Breaking News
Memuat breaking news...

Membanggakan, Santri Yatim-Dhuafa Pondok Tahfidz Al-Is Syah Hakim Raih Beasiswa Sarjana 30 Juz di UMN

Redaksi
Redaksi
Kamis, 24 September 2026 - 2.18 PM WIB
Membanggakan, Santri Yatim-Dhuafa Pondok Tahfidz Al-Is Syah Hakim Raih Beasiswa Sarjana 30 Juz di UMN
Para santri Pondok Tahfidz Al-Is Syah  foto bersama pengelolah dan pengasuh santri.Waspada.id
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Pondok Tahfidz Al-Is Syah Hakiml ukir prestasi gemilang yang membanggakan. Salah satu santri terbaiknya, Bima Riski Adikia, dinyatakan lulus tes beasiswa penuh dari hafizh 30 juz hingga meraih gelar sarjana (S1) di Universitas Muslim Nusantara (UMN). Tidak hanya itu, Bima juga sukses menorehkan prestasi sebagai juara dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ).

Pondok pesantren yang berlokasi di Jl. Karya Jaya Ujung No. 14 Blok C, Komplek Taman Citra Mandiri, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang ini saat ini mengasuh 10 orang santri yang seluruhnya merupakan anak yatim dan dhuafa dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

Hebatnya, di tengah keterbatasan, seluruh santri di pondok ini alhamdulillah telah berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur'an hingga 30 juz. Mereka juga dikenal aktif berpartisipasi dalam perlombaan MTQ tingkat 10 juz, 20 juz, hingga 30 juz setiap tahunnya di daerah masing-masing.

Pimpinan Pondok Tahfidz Al-Is Syah Hakim, Ustadz M. Zahid Nst, S.H.I, S.Pd.I, M.Ag, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini.

"Alhamdulillah, tiada kata yang lebih indah hari ini selain rasa syukur kita kepada Allah SWT. Barakallah fikum! Selamat atas prestasi gemilang yang diraih oleh Bima Riski Adikia atas kelulusannya menerima beasiswa S1 di perguruan tinggi UMN dan prestasinya di ajang MTQ," ujar Ustadz M. Zahid.

Beliau menambahkan bahwa pengasuh, asatidz, dan keluarga besar pondok turut merasa bangga. "Prestasi ini bukan hanya milik ananda, tapi juga kehormatan bagi pondok pesantren kita. Semoga ilmu yang didapat menjadi berkah, tetaplah membumi, dan jadilah penjaga Al-Qur'an di mana pun melanjutkan studi. Keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus menyebarkan Syiar Islam. Tetaplah menjadi santri yang rendah hati dan berakhlakul karimah," pesannya.

Keberhasilan para santri ini tidak lepas dari bimbingan intensif jajaran ustadz yang kompeten di bidangnya. Selain dipimpin oleh Ustadz M. Zahid Nst, pengelolaan kepengasuhan santri dipegang oleh Ustadz Adv. Ibrahim, S.H.I, M.H, Gr. Sementara untuk kualitas hafalan dan bacaan Al-Qur'an santri, dibina langsung oleh guru tahfidz dan tahsin berpengalaman, yaitu Ustadz H.M. Idham Al-Hafidz, S.Sos dan Ustadz Ariandi Kurniawan Al-Hafidz.

Melalui pola pendidikan ini, Pondok Tahfidz Al-Is Syah Hakim berkomitmen melahirkan generasi yang mandiri dan berintegritas. Konsep santri menjadi ulama (menguasai ilmu agama) sekaligus umara (mampu memimpin masyarakat dan negara) merupakan cita-cita ideal pendidikan pesantren di Indonesia. Sinergi ini dinilai sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik materiil oleh pemerintah dan pembangunan spiritual moral oleh tokoh agama demi kemaslahatan bangsa.

Untuk terus mencetak generasi Qur'ani yang tangguh, Pondok Tahfidz Al-Is Syah Hakim membuka pintu selebar-lebarnya bagi putra daerah Sumatera Utara yang memiliki tekad dan keinginan sungguh-sungguh untuk menghafal Al-Qur'an. Bagi yang berminat, dapat datang langsung ke lokasi pondok atau menghubungi layanan informasi melalui WhatsApp di nomor 0822-7652-1808. (Id13).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement