Breaking News
Memuat breaking news...

Marturi Warisan Budaya Sarat Nilai dan Pendidikan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 3.50 PM WIB
Marturi Warisan Budaya Sarat Nilai dan Pendidikan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANYABUNGAN (Waspada.id): Marturi merupakan salah satu warisan budaya Mandailing yang sarat dengan nilai, pendidikan, kebersamaan, dan identitas masyarakat.

Demikian Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Afrizal Nasution, saat membuka lomba marturi dan seni tari tingkat pelajar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia di Alun - Alun Panyabungan pada Rabu (12/8/2026).

Perlombaan seperti marturi dan seni tari bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan maupun meraih juara.

"Tapi juga bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, kebersamaan dan identitas masyarakat," kata dia saat membacakan pidato bupati.

Afrizal menekankan generasi muda untuk turut serta mengenali, mempelajari, menjaga, dan mengembangkan budaya. Menurut dia, lomba marturi dan seni tari ini merupakan salah satu wadah dalam mencapai hal tersebut.

"Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah. Dengan mempelajari dan mengembangkan budaya, kita turut memastikan warisan ini tidak hilang dan tetap dikenal oleh generasi berikutnya,” pesan dia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Muhammad Faisal Situmorang mengatakan, lomba ini merupakan program Bidang Kebudayaan yang bertujuan melestarikan nilai-nilai budaya, seni, dan budi pekerti masyarakat Madina.

“Selain untuk melestarikan budaya dan tradisi daerah, kegiatan ini juga merupakan rangkaian dalam memeriahkan HUT ke-81 RI di Madina,” kata dia.

Faisal melaporkan, total peserta yang mengikuti dua perlombaan tersebut mencapai 576 orang. Untuk lomba marturi terdapat sekitar 288 peserta yang terbagi dalam 16 grup tingkat SD, 12 grup SMP, dan sembilan grup SMA.

Sementara untuk lomba seni tari juga diikuti sekitar 288 peserta, dengan rincian 20 grup tingkat SD dan 18 grup tingkat SMP.

Faisal menjelaskan, lomba ini tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan bakat dan kreativitas pelajar di bidang seni sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.

“Kita ingin anak-anak kita berani tampil, memiliki kreativitas dan membentuk karakter. Mereka juga diharapkan semakin mencintai budaya daerah serta menghargai keberagaman seni yang ada di Madina,” pungkas Faisal.(Id100)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement