Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Menakar Peluang 43 Calon Pengulu Srikandi di Aceh Tenggara

Redaksi
Redaksi
Kamis, 5 November 2026 - 7.24 PM WIB
Menakar Peluang 43 Calon Pengulu Srikandi di Aceh Tenggara
Zahrul Akmal, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kute, Aceh Tenggara.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KUTACANE (Waspada.id): Fenomena baru dan tren positif. Itulah mungkin yang bisa ditangkap, menyikapi pemilihan pengulu kute (kepala desa) serentak di Aceh Tenggara Sabtu (7-11) akan datang.

Tak tanggung-tanggung, dari 113 kute (desa) yang ikut Pilkades serentak, tercatat sebanyak 43 orang calon pengulu kute dari kaum perempuan.

43 Srikandi itu, bukan hanya dari kawasan perkotaan saja, melainkan menyebar sampai pelosok desa di seantero Bumi Sepakat Segeneo, Aceh Tenggara. Mulai dari Kecamatan Babussalam, Lawe Bulan, Lawe Sigala-Gala, Bambel, Badar, Darul Hasanah, Lawe Alas, Babul Rahmah. Bahkan sampai ke kecamatan terluar Agara, yakini Kecamatan Leuser.

Lantas, apa yang memotivasi banyak Srikandi maju pada (pemilihan pengulu kute) Pilkades serentak di Aceh Tenggara. Perubahan, perbaikan, meneruskan keberlanjutan program sebelumnya, maupun peningkatan pelayanan pada masyarakat dan pembenahan tata kelola pemerintahan kute. Tampaknya, sebagian dari sekian banyak program maupun visi misi mereka maju.

Yuslina, calon Pengulu Kute Simpang Kecamatan Lawe Bulan mengatakan, jika dirinya pernah menjadi Pj Pengulu Simpang Empat, selama 3 tahun sejak 2022 sampai 2024 lalu.

Menakar Peluang 43 Calon Pengulu Srikandi di Aceh Tenggara

Yuslina Srikandi calon Pengulu Kute Simpang Empat, Kecamatan Lawe Bulan.

Dalam tiga tahun sejak dipercayakan menjadi Pj Pengulu Kute tersebut, Yuslina yang tercatat sebagai pns itu, telah membumikan pengajian kaum ibu dan anak-anak untuk mengisi bekal rohani dan keagamaan umat Islam.

Membantu aparat kepolisian dalam meminimalisir praktek judi, miras dan obat terlarang. Menata agar kute indah dan tertata dengan rapi sehingga indah dan sedap dipandang mata.

Membanggakan. Selama 3 tahun menjadi Pj Pengulu, Desa Simpang 4 berhasil memboyong 8 piala aneka perombaan. Bahkan terpilih menjadi desa terbaik di Aceh Tenggara pada tahun 2022 lalu. "Jadi itu yang ingin saya lanjutkan," ujar Yuslina yang mengaku saat menjadi Pj Pengulu kerapkali menggunakan honor dan Tulahnya untuk membantu program di Kute Simpang 4.

Penuturan yang sama disampaikan Elfi Rosa, Srikandi calon Pengulu Kute Pulonas Kecamatan Babussalam. "Sederhana saja, saya ingin memperbaiki tata kelola pemerintahan kute, meningkatkan pelayanan pada masyarakat dan menciptakan rasa, aman dan nyaman bagi warga," ujar Elfi Rosa yang akrab disapa Butet tersebut.

Jika warga percaya dan Allah memberi rezeki memenangkan dirinya jadi Pengulu Kute Pulonas pada pemilihan 7 November akan datang. Elfi Rosa akan membantu aparat kepolisian dan Pemkab dalam melakukan pemberantasan judi, narkoba dan menciptakan rasa aman dan nyaman warga.

Menakar Peluang 43 Calon Pengulu Srikandi di Aceh Tenggara

Elfi Rosa, Srikandi calon pengulu Kute Pulonas, Kecamatan Babussalam.

Selain itu, untuk menghindari banjir akibat curah hujan yang tinggi, Butet juga berjanji akan memperbaiki drainase di tengah Kute Pulonas. Dan melobi serta membawa dana pembangunan Kute dari luar APBDes Pulonas.

Unik dan menarik memang, menyikapi munculnya Srikandi calon pengulu Kute di Agara. Lantas, apa tanggapan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kute (BPMK) Agara, Zahrul Akmal. S. STP.

Sangat positif dan merupakan langkah maju. Karena, tampilnya kaum perempuan pada Pilkades serentak di Agara, merupakan bukti jika kaum perempuan memiliki, keberanian, rasa kepedulian yang tinggi dan rasa percaya yang tinggi membangun dan memajukan kute.

Bahkan, urai Zahrul, kesannya pengulu kute dari kaum perempuan itu, lebih patuh terhadap regulasi dan aturan. Dan lebih rajin dan lebih banyak berkoordinasi dan berkonsultasi pada pemerintahan yang lebih tinggi tingkatannya.

"Bukti nyata lagi, dari sekian banyak Pj Pengulu Kute dan pengulu Kute defenitif, tak ada yang tersangkut kasus hukum, terutama karena pengelolaan dana kute," pungkas Zahroel Akmal.

Selamat berjuang bagi Srikandi calon Pengulu Kute Pulonas, Pulonas Baru, Simpang Empat, Sebungke, Biakmuli, Mamas, Kaya, Pangur, Bunga Melur, Lawe Desky I, Lawe Ger-ger dan puluhan Srikandi calon pengulu Kute serentak lainnya. Semoga sukses selalu.(id79)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement