Menggali Budaya Etnik Medan - Karo di JWB IV 2026

MEDAN, ( Waspada.id); Melanjutkan program Jelajah Wisata Budaya (JWB) yang tiga kali berturut diadakan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Sumatera Utara (Sumut), untuk yang ke-IV pada 2026, diadakan 5 - 7 Oktober dengan fokus menggali budaya etnik di Medan dan Karo.
Demikian diutarakan Ketua ASPPI DPD Sumut, Achmad Fauzi Lubis, di Medan, Selasa (29/9). Menurutnya, tiga kali kegiatan terdahulu diadakan telah mendatangkan kesuksesan dalam promosi seluruh kekayaan di industri budaya. “Kali ini fokus pada seluruh protensi di industri mariwisata di Medan dan Karo,” tegasnya didampingi Ketua Panitia JWB IV/2026 Pujiono.
Achmad Lubis mengatakan, Medan menjadi fokus sebab pihaknya tak ingin ibu kota Sumut hanya menjadi persinggahan bagi wisatawan. tapi sudah sangat layak diperkenalkan pada wisataran. “Harus kita kenalkan kepada para buyer domestic dan overseas JWB ke-4,” paparnya.
“Jangan hanya kota transit saja tetapi harus stay menikmati kuliner Kota Medan yang enak dan enak sekali,” katanya sambil mengurai Kota Tua Kesawan yang memiliki potensi unik dan eksotik seperti museum dan wisata kuliner.
Selain itu, lanjutnya, ada destinasi untuk kecantikan dan kebugaran yang dirintis Ketua Tim Penggeerak PKK Medan yakni Mustika Deli, yang berada di lantai tiga Mall Pelayanan Publik (MPP), kemudian Taman Buaya Asam Kumbang dan Museum Perkebunan Indonesia (Musperin),
Rangkaian tersebut mempertemukan berbagai pengalaman wisata dalam satu perjalanan, mulai dari destinasi budaya hingga kuliner.
“Dengan JWB IV, ASPPI ingin melibatkan seluruh pelaku wisata guna memperkuat hubungan antarpelaku sekaligus membuka peluang agar JWB berkembang menjadi produk wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan. “Ke depannya akan dijadikan paket wisata,” tegasnya.
Di tempat yang sama Apolonia Sembiring mengatakan, sebagai putri asli Karo, JWB yang kali ini fokus di Karo memberi kebahagiaan dan tantangan tersendiri. “Apalagi fokusnya di Desa Doken Merek yang sudah terkenal. Nanti peserta JWB ke-IV tak sekadar mengunjungi Doken tapi ikut menyelami apa yang belum pernah dirasakan,” ujarnya sambil mengatakan ada nilai sakral di Desa Doken di mana di rumah itu ada garam alami yang bila diambil justru keesokan harinyasemakin banyak.
“Di Doken Merek pun nantinyamenjadi pusat budaya yang dapat disaksikan setiap hari,” tegasnya.
Menurutnya, peserta nantinya diadakan untuk benar-benar menjadi bagian dari industri budaya etnik di Karo tersebut. “Caranya, ikut menari, ikut mengolah makanan tradisional dan lainnya,” tegasnya.
Ketua Panitia Pujiono mengatakan, peserta JWB benar-benar harus menjadi ‘bagian’ Medan dan Karo. Artinya, pengalamannya mengikuti JWB nantinya disampiaikan pada publik untuk datang lagi dan menjadi bagian iundustri pariwisata. “Sesuai instruk Ketua ASPPI Sumut, kegiatan menjadi bagian kolaborasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan pariwisata Kota Medan dan Karo.
JWB ke-IV membawa pesan bahwa potensi Kota Medan perlu diperkenalkan lebih luas. Tidak hanya sebagai tempat yang dilewati wisatawan, tetapi sebagai kota yang layak dinikmati. Budaya, kawasan bersejarah, museum, destinasi wisata, dan kuliner menjadi bagian dari pengalaman yang ingin ditawarkan ASPPI kepada para buyer domestik dan mancanegara.” tambahnya.
Sebagai Ketua Panitia ia berterima kasih pada Pemko medan dan Pemkab Karo yang memberi dukungan maksimal hingga pihaknya semakin optimis JWB IV/2026 dapat dilaksanakan dengan baik. “Kami panitia berharap massa pun ikut dalam JWB nantinya guna menikmati apa yang selama ini hanya tersiar di media dan hanya ‘dinikmati’ pihak asing,” tutup Pujiono.(Id12)















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda