Breaking News
Memuat breaking news...

Mengenang Bustami Anwar, Sang Pencipta ‘Lenggang Manggeng’ Yang Menjaga Irama Tanah Kelahiran

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 19 September 2026 - 8.26 PM WIB
Mengenang Bustami Anwar, Sang Pencipta ‘Lenggang Manggeng’ Yang Menjaga Irama Tanah Kelahiran
Almarhum H. Bustami Anwar, pencipta lagu “Lenggang Manggeng”, yang dikenal dengan sapaan Maklis atau Atok.Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Sebuah suara dari Manggeng telah berhenti. Namun, irama yang pernah dilahirkannya, akan terus mengalun dalam ingatan masyarakat.

H. Bustami Anwar, pencipta lagu legendaris Lenggang Manggeng, berpulang ke rahmatullah dalam usia 71 tahun di kediamannya, Gampong Padang, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (17/9) lalu, sekitar pukul 19.00 WIB.

Di tengah masyarakat, ia lebih dikenal dengan sapaan Maklis atau Atok. Bukan hanya karena karya-karyanya, tetapi juga karena kepribadiannya yang sederhana, humoris dan mudah bergaul. Ia dapat diterima di berbagai kalangan, terutama komunitas seniman dan pelaku seni budaya, di kawasan Pantai Barat Selatan Aceh.

Bagi sebagian orang, sebuah lagu mungkin hanya rangkaian nada dan lirik. Namun bagi Bustami Anwar, musik menjadi cara untuk merekam tanah kelahiran, suasana kampung, kehidupan masyarakat dan identitas budaya yang tumbuh di sekitarnya.

Dari tangan dan pikirannya, lahir sejumlah karya bernuansa lokal, yang kemudian dikenal dan dipopulerkan oleh penyanyi-penyanyi daerah.

Salah satu yang paling melekat dengan namanya adalah Lenggang Manggeng, sebuah karya yang tidak sekadar membawa nama Manggeng dalam lirik dan irama, tetapi turut menjadi bagian dari ingatan kultural masyarakat setempat.

Karya itu membuat nama Bustami Anwar tidak hanya dikenal sebagai seorang seniman, tetapi juga sebagai salah seorang yang ikut mewarnai perjalanan seni dan budaya di kawasan Barsela.

Namun, perjalanan hidupnya tidak semata-mata berada di atas panggung seni. Bustami juga pernah mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN), dilingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya. Di sela tugas kedinasan dan kehidupan bermasyarakat, kecintaannya terhadap seni tetap tumbuh dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya.

Orang-orang yang mengenalnya mengenang Bustami sebagai sosok yang tidak berjarak. Humor menjadi salah satu ciri khasnya. Dalam pergaulan, ia mampu mencairkan suasana dan membangun kedekatan dengan banyak kalangan.

Jejak pengabdiannya sebagai ASN dan kiprahnya dalam dunia seni, membuat sosok Bustami memiliki dua sisi yang saling melengkapi: seorang birokrat yang pernah mengabdi kepada pemerintahan, sekaligus seniman yang meninggalkan karya untuk masyarakat.

Beberapa waktu terakhir, kondisi kesehatan Bustami terus menurun. Keluarga telah berupaya memberikan pengobatan terbaik, termasuk membawa almarhum berobat ke Banda Aceh, hingga ke luar Aceh. Namun, ikhtiar manusia akhirnya sampai pada batasnya.

“Almarhum memang sudah lama sakit. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin demi kesembuhan almarhum. Tapi ini semua sudah menjadi takdir dari Yang Mahakuasa,” ujar Hamdi, salah seorang keluarga almarhum, Sabtu (19/9).

Jenazah Bustami Anwar kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kemasjidan Ayah Gadeng, Desa Tengah, Kecamatan Manggeng.

Kepergiannya menyisakan ruang kosong bagi keluarga, sahabat, masyarakat dan terutama kalangan seniman yang selama ini mengenalnya.

Tetapi, seorang seniman tidak selalu pergi bersama jasadnya. Ada karya yang tinggal. Ada cerita yang diwariskan. Ada nama sebuah tempat yang pernah diabadikan dalam lagu. Dan ada kenangan yang kembali hidup, setiap kali nada-nada itu diperdengarkan.

Bustami Anwar telah menutup perjalanan hidupnya. Namun Lenggang Manggeng akan terus menjadi salah satu jejak, yang mengingatkan masyarakat bahwa pernah ada seorang putra Manggeng, yang mengabadikan tanah kelahirannya melalui musik.

Dari Manggeng, ia berkarya. Dari Manggeng pula namanya dikenang. WASPADA.id

Syafrizal

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement