Mengenal Faisal Ilyas—Tokoh Muda Inspiratif Aceh 2026

Inspirasi tidak selalu lahir dari perjalanan yang lurus. Terkadang, ia tumbuh dari keberanian memasuki banyak ruang, belajar dari setiap pengalaman, lalu membawanya menuju tanggung jawab yang lebih besar.
Itulah perjalanan Faisal Ilyas.
Lahir di Aceh, 30 Oktober 1986, Faisal membangun fondasi perjalanan profesionalnya melalui pendidikan. Setelah menyelesaikan Sarjana Ekonomi Manajemen, ia meraih Magister Manajemen di Universitas Syiah Kuala. Sejak 2024, ia kembali ke ruang akademik dengan menempuh pendidikan Doktor Ilmu Manajemen.
Namun, perjalanan Faisal tidak berhenti di ruang kuliah.
Kariernya mulai ditempa di Tsunami & Disaster Research Center Universitas Syiah Kuala sebagai staf Divisi Pendidikan. Dari dunia kebencanaan, langkahnya bergerak menuju dunia usaha ketika dipercaya menjadi Direktur PT Banda Malaka Utama pada 2013 hingga 2017.
Dari sana, cakrawala pengabdiannya semakin luas.
Ketertarikannya pada kreativitas membawanya masuk lebih dalam ke industri film, ekonomi kreatif, dan pengembangan kekayaan intelektual. Pengalaman itu kemudian bersinggungan dengan dunia kebijakan ketika pada 2020–2021 ia menjadi tenaga ahli dalam penyusunan Peta Jalan Ekonomi Kreatif Provinsi Aceh.
Dari industri kreatif, Faisal memasuki ruang pelayanan publik yang lebih luas. Pada 2021, ia dipercaya memimpin Komisi Penyiaran Indonesia Aceh. Selama tiga tahun hingga 2024, tanggung jawab itu memperkaya perjalanan kepemimpinannya dalam sebuah lembaga negara independen.
Selepas dari KPI Aceh, perjalanan itu menemukan babak baru.
Pada 2024, Faisal bergabung dengan PT Pembangunan Aceh atau PEMA sebagai Direktur Pengembangan Bisnis. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Direktur Komersial. Pengalaman membangun bisnis, kreativitas, organisasi, dan kepemimpinan kemudian membawanya pada amanah yang lebih besar.
Pada 2026, Faisal Ilyas dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pembangunan Aceh.
Di tengah perjalanan profesional tersebut, Faisal juga terus bergerak dalam berbagai organisasi—dari kepemudaan, dunia usaha, kebencanaan, perfilman hingga olahraga.
Semua perjalanan itu bertemu pada satu titik: kepemimpinan yang lahir dari pengalaman lintas bidang.
Dari ruang pendidikan menuju dunia usaha.
Dari kreativitas menuju pelayanan publik.
Dari membangun gagasan menuju memimpin perusahaan daerah.
Bagi Faisal Ilyas, setiap jabatan bukan semata pencapaian, tetapi amanah untuk membuka ruang kolaborasi dan mengubah potensi menjadi peluang bagi Aceh.
Atas perjalanan, kiprah, dan dedikasinya, Faisal Ilyas mendapat apresiasi sebagai Tokoh Muda Inspiratif Aceh 2026 dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh —pada 5 September lalu—di Anjong Monmata, Banda Aceh. | RAM














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda