Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Mencekam, Perjalanan Tengah Malam Kutacane-Blangkejeren-Banda Aceh

Redaksi
Redaksi
Minggu, 1 November 2026 - 5.44 AM WIB
Mencekam, Perjalanan Tengah Malam Kutacane-Blangkejeren-Banda Aceh
Ambulans yang membawa pasien rujukan dari RSUD H. Sahudin Kutacane. Waspada.id/Seh Muhammad Amin
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KUTACANE (Waspada.id): Jalan nasional dari Kutacane - Blangkejeren hingga Banda Aceh begitu mencekam, Sabtu (31/10) dini hari.

Hujan mengguyur tanpa henti. Kabut tebal menyelimuti kawasan Sare. Jalan licin berlumpur, gelap gulita tanpa penerangan. Di kanan-kiri hanya jurang dan hutan pegunungan yang sepi.

Perjalanan berat itu dialami langsung wartawan Waspada.id. Dengan Toyota Calya, ia membuntuti ambulans yang membawa istri tercinta, pasien rujukan dari RSUD H. Sahudin Kutacane ke RSUD Zainal Abidin Banda Aceh.

"Sepanjang jalan gelap gulita. Hanya sesekali berpapasan dengan mobil travel dan truk. Saat berpapasan harus ekstra hati-hati. Di Sare, embun tebal menutup pandangan," tuturnya.

Jalan rusak di beberapa titik di Gayo Lues dan Aceh Tengah sedang diperbaiki. Genangan air menutup lubang. Mobil berkolong rendah yang ia kendarai beberapa kali kandas di tengah lumpur.

Menjelang pagi hujan reda. Namun di kawasan rumah makan Ise-Ise, air dari saluran meluap ke badan jalan. Ambulans dan mobil di belakangnya terpaksa menepi, menahan laju karena takut tergelincir.

Sepi. Hanya suara binatang malam dan desir angin pegunungan. Di setiap tanjakan terjal, doa tak putus dipanjatkan agar selamat sampai tujuan.

Demi kesembuhan sang istri, ia terus melaju. Sempat singgah di Gayo Lues untuk melepas lelah dan makan pagi, lalu kembali melanjutkan perjalanan dengan menahan kantuk.

Di dalam ambulans terdapat empat orang termasuk sopir. Sementara di mobil Calya, wartawan Waspada.id bersama tiga anggota keluarga terus mendampingi dari belakang.

Perjalanan yang dimulai Jumat malam dari Kutacane itu akhirnya tiba di Banda Aceh. Tepat pukul 08.00 WIB, sang istri langsung masuk ruang UGD RSUD Zainal Abidin Banda Aceh.

Mencekam, Perjalanan Tengah Malam Kutacane-Blangkejeren-Banda Aceh

Lokasi depan RSUD Zainal Abidin Banda Aceh hujan sedang.

Saat itu, Sabtu malam, hujan dengan intensitas sedang kembali mengguyur Banda Aceh. Mobil yang penuh lumpur menjadi saksi, betapa berat perjuangan malam itu demi cinta dan kesembuhan istri.(id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement