Breaking News
Memuat breaking news...

Menjaga Marwah "Ika Bina En Pabolo" Jangan Sampai Tiga Kali!

Redaksi
Redaksi
Jumat, 16 Oktober 2026 - 2.45 PM WIB
Menjaga Marwah "Ika Bina En Pabolo" Jangan Sampai Tiga Kali!
Oleh: Hasriwal AS Hasibuan - Putra Perangkai "Ika Bina En Pabolo".
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

WASPADA.id | Spirit Terlahir Kembali di Atas Tanah Leluhur

Usia 81 tahun bukanlah angka yang belia bagi Kabupaten Labuhanbatu. Rentang sejarah panjang yang terbentang sejak 17 Oktober 1945 hingga 17 Oktober 2026 ini memuat jejak perjuangan, identitas, serta amanah luhur yang dititipkan oleh para pendiri daerah.

Labuhanbatu adalah ibu kandung yang dari rahimnya telah melahirkan Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Tiga daerah yang kini terpisah secara administratif ini sejatinya tetap diikat oleh satu fondasi filosofi yang tak lekang oleh waktu: "Ika Bina En Pabolo".

Ika Bina En Pabolo ini dirangkai oleh (Almarhum) Muhammad Yusuf Hasibuan Al Haj, dalam Sayembara Pembuatan Semboyan Daerah pada Lambang Daerah TK II Labuhanbatu. Dan resmi ditetapkan oleh Pemerintah melalui Paripurna DPRD Kabupaten Labuhanbatu pada tanggal 27 November 1981, ditandatangani oleh Bupati Djaludin Pane dan Ketua DPRD Bahari Hasibuan.

Sebagai putra dari perangkai kata falsafah tersebut, ada panggilan jiwa yang berat sekaligus mulia untuk terus mengingatkan kita semua akan kesucian pesan ini. Ika Bina En Pabolo bukan sekadar susunan frasa indah di lambang daerah, bukan pula hiasan spanduk seremonial saban peringatan hari jadi.

Falsafah ini memiliki kedalaman makna spiritual, kultural, dan sosial yang sangat mendasar. Secara harfiah kata ini bermakna: "Ini Dibina dan Itu Diperbaiki."

Secara etimologi "Ika Bina En Pabolo" memiliki arti:

Ika Bina = Ini dibina / Di sini dibina.

En = Dan / Lalu.

Pabolo = Itu diperbaiki / Di sana diperbaiki.

Dalam makna yang lebih luas, motto ini mencerminkan semangat gotong royong, kekompakan, dan kerja sama masyarakat Labuhanbatu. Artinya, masyarakat dan pemerintah saling bahu-mahu melakukan pembangunan baru sekaligus memperbaiki apa yang kurang di segala bidang sesuai dengan kemampuan masing-masing demi memajukan daerah.

Secara terminologi (makna luas), semboyan ini mengajarkan nilai-nilai luhur yang memandu langkah kita:

• Kerja Sama dan Kekompakan: Saling bahu-membahu dalam membangun serta memberdayakan potensi daerah tanpa pernah merendahkan kemampuan satu sama lain.

• Gotong Royong dan Evaluasi Diri: Bersama-sama membangun hal-hal baru sekaligus memiliki keberanian moral untuk merawat, mengevaluasi, dan memperbaiki setiap kekurangan.

• Kepercayaan dan Kebersamaan: Menjaga kekompakan dengan mengedepankan rasa percaya antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan cita-cita bersama.

Menodai Marwah: Bayang-Bayang Kelam Dua Kali OTT KPK

Namun, di balik megahnya kutipan slogan tersebut, marwah bumi Labuhanbatu telah berkali-kali dicoreng oleh pengkhianatan kepemimpinan.

Luka mendalam terpatri di hati rakyat ketika menyaksikan secara beruntun dua orang Bupati Labuhanbatu terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK):

• Pangonal Harahap, terjaring OTT KPK pada 17 Juli 2018. Yang seharusnya menjabat sebagai Bupati Labuhanbatu periode 2016–2021, harus terhenti di tengah jalan pada 24 Juli 2018.

• Erik Adtrada Ritonga, terjaring OTT KPK pada 11–12 Januari 2024. Yang dilantik pada 13 September 2021 terhenti pada 11 Januari 2024.

Dua peristiwa kelam ini bukan sekadar musibah hukum, melainkan penodaan nyata terhadap kepercayaan publik dan pengkhianatan terbuka terhadap amanah rakyat Labuhanbatu. Praktik korupsi, suap, dan penyalahgunaan kekuasaan adalah bentuk pengrusakan yang paling nyata—suatu tindakan yang secara langsung merobek dan menghancurkan spirit Ika Bina En Pabolo.

Peringatan Hari Jadi ke-81 ini harus dijadikan Lonceng Peringatan Keras_Early Warning System_bagi pimpinan daerah hari ini dan masa depan:

• Jangan ada lagi OTT KPK untuk ketiga kalinya di Labuhanbatu!

• Cukuplah rentetan vonis penjara yang menimpa para pimpinan terdahulu menjadi cermin kelam. Labuhanbatu tidak boleh lagi tercoreng oleh kehinaan rompi oranye KPK.

• Siapapun yang memimpin tanah ini wajib menyadari bahwa kekuasaan adalah ujian integritas untuk membina dan memperbaiki, bukan ajang memperkaya diri atau kelompok.

Mengembalikan Khittah Pembangunan Labuhanbatu

Kemajuan dan perbaikan Labuhanbatu hukumnya wan wajib dijalankan sesuai dengan amanah Ika Bina En Pabolo.

Kita tidak bisa lagi menoleransi pembangunan setengah hati atau retorika manis tanpa pembuktian.

Untuk memulihkan marwah Labuhanbatu di usianya yang ke-81, tiga langkah korektif harus diwujudkan secara konsisten:

Pembersihan Tata Kelola Pemerintahan_Clean Governance_:

~ Sistem pengadaan barang dan jasa, perizinan, hingga penataan birokrasi harus bebas dari praktik pungli, suap, dan gratifikasi. Transparansi adalah benteng utama mencegah hadirnya OTT ketiga.

Pemerataan Pembangunan yang Berkelanjutan:

~ Slogan "Membangun Desa Menata Kota" harus benar-benar menyentuh pelosok desa, bukan hanya mempercantik sudut kota Rantauprapat. Akses ekonomi rakyat kecil harus dibuka lebar dan dilindungi.

Penyelamatan Generasi Muda:

~ Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat wajib menutup celah peredaran narkoba dan memperbanyak ruang kreatif serta kegiatan olahraga berkelanjutan bagi pemuda.

Menjaga Warisan Luhur

Labuhanbatu adalah tanah terhormat. Kebesarannya tidak ditentukan oleh seberapa megah gedung pemerintahannya, melainkan oleh kebersihan martabat para pemimpinnya dan kesejahteraan masyarakatnya.

Memasuki usia ke-81 tahun, mari kita bersihkan tanah Ika Bina En Pabolo dari cengkeraman korupsi.

Mari kita kembalikan marwah daerah ini ke jalur yang sebenarnya: Di sini kita dibina, di sana kita perbaiki.

Tegakkan Integritas, Rawat Persatuan, Selamatkan Negeri dari Korupsi.

Dirgahayu Kabupaten Labuhanbatu ke-81!

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement