Breaking News
Memuat breaking news...

Masuk 3 Besar PPD 2026, Deliserdang Paparkan Program Unggulan di Bappenas

Redaksi
Redaksi
Selasa, 1 September 2026 - 7.51 PM WIB
Masuk 3 Besar PPD 2026, Deliserdang Paparkan Program Unggulan di Bappenas
Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, memaparkan langsung program unggulan dan capaian pembangunan daerah di hadapan tim penilai di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (1/9/26). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Kabupaten Deliserdang masuk tiga besar nasional Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas.

Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan, memaparkan langsung program unggulan dan capaian pembangunan daerah di hadapan tim penilai di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (1/9/26).

Program unggulan tersebut mencakup trisula pembangunan yakni Demi Pemula Sepeda Bagus dan Pas Sehat pada sektor pembangunan sumber daya manusia, Kawan UMKM untuk penguatan ekonomi, serta SIBARULAH untuk penanganan kemiskinan.

“Yang kami bangun bukan hanya program, tetapi bagaimana program itu memberikan dampak. Karena itu, perencanaan harus selaras, pelaksanaannya terintegrasi dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” papar Asri Ludin.

Pada penguatan sumber daya manusia, Demi Sepeda Bagus menghadirkan layanan pendidikan inklusif bagi kelompok rentan dan anak berkebutuhan khusus (ABK). Program ini mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, terapi, hingga perlindungan sosial tanpa biaya, termasuk melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sentra ABK di Kecamatan Pagar Merbau.

Program tersebut telah melayani 617 ABK. Sejalan dengan itu, sejumlah indikator pembangunan manusia juga menunjukkan peningkatan. Harapan Lama Sekolah naik dari 13,40 tahun pada 2024 menjadi 13,46 tahun pada 2025. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 77,56 menjadi 78,29.

Penguatan layanan kesehatan dilakukan melalui inovasi Pas Sehat yang mengintegrasikan lima layanan. Di antaranya Pas Pula untuk menjamin akses kesehatan bagi masyarakat rentan yang belum terlindungi JKN, PAS JEMPOL untuk mempermudah administrasi layanan berbasis biometrik, serta Pas Sehat untuk penemuan aktif kasus tuberkulosis melalui skrining menggunakan mobil X-Ray.

Selanjutnya, Pas Cerdik difokuskan pada deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara melalui IVA Test dan skrining. Sedangkan Pas Kali 24 Jam memberikan respons kegawatdaruratan yang terhubung dengan Delta112.

Dalam mempercepat perekonomian, Pemkab menghadirkan Kawan UMKM dan Café Sobatku melalui penataan kawasan usaha terpadu, fasilitasi legalitas, percepatan akses KUR, hingga digitalisasi QRIS yang sukses meningkatkan omset UMKM rata-rata hingga 93,04 persen

Pada sisi pengurangan kemiskinan, Pemkab Deliserdang mengandalkan inovasi Sibarulah (Sinergi Bantuan Rumah Layak Huni). Program ini mengintegrasikan pemenuhan 14.023 unit rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, didukung kebijakan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Sibarulah juga mencakup bedah rumah terpadu bagi keluarga berisiko stunting. Implementasi program perumahan ini turut mengantarkan Deliserdang meraih terbaik I Regional Sumatera untuk implementasi program 3 juta rumah dari Kementerian PKP RI.

Berbagai intervensi pembangunan tersebut berjalan seiring dengan perbaikan sejumlah indikator makro. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Deliserdang mencapai 4,55 persen, PDRB per kapita meningkat menjadi Rp78,08 juta, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 7,69 persen, dan angka kemiskinan turun menjadi 3,11 persen. IPM juga meningkat menjadi 78,29.

Dari sisi perencanaan, RKPD Deliserdang 2026 telah diselaraskan dengan RKP 2026. Sebesar Rp5,18 triliun anggaran RKPD 2026 diarahkan untuk mendukung delapan prioritas nasional melalui 2.374 subkegiatan.

Asri Ludin Tambunan menegaskan, masuknya Deliserdang dalam tiga besar nasional PPD 2026 menjadi momentum untuk memastikan perencanaan pembangunan tidak berhenti pada dokumen dan program, tetapi menghasilkan perubahan yang terukur bagi masyarakat.

“Pada akhirnya, pembangunan harus membawa perubahan. Ketika kemiskinan turun, pengangguran turun, IPM meningkat dan ekonomi tumbuh, di situlah kita melihat pembangunan memberikan dampak,” tegasnya.

Presentasi di hadapan tim penilai turut dihadiri Sekda Dedi Maswardy; Ketua TP PKK, Jelita Asri Ludin Tambunan, Kepala Bappedalitbang Yetti Sembiring; Inspektur, Edwin Nasution, serta jajaran pimpinan perangkat daerah lainnya.(id.28)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement