Breaking News
Memuat breaking news...

Mentan Tegaskan Program Cetak Sawah Papua Untuk Masyarakat Lokal

Redaksi
Redaksi
Minggu, 5 Juli 2026 - 9.29 AM WIB
Mentan Tegaskan Program Cetak Sawah Papua Untuk Masyarakat Lokal
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan tanam padi bersama petani di Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu (4/7/2026). (Foto: Liputan6.com)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MERAUKE (Waspada.id): Pemerintah terus memperluas pengembangan kawasan pangan di Tanah Papua sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional. Hingga 2026, lebih dari 137 ribu hektare lahan telah dikembangkan melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah), dengan Papua Selatan menjadi wilayah yang mendapat porsi pengembangan terbesar.

Dari total pengembangan tersebut, sebanyak 48.934 hektare merupakan lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan di Papua Selatan. Sementara itu, pengembangan juga dilakukan di Papua seluas 24.248 hektare, Papua Barat Daya 4.675 hektare, Papua Barat 3.373 hektare, dan Papua Pegunungan 2.000 hektare.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, seluruh program tersebut ditujukan bagi masyarakat Papua, khususnya putra-putri asli Papua, agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.

Penegasan itu disampaikan Amran saat melakukan tanam padi bersama petani di Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu (4/7/2026).

“Program ini milik rakyat, milik masyarakat putra daerah Papua. Jangan ada yang mengatasnamakan masyarakat mengatakan tidak setuju, karena faktanya setelah program berjalan pendapatan masyarakat naik hingga 300 persen. Bahkan sekarang masyarakat justru meminta tambahan cetak sawah,” kata Amran.

Menurutnya, program pengembangan sawah tidak mengambil hak masyarakat adat. Sebaliknya, pemerintah terus melanjutkan pengembangan kawasan pangan karena tingginya antusiasme masyarakat yang kini bahkan meminta pembukaan sawah baru di sejumlah wilayah Papua.

Petani Minta Tambahan Kuota Solar

Dalam dialog bersama petani, Amran menerima keluhan terkait sulitnya memperoleh solar untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian. Keluhan tersebut disampaikan petani yang telah memanfaatkan teknologi modern, termasuk drone, dalam kegiatan budidaya.

Meningkatnya penggunaan mekanisasi membuat kebutuhan bahan bakar ikut bertambah. Para petani berharap akses terhadap solar dapat dipermudah, bahkan tersedia penyaluran khusus bagi sektor pertanian.

Menanggapi hal itu, Amran langsung meminta Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) agar persoalan tersebut segera diselesaikan.

“Saya bahagia karena bapak kesulitan solar, artinya bapak ini mau kerja keras. Kalau dulu dikirim solar tidak dipakai, sekarang kekurangan solar saya bangga dengan kekurangan itu, berarti bapak mau kerja keras,” ujarnya.

Amran mengungkapkan, Kementerian Pertanian telah berkomunikasi langsung dengan Pertamina dan perusahaan pelat merah tersebut menyetujui penambahan kuota solar bagi petani di Merauke.

“Justru petani kekurangan solar, minta tambah solar. Kami telepon langsung Pertamina, mereka sudah setuju untuk menambah kuotanya. Jadi tidak ada masalah,” katanya.

Ia menambahkan koordinasi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Pertamina berjalan dengan baik sehingga penambahan kuota diharapkan segera direalisasikan.

Selain memperluas lahan pertanian, pemerintah juga membangun ekosistem pertanian modern melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, benih unggul, pembangunan irigasi, pembentukan brigade pangan, hingga pendampingan intensif kepada petani.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Indeks pertanaman di Merauke meningkat dari 1,05 menjadi 1,82 hingga 2,00. Produktivitas padi, luas panen, produksi beras, serta pendapatan petani juga dilaporkan mengalami peningkatan.

Sementara itu, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan Merauke kini menjadi pusat pengembangan pangan di Tanah Papua. Dari sekitar 84 ribu hektare program cetak sawah di seluruh Papua, lebih dari 48 ribu hektare berada di Kabupaten Merauke. (lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement