Breaking News
Memuat breaking news...

Meteran Air Gratis Warga Abdya Digasak Maling

Redaksi
Redaksi
Senin, 3 Agustus 2026 - 9.06 AM WIB
Meteran Air Gratis Warga Abdya Digasak Maling
Salah satu sambungan rumah (SR) yang meteran air bantuannya hilang diduga digasak orang tak dikenal, di Gampong Pante Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, Minggu (2/8/2026). Foto diambil Senin (3/8).Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (Waspada.id): Fasilitas air bersih yang baru dipasang melalui program pemerintah di Gampong Pante Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menjadi sasaran pencurian.

Sedikitnya, enam unit water meter (meteran air) bantuan dilaporkan hilang, diduga digasak orang tak dikenal (OTK), sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat.

Keuchik Gampong Pante Geulumpang, Sarijulis Senin (3/8) mengatakan, laporan kehilangan meteran air terus berdatangan dari warga dalam beberapa hari terakhir. "Sejauh ini sudah ada sekitar enam meteran air yang hilang. Saat dicek ke lokasi, meterannya sudah tidak ada lagi, hanya tersisa pipa sambungan rumah," ujar Sarijulis.

Menurutnya, seluruh meteran air yang hilang, merupakan bagian dari program pemasangan sambungan rumah (SR) secara gratis, yang direalisasikan pada 2025. Program tersebut ditujukan untuk melayani 222 kepala keluarga, agar memperoleh akses air bersih yang lebih layak.

Ironisnya, sebelum layanan air bersih dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, fasilitas yang menjadi aset penunjang kebutuhan dasar itu lebih dulu menjadi incaran pencuri. Kondisi tersebut membuat warga khawatir meter air yang masih terpasang di rumah mereka, akan mengalami nasib serupa.

Sebagai langkah pencegahan, sebagian warga memilih melepas sementara meteran air yang telah dipasang dan menyimpannya di dalam rumah, hingga jaringan air benar-benar dioperasikan.

"Pemasangan kembali akan dilakukan setelah distribusi air berjalan normal. Langkah ini diambil agar meter air tidak ikut hilang," kata salah seorang warga.

Pemerintah gampong berharap, aparat penegak hukum segera mengusut kasus tersebut dan mengungkap pelaku, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan program penyediaan air bersih, tanpa dihantui aksi pencurian yang merugikan warga maupun pemerintah.(id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement