Marbot Masjid Itu Bersyukur Mendapat Kesempatan Umrah Dari PT Garuda IndonesiaMarbot Masjid Itu Bersyukur Mendapat Kesempatan Umrah Dari PT Garuda Indonesia

RAMLAN, marbot masjid Baitul Khair warga Lingkungan IX, Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, bersyukur dan merasa sangat bahagia karena mendapatkan kesempatan emas berangkat umrah gratis dari PT Garuda Indonesia Tbk.
Sebagai bentuk rasa syukur, marbot masjid yang selama ini dikenal berpenampilan kalem itu, Rabu (22/7) malam, tepatnya seusai salat Magrib mengundang imam majid dan puluhan jemaah Masjid Baitul Khair untuk datang ke rumah kediamannya yang sederhana.
Di rumah panggung berlantai papan tersebut, Ramlan, menggelar hajatan berupa ritual pembacaan ayat suci Al Quran dan tahlilan. Sebelum ditutup dengan doa yang dipimpin oleh iman masjid, M. Ishaq, pihak keluarga mengadakan acara tradisi Melayu berupa tempung tawar.
Ramlan termasuk satu-satunya warga Sumatera Utara yang beruntungan. Peristiwa bencana banjir dan longsor yang menerjang tiga pulau di wilayah Sumatera menjelang akhir tahun 2025 lalu membawa berkah dan sekaligus hikmah luar biasa bagi tiga orang marbot masjid dari tiga provinsi yang dilanda bencana hidrometeorologi itu.
Bagaimana tidak, tiga marbot masjid masing-masing dari provinsi Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Utara, mendapat kesempatan berangkat ke tanah suci Makkah Almuqaromah untuk melaksanakan ibadah umroh secara gratis dari perusahaan PT Garuda Indonesia.
Salah satu marbot masjid yang mendapat kesempatan emas itu adalah Ramlan. Bapak dari tiga orang anak yang selama ini bekerja ikhlas menjaga waktu salat dan sekaligus menjadi petugas bagian kebersihan masjid sebelumnya tak pernah membayang bakal bisa menginjakkan kaki ke tanah suci.
Marbot masjid yang sudah berusia 55 tahun itu seakan tak percaya ketika salah seorang perangkat kelurahan (Kepling) menyambangi rumahnya membawa kabar gembira terkait tawaran berangkat umroh yang tidak semua orang bisa mendapat kesempatan itu, apalagi gratis.
Ramlan mengaku, ia awalnya sempat menolak kesempatan emas dari perusahaan maskapai 'plat merah' ini karena ia takut naik pesawat. "Saya sebenarnya sangat gembira, tapi saya takut naik pesawat," imbuhnya dengan polos.
Namun, karena banyak dorongan semangat dari keluarga, termasuk dari sejumlah warga kampung, marbot masjid yang merupakan zuriat atau cicit dari Tuan Syekh Abdullah Hakim al Khalidi Naqaabandiyah yang bergelar Datuk Panglima Hitam ini akhirnya dengan rasa syukur dan penuh sukacita menerima tawaran langka ini.
Untuk pengurusan dokumen pasport, pihak Garuda Indonesia menyediakan tiket pesawat Flight GA187 tujuan Jakarta pada, Minggu (1/2). Ia diantarkan oleh Lurah Bukit Kubu, Rahmatsyah dan Kasi PMP Kecamatan Besitang, Chairina, SP, M.Si, menuju Bandara Internasional Kualanamu di Deliserdang.
Ramlan mengaku ia disambut hangat oleh karyawan Garuda yang sudah menunggu kedatangannya. Marbot masjid yang selama hidupnya tak pernah naik pesawat udara ini dengan sedikit perasaan nervous diantarkan langsung hingga sampai ke dalam pesawat.
Saat sudah berada di dalam pesawat, jantung Ramlan berdetak kencang. Ia tak henti berdoa agar perjalanannya, aman, lancar dan diberi keselamatan. Suasana batinnya ketika itu dibalut rasa cemas saat pesawat mulai take off meninggalkan landasan pacu.
Sekira kurang lebih dua jam dalam perjalanan, pesawat yang ditumpangi marbot masjid itu pun landing di bandara Soekarno Hatta. Setiba di bandara internasional terbesar di Indonesia ini, Ramlan, yang tidak familiar dengan suasana bandara mengaku merasa bingung.
Namun, di tengah kebingungan itu, tiba-tiba handphone jadulnya berdering dan tak lama kemudian datang dua orang utusan Garuda Indonesia menghampirinya. Marbot masjid itu menyatakan, ia mendapat pelayanan luar biasa yang selama ini tak pernah ia rasakan.
Ramlan mengatakan ia menginap di hotel dan dibawa jalan-jalan di seputar Jakarta. Pada keesokan harinya, ia dibawa ke Kantor Imigrasi untuk mengurus pasport. Setelah urusan administrasi selesai, ia pun kembali pulang ke Medan, Senin (2/2), dengan menumpang pesawat Garuda Flight GA 186.
Marbot masjid yang selama bertahun-tahun ikhlas mengabdikan diri untuk mengurus kebersihan lingkungan masjid ini menjelaskan, sesuai rencana, ia diberangkatkan 25 Juli bersama dua rekannya dari Sumbar dan Aceh.
Lurah Bukit Kubu, Rahmatsyah, yang hadir pada acara tepung tawar pada malam itu dalam kata sambutannya mengingatkan kepada Ramlan agar fokus menjalankan ibadah umroh. "Perbanyaklah berzikir dan berdoa," kata lurah memberi wejangan.
"Diberangkatkan umrah gratis dari perusahan maskapai Garuda Indonesia merupakan rezeki yang tak terduga, apalagi Ramlan adalah satu-satunya jamaah yang terpilih dari Sumatera Utara," kata Rahmatsyah seraya mendoakan agar ibadah marbot masjid berjalan lancar. (id24)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda