Breaking News
Memuat breaking news...

Mengawal Sepiring Makan Bergizi, Ketika Pengawasan Pangan Jadi Kunci Kepercayaan Publik

Redaksi
Redaksi
Selasa, 21 Juli 2026 - 7.09 PM WIB
Mengawal Sepiring Makan Bergizi, Ketika Pengawasan Pangan Jadi Kunci Kepercayaan Publik
Polres Aceh Tamiang melalui Sidokkes bersama Siwas memonitoring, pemeriksaan, sekaligus pengambilan sampel makanan di SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Perkebunan Pulau Tiga, Aceh Tamiang, Selasa (21/7/2026). (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Bagi sebagian anak, jam istirahat sekolah adalah waktu yang paling dinanti. Di atas meja, sepiring makanan hangat tersaji.

Lauk, sayur, dan nasi bukan sekadar pengganjal lapar, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar besar negara mencetak generasi yang sehat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, di balik setiap suapan itu, tersimpan tanggung jawab yang jauh lebih besar. Makanan bergizi tidak cukup hanya tersedia, tetapi juga harus dipastikan aman dikonsumsi.

Di sinilah pengawasan pangan menjadi fondasi yang menentukan kepercayaan publik terhadap program tersebut.

Komitmen itu terlihat saat Polres Aceh Tamiang melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) bersama Seksi Pengawasan (Siwas) melakukan monitoring, pemeriksaan, sekaligus pengambilan sampel makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Perkebunan Pulau Tiga, Aceh Tamiang, Selasa (21/07/2026).

Dipimpin Kasidokkes Polres Aceh Tamiang, Aiptu Faisal Riza, S.Kep, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan makanan yang akan didistribusikan kepada para penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan sebelum sampai ke tangan anak-anak sekolah.

Sampel makanan kemudian diuji terhadap kemungkinan adanya kandungan bahan kimia berbahaya. Hasilnya menunjukkan seluruh sampel negatif mengandung formalin, sianida, boraks, maupun resin.

Dengan demikian, makanan yang diperiksa dinyatakan aman dan layak untuk didistribusikan. Hasil tersebut tentu menjadi kabar yang menenangkan.

Pengawasan yang dilakukan secara berkala bukan hanya menjaga kualitas makanan, tetapi juga menjadi benteng pertama dalam mencegah risiko gangguan kesehatan yang dapat mengancam penerima manfaat.

Lebih dari itu, pengawasan pangan merupakan bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menekan angka stunting, dan mempersiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat serta produktif di masa depan.

Selama proses monitoring berlangsung, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan indikasi penggunaan bahan kimia berbahaya pada makanan yang diperiksa di SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Perkebunan Pulau Tiga.

Meski demikian, satu hasil pemeriksaan belum sepenuhnya menjawab rasa ingin tahu masyarakat.

Publik membutuhkan gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Aceh Tamiang.

Berapa jumlah SPPG yang saat ini beroperasi? Apakah seluruhnya telah menjalani pemeriksaan dan uji laboratorium? Jika sudah, apakah seluruh hasilnya menunjukkan kondisi yang sama, atau pernah ditemukan makanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan?

Pertanyaan lain yang juga penting untuk dijawab adalah, apakah sejak Program Makan Bergizi Gratis berjalan pernah terjadi dugaan atau kasus keracunan makanan pada penerima manfaat.

Informasi semacam ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat yang menjadi penerima sekaligus pengawas program.

Untuk memperoleh penjelasan tersebut, Waspada.id telah menghubungi Kasidokkes Polres Aceh Tamiang, Aiptu Faisal Riza, S.Kep melalui pesan WhatsApp pada Selasa (21/07/2026).

Namun hingga berita ini ditayangka, belum ada tanggapan atas sejumlah pertanyaan yang diajukan.

Dalam sebuah program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, transparansi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keberhasilan.

Keterbukaan mengenai hasil pengawasan pangan akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjadi ruang evaluasi agar kualitas layanan terus meningkat.

Sebab pada akhirnya, yang dijaga bukan hanya sepiring makanan, melainkan rasa aman setiap orang tua saat mengetahui anaknya menikmati makanan bergizi di sekolah.

Kepercayaan itulah yang menjadi nutrisi paling berharga bagi keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis. (Id76/Sutrisno)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement