Massa Demo Kantor PLN Gunungtua, Seruduk Ruangan Manajer


GUNUNGTUA (Waspada.id): Puluhan massa yang mengatasnamakan Forum Pemuda Peduli Paluta (FPP-Paluta) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PLN ULP Gunungtua, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kamis (15/10) siang.
Massa yang datang menggunakan mobil dan pengeras suara itu menyampaikan orasi tepat di halaman Kantor PLN ULP Gunungtua dengan pengawalan ketat pihak kepolisian, Satpol PP, dan satpam kantor PLN.
Pantauan Waspada.id, massa menuntut perbaikan pelayanan PLN Gunungtua terkait kondisi kelistrikan di Kabupaten Padang Lawas Utara.
“Kami minta pertanggungjawaban PLN Gunungtua terkait seringnya lampu padam di Kabupaten Padang Lawas Utara. Dan kami meminta Manajer PLN ULP Gunungtua segera dicopot dari jabatannya,” teriak Koordinator Aksi, Sadar Putra AGH, S.H., M.H.

Massa saling mendorong dengan pihak pengamanan untuk memaksa masuk ke Kantor PLN ULP Gunungtua. (Waspada.id/Sori Parlah Harahap)
Disampaikannya, PLN Gunungtua harus bertanggung jawab atas kerusakan alat elektronik masyarakat akibat seringnya lampu padam setiap hari.
“Kenapa PLN tidak menyampaikan pemberitahuan terlebih dahulu kalau PLN akan padam? Dan kenapa padamnya sampai 5–6 jam tanpa ada keterangan yang jelas?” ungkapnya lagi.
Massa berteriak meminta Manajer PLN segera keluar dan menemui mereka. Namun, karena tidak ada respons, akhirnya massa saling dorong dengan pihak keamanan untuk memaksa masuk ke dalam kantor.
Akhirnya, massa berhasil masuk ke ruangan pertama kantor PLN dan ditemui Kepala K3, Bastian.

Mendengar penjelasan perwakilan staf yang dinilai kurang meyakinkan, serta informasi bahwa Manajer sedang berada di Kantor PLN Padangsidimpuan, massa pun langsung menabrak pintu dan memaksa masuk menuju ruangan manajer.
Setelah berhasil menyeruduk ruangan manajer, massa berorasi di dalam ruangan. “Manajer PLN atas nama Randi sudah tidak becus menjadi pimpinan di PLN ULP Gunungtua ini. Kami sudah membuat surat pemberitahuan, tetapi beliau tidak menghargainya. Dan malah pergi ke Padangsidimpuan,” kata massa.
Kemudian, massa juga memaksa Kepala K3, Bastian, untuk menelepon langsung atasannya, tetapi telepon tersebut tidak diangkat.
“Kami akan bertahan di kantor ini sampai ada penjelasan dari manajer kapan kami siap berhadapan langsung. Dan kami semua ini adalah masyarakat asli putra daerah. Kami juga datang baik-baik, kenapa beliau tidak menghargai kami? Padahal, tujuan kami jelas untuk mempertanyakan terkait seringnya lampu padam di Paluta dan bagaimana pertanggungjawaban pihak PLN terkait barang elektronik masyarakat yang rusak akibat ulah pihak manajemen PLN ini,” jelasnya.

Massa menyeruduk ruangan Manajer PLN ULP Gunungtua. (Waspada.id/Sori Parlah Harahap)
Kemudian, massa juga menyinggung biaya sertifikat kompetensi karyawan Pelayanan Teknik (Yantek) yang dikutip pihak vendor, yaitu PT Goodrayns, sebesar Rp10 juta setiap karyawan.
“Kami akan datang kembali beberapa hari lagi dengan massa yang lebih banyak. Sampaikan kepada Manajer PLN dan pihak vendor untuk siap menemui kami. Jangan mereka hanya mengambil keuntungan di Kabupaten Padang Lawas Utara ini,” ungkapnya kepada perwakilan staf.
Terpisah, Manajer PLN Gunungtua, Randi, yang dihubungi melalui telepon untuk dimintai tanggapan terkait aksi unjuk rasa masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara tersebut, tidak memberikan tanggapan. (id58)
Berita Terkait




























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda