Breaking News
Memuat breaking news...

Masjid sebagai Barak Pembebasan: "Menghidupkan Kembali Gerakan Sosial dari Rumah Ibadah"

Redaksi
Redaksi
Minggu, 25 Oktober 2026 - 8.06 PM WIB
Masjid sebagai Barak Pembebasan: "Menghidupkan Kembali Gerakan Sosial dari Rumah Ibadah"
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Masjid bukan sekedar tempat menegakkan salat lima waktu. Masjid adalah pusat peradaban, ruang penguatan umat, tempat menumbuhkan kepedulian sosial, sekaligus titik awal perjuangan membangun masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat.

Pesan inilah yang disampaikan oleh Muhammad Mas’ud Silalahi, S.Sos, Aktivis Sosial-Politik Islam,

kepada adik-adik Pendekar Tangguh ketika bersama Brigade Masjid BKPRMI Kota Binjai dan Ketua DPD KNPI Kota Binjai.

Mas'ud mengajak generasi muda, khususnya para pendekar dan insan persilatan - aktifis Islam, untuk kembali menjadikan Masjid sebagai pusat pengabdian kepada umat.

“Kembalilah ke masjid, dan sebarkan pesan ini ke seantero jagat persilatan: kekuatan sejati seorang pendekar bukan hanya terletak pada ketangguhan fisiknya, tetapi juga pada keberanian membela yang lemah, kepedulian terhadap yang lapar, dan ketulusan menolong mereka yang membutuhkan," tutur Muhammad Mas'ud Silalahi. S.Sos di Binjai (25/10/2026).

Dijelaskan Mas'ud, tiang pancang masjid semestinya tidak hanya menjadi simbol tegaknya bangunan dan tempat berkumandangnya seruan salat. Lebih dari itu, masjid harus menjadi simbol tegaknya kepedulian, tempat umat melihat kenyataan sosial di sekitarnya, mendengar jeritan masyarakat yang kesulitan, serta menghadirkan solusi bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.

Sebab, apa artinya masjid yang megah apabila masih ada tetangga yang kelaparan? Apa makna kemakmuran rumah ibadah jika masyarakat di sekitarnya hidup dalam kesulitan, sementara semangat gotong royong dan kepedulian sosial semakin memudar?

"Sudah saatnya kita menghidupkan kembali fungsi sosial masjid. Dari masjid-masjid terdekat, kita dapat membangun gerakan kepedulian terhadap fakir miskin, membantu anak-anak yang membutuhkan pendidikan, mendampingi keluarga yang kesulitan ekonomi, serta merangkul generasi muda agar terhindar dari berbagai bentuk penyimpangan sosial," tegas Mas'ud.

Dalam konteks inilah, tambah Mas'ud, masjid perlu kita maknai sebagai “Barak Pembebasan” --- bukan tempat untuk melahirkan permusuhan, melainkan pusat konsolidasi kebaikan, pembebasan dari kebodohan, kemiskinan, ketidakpedulian, dan ketidakadilan sosial.

Gerakan ini membutuhkan keterlibatan semua pihak. Ulama, pemuda, aktivis sosial, organisasi kepemudaan, komunitas persilatan, dan masyarakat luas harus bergandengan tangan. Para pendekar hendaknya tidak hanya dikenal karena keberanian dan keterampilan bela dirinya, tetapi juga karena akhlak, kedisiplinan, serta keberpihakannya kepada masyarakat kecil.

"Kita ingin melihat lahirnya generasi muda yang kuat tanpa menindas, berani tanpa menyakiti, dan berilmu tanpa kehilangan kerendahan hati. Generasi yang menjadikan kekuatan sebagai alat pengabdian, bukan sarana kesombongan," terangnya.

Kemakmuran dan kejayaan umat tidak cukup hanya dibicarakan dalam forum-forum besar. Keduanya harus dirumuskan, diperjuangkan, dan diwujudkan melalui tindakan nyata dari lingkungan terdekat kita. Mulailah dari masjid, dari kampung, dari tetangga, dan dari mereka yang paling membutuhkan uluran tangan.

"Mari kembali ke masjid, bukan hanya untuk meramaikan saf salat, tetapi juga untuk meramaikan barisan kemanusiaan. Mari jadikan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pergerakan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan bangsa," ajak Mas'ud.

Sebab, ketika masjid hidup bersama masyarakat, ketika pemuda bergerak dengan nilai-nilai keislaman, dan ketika kekuatan dipadukan dengan kepedulian, di situlah fondasi peradaban yang adil dan bermartabat mulai dibangun.

Semoga Allah SWT senantiasa merahmati setiap langkah pengabdian kita, menguatkan persaudaraan, dan membimbing kita agar mampu menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Aamiin.(id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement