Breaking News
Memuat breaking news...

Maulid Lampoih Saka, Yatim Terima Santunan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 26 Agustus 2026 - 10.22 PM WIB
Maulid Lampoih Saka, Yatim Terima Santunan
Camat Peukan Baro Iswadi, S.HI., menyerahkan santunan kepada anak yatim pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka, Selasa (25/8/2026). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIGLI (Waspada.id): Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, tidak berhenti pada lantunan selawat dan kenduri. Ratusan anak yatim dari lima gampong menerima santunan uang tunai Rp750 ribu dan kain sarung sebagai bentuk kepedulian masyarakat, Selasa (25/8/2026).

Penerima santunan berasal dari Gampong Dua Paya, Dayah Bubue, Cot Mulu, Tanjong Hagu, dan Mee Lampoh Saka. Mereka merupakan anak usia sekolah hingga 13 tahun yang sebagian besar berasal dari keluarga petani, buruh sawah, dan pekerja bangunan.

Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Taqwa Lampoih Saka, Bukhari Thahir, mengatakan santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada anak yatim sekaligus upaya meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Sesuai keteladanan Rasul, tentu harus kita warisi. Rasa kasih sayang kepada anak yatim dan mereka yang lemah bukanlah suatu kehinaan. Saling berbagi dan memiliki kepedulian justru menjadi sumber kekuatan untuk melakukan perubahan dan menggapai kemakmuran di tengah umat,” kata Bukhari.

Ketua Panitia Pelaksanaan Peringatan Maulid, Irwansyah Putra, M.Kes, mengatakan setiap anak yatim menerima uang tunai Rp750 ribu serta satu paket kain sarung yang dapat digunakan untuk salat maupun kegiatan mengaji.

Bukhari menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan keperluan sehari-hari anak yatim.

“Bantuan uang tunai Rp750 ribu untuk setiap anak diharapkan dapat membantu keperluan sekolah, membeli alat tulis dan pakaian seragam, bahkan dapat digunakan untuk membeli sepeda standar bagi anak-anak,” ujarnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pihak BKM sebelumnya berkoordinasi dengan para keuchik di wilayah sekitar. Pemerintah gampong diminta menyerahkan data anak yatim berusia 1 hingga 13 tahun agar seluruh penerima yang memenuhi kriteria dapat terdata dan tidak terlewatkan.

Dana santunan berasal dari sumbangan para pengusaha, perantau asal Lampoih Saka yang berada di luar daerah, masyarakat setempat, serta para donatur lainnya. Kegiatan tersebut menjadi agenda rutin yang dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap 12 Rabiul Awal.

Selain santunan, peringatan Maulid juga diisi dengan kenduri bersama. Setiap keluarga membawa tiga nasi kulah, yakni nasi yang dibungkus menggunakan daun pisang, ke Masjid Taqwa Lampoih Saka.

Ribuan masyarakat dan tamu undangan kemudian berkumpul menikmati hidangan secara bersama-sama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Camat Peukan Baro, Iswadi, S.HI., menyampaikan apresiasi kepada BKM Taqwa Lampoih Saka, panitia, para donatur, perantau, pengusaha, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurut Iswadi, pemberian santunan kepada anak yatim dan fakir miskin merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus wujud pengamalan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW.

“Pemerintah Kecamatan Peukan Baro memberikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada BKM, panitia, para donatur, para perantau, para pengusaha, dan seluruh masyarakat yang telah ikut berbagi serta memberikan perhatian kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan amal yang sangat mulia,” ujar Iswadi.

Ia juga mengapresiasi tradisi kenduri Maulid yang terus dilestarikan masyarakat Aceh karena tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan silaturahmi antarwarga.

“Kenduri Maulid bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Iswadi berharap kegiatan pemberian santunan dan kenduri bersama tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun serta semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi.

“Semoga anak-anak yatim yang menerima santunan dapat merasakan kebahagiaan dan semakin termotivasi untuk belajar serta meraih cita-cita,” ujarnya. (Id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement