakukan evaluasi agar pelaksanaan promo di tingkat kasir sesuai dengan informasi yang disampaikan kepada konsumen.
Ridwan juga mendorong manajemen memperjelas standar operasional prosedur (SOP), memasang informasi promo secara transparan, serta memberikan pelatihan kepada petugas kasir. Selain itu, ia meminta agar persoalan pembayaran tersebut diselesaikan dengan memberikan penjelasan dan, apabila terbukti terjadi kelebihan pembayaran, mengembalikan uang konsumen sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Ridwan, konsistensi dalam memberikan informasi harga dan menjalankan promo merupakan bagian penting dari perlindungan konsumen. Kejelasan tersebut juga diperlukan untuk mencegah kesalahpahaman antara konsumen dan pelaku usaha.
Hingga berita ini disusun, manajer outlet menyatakan telah menegur anggota yang bersangkutan dan berharap kejadian serupa tidak terulang. Penyelesaian mengenai pengembalian biaya Rp5.000 serta evaluasi pelaksanaan promo menjadi hal yang perlu dipastikan lebih lanjut. (fs)
Berita Terkait










































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda