Breaking News
Memuat breaking news...

Masih Dalam Pemulihan Pasca Bencana, HUT ke-27 Bireuen Digelar Sederhana

Redaksi
Redaksi
Selasa, 6 Oktober 2026 - 5.30 AM WIB
Masih Dalam Pemulihan Pasca Bencana,  HUT ke-27 Bireuen Digelar Sederhana
Bupati Bireuen, H, Mukhlis saat memberikan keterangan kepada awak media.Waspada.id/Fauzan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BIREUEN (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Bireuen menetapkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 tahun 2026 dengan konsep yang sederhana. Langkah ini diambil mengingat wilayah tersebut masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir besar yang melanda pada awal November 2025 lalu.

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, menyampaikan hal tersebut saat kegiatan Coffee Morning bersama awak media di Gazebo Pendopo Bupati, Sabtu (3/10).

"Konsep peringatan kali ini dikemas lebih sederhana, mempertimbangkan situasi pasca bencana yang masih dirasakan masyarakat," ujar Bupati Mukhlis.

Mengusung tema "Bireuen Berselawat", rangkaian kegiatan lebih difokuskan pada kegiatan keagamaan, seperti tausiyah, pembacaan selawat, serta hiburan islami berupa penampilan marawis dan doa bersama.

Bupati berharap dukungan dari seluruh elemen, termasuk media massa, untuk menyebarkan informasi positif serta mendoakan kelancaran seluruh rangkaian acara.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Dinas PUPR Bireuen, Ir. Fadhli Amir, melaporkan bahwa kegiatan peringatan akan berlangsung mulai Sabtu, 3 Oktober hingga hari puncak Senin, 13 Oktober 2026.

Berbagai kegiatan telah disiapkan dan melibatkan unsur pemerintah, kecamatan, TP-PKK, pelajar, mahasiswa, anak usia dini, pemuda, masyarakat, pelaku UMKM, serta seluruh lapisan masyarakat Bireuen.

Adapun rangkaian kegiatan meliputi, Sepak bola antar kecamatan Piala Bupati, Pameran UMKM dan kuliner, Bola voli putri antar instansi dan dinas, Lomba merangkai sirih tingkat TP PKK kecamatan dan Lomba masak nasi goreng bagi kepala OPD lingkungan Pemerintah kabupaten Bireuen

​

Kemudian, Pentas seni seperti engklek, jalan batok, Lomba azan tingkat PAUD, Lomba mewarnai dan melukis tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa, Lomba tari tradisional, lomba meurukon antar kecamatan.

Bukan hanya itu saja Pameran literasi buku juga digelar, bincang literasi, cerita rakyat, serta lomba teut bude trieng, Jalan santai, upacara peringatan HUT, perayaan Maulid Nabi, serta penampilan marawis, hadrah seeta ceramah agama.

"Seluruh kegiatan dirancang agar melibatkan partisipasi luas masyarakat, sekaligus mempererat kebersamaan warga Bireuen di tengah masa pemulihan," ungkap Fadhli Amir. (id73).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement