Breaking News
Memuat breaking news...

Maulid Raya Bujang Salim Berjalan Sukses: Kenduri Kebersamaan, Doa yang Menyatu

Redaksi
Redaksi
Rabu, 26 Agustus 2026 - 9.42 PM WIB
Maulid Raya Bujang Salim Berjalan Sukses: Kenduri Kebersamaan, Doa yang Menyatu
Ketua Panitia Maulid Raya Bujang Salim, H Abdul Aziz menyambut kedatangan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil di Bujang Salim.Waspada.id/Maimun Asnawi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Ketua Panitia Maulid Raya Bujang Salim, H. Abdul Aziz, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik, penuh kehangatan, dan yang paling membahagiakan: setiap tamu yang hadir mendapatkan layanan yang layak, dengan kenduri yang cukup untuk semua.

Di balik senyum Aziz, tersimpan rasa syukur mendalam atas kerja bahu-membahu masyarakat Kecamatan Dewantara yang menjadikan perayaan ini bukan sekadar ritual, melainkan pesta kebersamaan.

Terima Kasih yang Tak Bertepi

Ucapan terima kasih mengalir deras dari Aziz. Kepada seluruh panitia pelaksan dan kepada seluruh masyarakat yang telah menyediakan hidangan, kepada para donatur yang dengan ikhlas mengulurkan tangan, kepada Camat Dewantara, Munawir, dan Muspika yang mengawal jalannya acara hingga selesai dengan tertib.

“Tanpa bantuan para donatur, kegiatan ini sulit untuk dijalankan. Semoga semua bantuan menjadi amal jariah di akhirat nanti,” ujar Aziz penuh harap.

Ketua Panitia Maulid Raya Bujang Salim, H Abdul Aziz menyambut kehadiran ulama kharismatik Aceh, Abu Paya Pasi (Tengku Muhammad Ali). Abu hadir sebagai pengisi tausiyah pada maulid tersebut.Waspada.id/Maimun Asnawi

Tak lupa, apresiasi juga ditujukan kepada Bupati Aceh Utara, Imail A. Jalil (Ayahwa) dan seluruh OPD yang hadir, memeriahkan suasana maulid Nabi di Bujang Salim. Kehadiran mereka menjadi tanda dukungan nyata bahwa kebersamaan adalah kekuatan.

Mengakui Kekurangan, Menyemai Harapan

Meski sukses, Aziz dengan rendah hati mengakui masih ada kekurangan. Baginya, kekurangan bukanlah cela, melainkan pelajaran untuk memperbaiki di masa depan. Di balik kenduri yang hangat, tersimpan tekad: menjadikan Maulid Raya Bujang Salim semakin baik, semakin tertata, dan semakin bermakna bagi masyarakat.

Kata H. Abdul Aziz, perayaan maulid di Bujang Salim bukan sekadar kenduri atau seremonial. Ia adalah jembatan hati, tempat doa-doa bertemu dengan senyum kebersamaan. Di sana, rasa syukur tumbuh, solidaritas bersemi, dan harapan masa depan dipupuk dengan ikhlas.

Di bawah cahaya lampu kenduri, Maulid Raya Bujang Salim menjadi puisi sosial yang ditulis dengan tangan-tangan ikhlas. Setiap suapan hidangan adalah doa, setiap senyum adalah sedekah, dan setiap langkah adalah amal jariah yang akan terus hidup di hati masyarakat Dewantara.

Camat Dewantara, Munawir

Sebagai Camat dan orang nomor satu di Kecamatan Dewantara, Munawir memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat hingga kegiatan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Bujang Salim berjalan sesuai harapan. Terima kasih juha dihaturkan kepada Komandan Koramil dan Kapolsek Dewantara yang telah ikut mengamankan seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

“Semoga Allah membalas kebaikan bapak dan ibu dengan basalan yang setimpal dan ini menjadi amal jariah kita semua di akhirat nanti,” doa Munawir. WASPADA.id

Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement