Mangapul Purba Desak Pemerintah Atasi Kelangkaan Pupuk Subsidi


MEDAN (Waspada.id) – Anggota DPRD Sumut, Mangapul Purba, SE, M.I.Kom, Sabtu (10/10) mendesak pemerintah segera mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga pupuk bersubsidi yang dikeluhkan petani di Kabupaten Simalungun. Pemerintah juga diminta memperketat pengawasan distribusi pupuk agar tepat sasaran dan tidak semakin membebani biaya produksi petani.
Persoalan tersebut menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat kepada Mangapul saat melaksanakan reses di sejumlah nagori dan kelurahan di Kabupaten Simalungun pada 21–30 September 2026.
Selain kelangkaan pupuk, petani juga meminta bantuan bibit jagung, kentang dan cabai, alat dan mesin pertanian, serta perbaikan jalan usaha tani. Masyarakat turut menyampaikan kebutuhan pembangunan dan renovasi rumah ibadah serta fasilitas pendidikan.
Mangapul menyerap aspirasi tersebut di antaranya di Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, dan Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan. Keluhan serupa disampaikan petani di Kelurahan Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, yang berharap pemerintah segera memberikan solusi atas sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Simalungun diharapkan memastikan ketersediaan pupuk sekaligus mengawasi penyalurannya agar sesuai ketentuan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran kegiatan pertanian dan menekan beban biaya produksi.
Untuk mendukung produktivitas, kelompok tani di Nagori Tanjung Maraja, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, meminta bantuan bibit jagung. Sementara petani di Saribudolok, Nagori Simpang Raya Dasma, Kecamatan Panei, serta Nagori Dolok Parmonangan mengharapkan bantuan bibit kentang, cabai dan jagung berkualitas.
Masyarakat juga mengeluhkan kerusakan jalan usaha tani. Warga Nagori Tanjung Maraja meminta perbaikan jalan yang rusak parah, sedangkan masyarakat Nagori Marubun Jaya mengharapkan pengaspalan dan perbaikan jalan. Keluhan infrastruktur turut disampaikan warga Nagori Pematang Sidamanik, Kecamatan Pematang Sidamanik.
Selain itu, kelompok tani di Tanjung Maraja membutuhkan bantuan hand tractor, sementara petani Marubun Jaya mengharapkan dukungan alat dan mesin pertanian lainnya.
Di luar sektor pertanian, masyarakat di Marubun Jaya, Tanjung Maraja, Saribudolok, Simpang Raya Dasma, Bandar Masilam, Sinaksak, Pematang Sidamanik dan Dolok Parmonangan mengusulkan bantuan pembangunan maupun renovasi rumah ibadah. Aspirasi mengenai perbaikan sekolah dan fasilitas pendidikan juga disampaikan warga.
Berbagai aspirasi tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun program dan mengalokasikan anggaran. Dengan tindak lanjut yang tepat, kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya petani, diharapkan dapat terpenuhi dan produktivitas pertanian di Simalungun semakin meningkat. (id143)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda