Breaking News
Memuat breaking news...

Medan DigiFest 2026 Dorong Ekonomi Digital Makin Inklusif

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 5.31 PM WIB
Medan DigiFest 2026 Dorong Ekonomi Digital Makin Inklusif
Pembukaan Medan DigiFest 2026 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kota Medan di Lapangan Merdeka, Sabtu (22/8/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Digitalisasi sistem pembayaran terus diperkuat di Kota Medan untuk mendorong transaksi yang lebih mudah, transparan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap ekonomi digital. Komitmen tersebut mengemuka dalam pembukaan Medan DigiFest 2026 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kota Medan di Lapangan Merdeka, Sabtu (22/8/2026).

Acara dibuka Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Didit Widiana, bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pimpinan perbankan, Forkopimda Kota Medan, perangkat daerah, penyelenggara jasa pembayaran, pelaku usaha, komunitas dan sejumlah mitra strategis.

Medan DigiFest 2026 merupakan bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026 dengan mengusung tema “QRISnya Satu, Menangnya Banyak”.

Tema tersebut menggambarkan semakin luasnya manfaat digitalisasi sistem pembayaran, mulai dari mempermudah transaksi masyarakat, meningkatkan efisiensi usaha, mengoptimalkan penerimaan daerah hingga memperluas inklusi ekonomi.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui sistem pembayaran digital.

Menurutnya, digitalisasi pembayaran tidak hanya memberikan kemudahan transaksi, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah.

Rico berharap inovasi digital yang telah berjalan dapat terus diperluas sehingga memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Transaksi QRIS Tumbuh Pesat

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Didit Widiana mengatakan, perkembangan transaksi keuangan digital di Sumut terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Triwulan II 2026, jumlah merchant QRIS di Sumatera Utara mencapai 1,8 juta merchant, tumbuh 20,47 persen secara tahunan.

Sementara volume transaksi QRIS telah mencapai 144 juta transaksi, atau tumbuh 90,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun jumlah pengguna QRIS mencapai 3,2 juta, meningkat 15,99 persen secara tahunan.

"Pertumbuhan tersebut menunjukkan QRIS semakin melekat dalam aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari," ujarnya.

Namun, Bank Indonesia menegaskan peningkatan jumlah transaksi digital bukanlah tujuan akhir. Digitalisasi harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas, seperti membuka akses ekonomi, meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat transparansi serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Digitalisasi harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas,” tegasnya.

Perkuat Digitalisasi Pajak dan Parkir

Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, Medan DigiFest menjadi salah satu bentuk sinergi Bank Indonesia dan Pemkot Medan dalam meningkatkan literasi serta inklusi ekonomi dan keuangan digital.

Tahun ini, kegiatan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 dengan menghadirkan talkshow, bazar UMKM, berbagai perlombaan, hiburan hingga konser musik yang menampilkan musisi lokal dan artis nasional Fiersa Besari.

Selain edukasi digital, Medan DigiFest juga menjadi momentum memperkuat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), termasuk perluasan kanal pembayaran digital untuk pajak dan retribusi daerah.

Kolaborasi tersebut sebelumnya turut mengantarkan Pemkot Medan meraih posisi Pemerintah Kota Terbaik II dalam Championship TP2DD 2025.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah QResto, yakni sistem splitting payment pajak restoran yang mendukung digitalisasi pembayaran sekaligus memperkuat pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) restoran.

Dalam Medan DigiFest 2026 juga dilakukan Kick-Off Interoperability Splitting Payment Pajak Restoran bersama tujuh perbankan, yakni Bank Sumut, Bank Mandiri, BCA, BSI, BRI, BTN dan BNI.

Dengan sistem interoperabilitas tersebut, kemudahan pembayaran bagi merchant dan masyarakat diharapkan semakin luas, sekaligus membantu pemerintah daerah mengoptimalkan penerimaan pajak.

Tak hanya sektor restoran, digitalisasi juga menyasar sektor parkir melalui inovasi ParQR (Parking Auto Revenue via QR). Program ini merupakan piloting digitalisasi sistem parkir yang dikembangkan bersama Dinas Perhubungan Kota Medan.

Ada Tarif Bus Listrik Rp81

Medan DigiFest 2026 juga menghadirkan sejumlah program untuk mendorong masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital.

Salah satunya berupa insentif tarif Bus Listrik Medan menjadi Rp81 bagi masyarakat yang melakukan pembayaran menggunakan QRIS selama satu minggu.

Selain itu, tersedia Pojok Pajak QRIS sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan pembayaran digital dalam transaksi masyarakat.

Bank Indonesia juga terus mendorong inovasi sistem pembayaran melalui perluasan QRIS, pengembangan QRIS TAP, QRIS Cross-Border serta penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan terintegrasi.

Seluruh inovasi tersebut diarahkan untuk mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH).

Melalui Medan DigiFest 2026, masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan teknologi pembayaran digital, tetapi juga didorong untuk menggunakannya secara bijak, aman dan produktif.

Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi UMKM dan pelaku usaha untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat kemampuan beradaptasi dengan perubahan ekonomi digital.

Bank Indonesia berharap Medan DigiFest dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat transformasi digital di Kota Medan.

Dengan sinergi yang semakin kuat, berbagai inovasi seperti QRIS, QRIS TAP, QResto dan ParQR diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha maupun pemerintah daerah.

Pada akhirnya, digitalisasi diharapkan bukan sekadar mengubah cara masyarakat bertransaksi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun Medan yang semakin maju, transparan, inklusif dan berdaya saing. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement